Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia 
mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak 
tersangkalkan dari jaksa. Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, 
Nasrudin berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."

Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum 
membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah 
logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara 
selesai, Nasrudin kembali berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."

Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan 
sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah ! 
Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke