kasus ini seperti orang mencuri di rumah sendiri, atau orang membakar lumbung 
padi sendiri, sebuah antithesa bahwa orang yang gaji nya tinggi akan terhindar 
dari korupsi, sudah menjadi rahasia umum kalo gaji karyawan BNI itu diatas 
rata-rata pegawai BUMN pada umumnya, gaji, bonus, tunjangan-tunjangan, untuk 
tingkat manajer bahkan ada tunjangan perumahan, tunjangan kendaraan, yang 
besarnya luar biasa, bonus tahunan juga berlipat-lipat.
jadi hipotesa bahwa gaji yang rendah penyebab suburnya budaya korupsi perlu 
dikaji ulang.
menurut saya korupsi itu adalah bukti keserakah manusia yang ingin cepat kaya 
diluar kewajaran, dan dengan jalan pintas. Astaghfirullah.

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/7/19/n4.htm


BNI Dibobol Lagi 
* Tiga Ditahan 
Jakarta (Bali Post) -
Pembobolan BNI terjadi kembali. Kali ini, giliran BNI Cabang Kota, Jakarta yang 
menjadi korbannya. Akibat aksi itu, bank urutan tiga nasional ini menderita 
kerugian Rp 6 milyar. ''Kita sudah menahan tiga tersangka, masing-masing MSDK, 
GY (Customer Relation Manager BNI Cabang Kota) dan GA, seorang kurir yang 
mengaku pejabat BPN (Badan Pertanahan Nasional) Jakarta Timur,'' kata Direktur 
Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Syahrul Mamma di Mapolda 
Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/7) kemarin.

Mengenai kronologi aksi kejahatan itu, Syahrul menjelaskan, kasusnya bermula 
saat seorang tersangka berinisial RSMN (masih buron) menawarkan sebidang tanah 
kosong beserta dokumen-dokumen kepemilikannya (yang kelak terbukti fiktif) 
kepada tersangka MSDK.

MSDK yang oleh polisi ditetapkan sebagai tersangka kemudian membuat Akte 
Permohonan Jual Beli (APJB) kepada notaris dan kemudian akte itu digunakan 
mengajukan kredit ke BNI Cabang Kota senilai Rp 6 milyar. Akte yang dibuat oleh 
seorang notaris berinisial RE (berstatus saksi), mudah dibuat karena ada 
rekomendasi dari GA.

Sadar bahwa kredit itu tak akan disetujui karena surat-suratnya bodong, kata 
Syahrul, MSDK kemudian mengajak tersangka GY untuk bekerja sama, tentu saja 
dengan imbalan sejumlah uang. Tergiur dengan tawaran itu, GY kemudian membuat 
memo internal untuk meyakinkan pimpinan BNI Cabang Kota. ''Permohonan kredit 
akhirnya dikabulkan pada tahun 2000 lalu dengan tiga kali pencairan sejak akhir 
Desember 2000 hingga tahun 2001,'' jelas Syahrul sambil menambahkan, dari 
kredit yang mengucur itu, GY memperoleh Rp 1,05 milyar dan sisanya dipakai oleh 
MSDK. 

Pembayaran kredit yang penuh rekayasa itu pun akhirnya macet. Polisi pun 
akhirnya turun tangan dan membekuk para tersangkanya. Dari tangan MSDK, menurut 
Syahrul, polisi berhasil menyelamatkan dana sebesar Rp 1,16 milyar, serta rumah 
dan tanah pribadinya. ''Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3, 
pasal 15 UU Nomor 31 Tahun 1999, dan pasal 49 ayat 1 huruf a, b, dan c UU Nomor 
10 Tahun 1998 juncto pasal 55 KUHP dan pasal 56 KUHP,'' kata perwira menengah 
polisi ini.  

Kasus Lain

Sementara itu, dalam kasus pencucian uang (money laundering) di BNI, dengan 
tersangka Dicky Iskandardinata dan Yoke Yola Sigar (adik terpidana seumur hidup 
kasus pembobolan BNI Adrian Herling Waworuntu-red), penyidik Mabes Polri masih 
terus mendalami aliran dana senilai Rp 1,3 trilyun yang diduga melibatkan para 
tersangka. ''Setelah aliran dana ke PT Aditya Putra Pratama Finance (milik 
Yoke-red) itu diketahui, klien saya akan kembali diperiksa,'' kata pengacara 
Yoke Andika kepada wartawan usai menemui kliennya di Mabes Polri, kemarin. 

Andika menegaskan dana milyaran rupiah yang dikirimkan Adrian kepada PT Aditya 
bukan uang milik BNI, melainkan milik Adrian. ''Menurut Ibu Yoke dana tersebut 
dari Adrian, konsultan bisnis Ibu Maria Pauline (tersangka pembobol BNI yang 
belum tertangkap-red). Ibu Yoke juga tidak tahu kalau dana itu ilegal,'' 
tegasnya. (kmb5)


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------



                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke