Ada artikel menarik disaat issue korupsi yg bergejolak,

hayun,
sales support
Asmo sunter II
Toyota, Isuzu, Daihatsu, Honda, Suzuki
discount with conditions


MANGKUK TAK BERALAS


Berdasarkan penuturan H. Muh. Nur Abdurrahman
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
Kolom Tetap Harian Fajar - Makassar
Terimakasih!
------------------------------------------
Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk 
menikmati udara pagi.
Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa
pengemis ini:

-- Apa yang engkau inginkan dari dariku?
Si pengemis itu tersenyum dan berkata:
-- Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan 
hamba.

Sang raja terkejut, ia merasa tertantang:
-- Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta,
katakanlah!
Maka menjawablah sang pengemis:
-- Berpikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-
apa.

Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak
merasakan hal itu.
Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat 
nasihat dari seorang pengemis.
-- Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! 
Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya.
Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu mengangsurkan
mangkuk penadah sedekah:
-- Tuanku dapat mengisi penuh mangkuk ini dengan apa yang tuanku 
inginkan.

Bukan main!  Raja menjadi geram mendengar 'tantangan' pengemis
dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut 
dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan 
emas!
Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di 
bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam 
pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah.


Tak mau kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus 
memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap 
kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, 
ratna mutumanikam telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk 
itu seolah tanpa dasar, berlubang.

Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si 
pengemis bukan pengemis biasa, terbata-bata ia bertanya :
-- Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat 
dari apakah mangkuk sedekah ini?
Pengemis itu menjawab sambil tersenyum:
-- Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. 
Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya. Ada 
kegembiraan, gairah memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan 
kala engkau menginginkan sesuatu. Ketika akhirnya engkau telah 
mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau
dapatkan itu, seolah tidak ada lagi artinya bagimu. Semuanya hilang 
ibarat emas intan berlian yang masuk dalam
mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, gairah, dan pengalaman yang
mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan 
keinginan. Begitu saja seterusnya, selalu kemudian datang keinginan 
baru.

Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan.
Anak cucumu kelak mengatakan : power tends to corrupt; kekuasaan 
cenderung untuk berlaku tamak.
Raja itu bertanya lagi :
-- Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?
-- Tentu ada, yaitu rasa syukur kepada Allah SWT.
Jika engkau pandai bersyukur, Allah akan menambah nikmat padamu*
Ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang dari 
mata khalayak.



*[ dari QS Ibraahiim; 14:7 ]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke