http://www.indomedia.com/bpost/072005/18/depan/utama1.htm


Judi Kakap Tak Tersentuh
Jakarta, BPost
Angan-angan Kapolri Jenderal Sutanto menghapus judi dalam waktu seminggu mulai 
diragukan. Pasalnya, yang terjadi selama ini hanya judi kelas teri yang 
diberangus, sementara kelas kakap belum tersentuh. 

Gebrakan yang dilaksanakan kapolri belum menunjukkan hasil signifikan. Bahkan, 
tekad itu dikhawatirkan hanya menjadi wacana karena metode yang digunakan tidak 
tepat.

"Saya tidak tahu strateginya seperti apa dan bagaimana untuk memutus jaringan 
konspirasi di daerah-daerah, apa lagi dengan deadline seminggu. Saya melihat 
instruksi kapolri belum tentu berjalan mulus di daerah, dan kanyataan yang 
terjadi saat ini menunjukkan instruksi itu mulai meleset," kata Wakil Ketua 
DPD-RI, Laode Ida. 

Senin (18/7) hari ini adalah batas akhir deadline bagi para kapolda untuk 
mengikis habis judi di daerah masing-masing. Kapolri bahkan mengancam akan 
mencopot kapolda yang tidak berhasil menjalankan instruksi tersebut. 

Meskipun polisi meringkus ratusan tersangka perjudian di Indonesia, namun 
menurut anggota Komisi III DPR Al Muzzammil Yusuf, belum cukup. Pasalnya, yang 
ditangkap tidak satupun bandar judi kelas kakap.

"Yang polisi tangkap hanya judi kecil, jadi bisa cepat ditangkap. Kalau judi 
besar butuh beberapa perhatian," cetus Muzzammil.

Karenanya, Laode menantang kapolri untuk benar-benar memberangus segala bentuk 
perjudian baik terang-terangan maupun terselubung. "Judi-judi terselubung, 
misalnya banyak dilakukan kalangan pejabat di lapangan tenis dan golf. Nah apa 
ini juga menjadi target pemberantasan," sindirnya.

Kata Laode, metode pemberantasan judi seharusnya mencari sesuatu yang 
meresahkan rakyat seperti kegiatan perjudian dalam skala besar yang di-back up 
oleh oknum-oknum polisi dan tentara. 

"Saya salut gebrakan dan tekad kapolri, tapi apa dia sanggup membongkar beking 
di tubuh sendiri?" sindirnya.

Komisi III, kata Muzzammil akan membantu kapolri menyediakan data-data mengenai 
bandar-bandar judi kelas kakap. Pihaknya memiliki data-data itu atas laporan 
dari masyarakat. "Kami punya nama-nama itu," tutur dia tanpa menyebut satu pun 
nama bandar.

Seperti diberitakan, Polri meringkus 433 tersangka judi. Mereka tersebar di 
enam polda. Yakni Polda Sumatera Utara, Polda Bali, Polda Sulawesi Selatan, 
Polda Jawa Timur, Polda Kalimantan Timur, dan Polda Metro Jaya. Dari 433 
tersangka belum ketahuan apakah polisi meringkus bandar besar atau tidak. 

"Kami belum tahu apakah jumlah ini merupakan bandar besar atau bandar kecil 
atau malah tercampur keduanya," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Aryanto 
Boedihardjo.

Bandar Kakap

Sementara itu, Direktur Eksekutif Aliansi Masyarakat Independen Pemantau 
Kinerja Aparatur Negara (AMIPKA) David Ridwan Betz mendesak Kabareskrim Mabes 
Polri Komjen Makbul Padmanegara dan Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Gani 
mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) bandar judi kelas kakap.

"Mereka dalam waktu dua hari harus mengungkapnya. Kalau tidak, kita minta 
kapolri mencopot keduanya," kata David, akhir pekan lalu.

David menyayangkan hanya bandar judi kelas teri yang ditangkap. "Ini hanya 
operasi dagelan karena bandar judi kecil yang ditangkap. Agar operasi bisa 
efektif, saya minta kapolri membersihkan mafia di internal Polri," cetusnya.

Menurut David, terkait masalah pemberantasan perjudian, Presiden Yudhoyono 
harus membuat Perpu, karena selama ini dengan hanya berpegangan pasal 303 KUHP 
tidaklah cukup.

Kepolisian diminta mengefektifkan kerja Badan Telematika. Sebab, modus judi 
yang digunakan sudah canggih. "Mereka mobile, menggunakan handphone," ujarnya.

Kenyataannya, sejak pemberantasan judi berlangsung, kalangan bandar dan cukong 
judi di Batam, Kepulauan Riau, Medan, dan sejumlah kota-kota di Jawa Timur, 
masih tetap melayani pemesanan kupon judi togel 

"Bandar dan cukong togel hanya melayani pemasangan nomor melalui telepon dan 
layanan pesan singkat (SMS). Dan, yang dilayani hanya pemasang yang sudah 
dikenal," kata Tarihoran, pengamat sosial di Batam.

Kendati pusat perjudian terbesar Kasino di Batam telah ditutup, namun para 
bandar judi masih tetap mengembangkan bisnis togel yang diundi selama lima kali 
dalam sepekan, yakni Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu.

Celakanya, meski begitu, aparat kepolisian yang mengenal para bandar namun 
mereka terkesan menutup mata atas beroperasi bisnis judi tersebut.

Izin Pemda

Banyaknya lokasi judi yang mendapat izin resmi dari pemerintah daerah, sangat 
disayangkan oleh Laode Ida. Karenanya, sebut dia, ini menjadi salah satu tugas 
yang harus dibereskan kapolri.

"Kapolri harus berani bertindak tegas jajarannya yang bertindak kotor dan 
menjadi pelindung kejahatan di daerah seperti judi dan illegal logging. 
Pasalnya kegiatan itu masih sering terjadi di daerah-daerah.

Meurut dia, kehadiran Sutanto memberi harapan baru dalam upaya menjadikan 
pemerintahan Indonesia lebih baik, citra korupsi semakin baik, korupsi dan ilog 
bisa diberantas. "Tapi kalau judi kelas kakap masih tak tersentuh, apa bisa 
dikatakan berhasil?" tandasnya. JBP/mgb/tnr/dtk/ant


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke