UNDANGAN
SERI DISKUSI PERKOTAAN
> 
> 
> 
> 
> 
> Mengundang dan mengharap partisipasi anda dalam
> acara seri diskusi perkotaan, kerjasama Jurusan
> Antropologi UGM, Jurusan Arsitektur UKDW, dan
> Yayasan Pondok Rakyat putaran kelima yang mengusung
> tema: 
> 
> "Kesenian, Perayaan, dan Ritus (Kebersamaan) Kota". 
> 
> Diselenggarakan pada:
> 
>  
> 
>Hari / tanggal =
>Kamis, 21 Juli 2005
>      
>Waktu =
>10.00 - 13.00 BBWI
>      
>Tempat = 
>Ruang Sidang I, Gedung Purba Tjaraka, Jurusan
> Antropologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
>      
>Presenter:
>1. Sapto Raharjo 
> 
>(Kota/organisator dan praktisi
>kesenian/Festival Gamelan Yogyakarta)
> 
>2. Hanindawan
>(Kampung/seniman teater/Teater Gidag-Gidig
>Surakarta)
>      
>Moderator
>Dr. Lono Lastoro Simatupang (Antropologi UGM)
>      
> 
>  
> 
> Demikian, kami tunggu partisipasinya. Terima kasih.
> salam,
> 
> Yoshi Fajar Kresno Murti
> 
> (koordinator acara)
> 
> 
> 
> 
> 
> Term of Reference:
> 
> Kesenian, Perayaan, dan Ritus (Kebersamaan) Kota
>   
> 
>     Kethoprak, wayang, jathilan, reyog, srandul,
> coke'an, kerawitan, dll, adalah macam-macam media
> kultural (bukan semata-mata hiburan) di berbagai
> masyarakat Jawa. Khususnya di pedesaan,
> bentuk-bentuk kesenian dan hiburan seperti di atas
> masih mudah kita jumpai sampai sekarang.
> Masing-masing memiliki pendukung fanatik dan
> memberikan fungsi yang komplit bagi masyarakat
> tertentu. Bagaimana dengan masyarakat kota, yang
> tinggal di kampung-kampung? Hiburan macam apakah
> yang kemudian menggantikan ragam kesenian rakyat
> seperti di atas? Yang dicintai pendukungnya, yang
> menghibur warganya, memberikan pengalaman dan
> "pendidikan", sekaligus mengimbangi rasa capek dan
> sejenak menanggalkan beban hidup? Yang
> ditunggu-tunggu kehadirannya karena memberikan
> semangat bersama, menjadi pengikat sebuah desa,
> dusun, kampung, atau komunitas? Apakah warga kota
> saat ini masih menyukainya? (Himawati; 2004)
> 
>     Dalam kenyataan, olah raga dan kesenian
> seringkali menjadi bentuk mekanisme pengungkapan
> ekspresi dan pelepasan ketegangan di berbagai
> masyarakat, terutama dilakukan di saat-saat orang
> selesai melakukan kerja atau untuk meminimalisir
> berbagai ketegangan. Keberadaan Taman Hiburan Rakyat
> misalnya, mampu menjadi hiburan rakyat laki-laki
> yang sebenarnya. Setiap malam, berjubel laki-laki
> memadati arena goyang di depan panggung di taman
> hiburan di Jl. Brigd. Katamso Yogyakarta.
> Pemandangan serupa mudah kita dapati di setiap
> panggung dangdut terbuka di berbagai arena
> pariwisata atau di berbagai acara peringatan. Radio,
> televisi, tape recorder, VCD player,  menjadi alat
> elektronika yang hampir selalu dimiliki warga
> kampung-kampung kota. Sebagian dari barang-barang
> tersebut, dilahirkan-lah kesenian sebagai tontonan.
> Ia tak lain sebuah perayaan. 
> 
>     Lalu, akankah efektif jika romantisme kita pada
> kesenian lokal masa lalu mampu (akan bisa) menjadi
> media pelepasan, media ekspresi, serta media
> apresiasi? Masihkah kesenian atau tradisi 'lokal'
> benar-benar hidup di hati masyarakat kampung kota
> (yang mana sebagian berasal dari desa dan kadang
> membawa sisa tradisi dan pengetahuan lokal/desanya)?
> Dan jika aktivitas berkesenian tidak lain dan tidak
> bukan adalah perayaan, bagaimanakah masyarakat kota
> merayakannya? Bagaimana perayaan tersebut
> mempengaruhi perubahan-perubahan geografi sosial
> masyarakat? Demikian pula sebaliknya, bagaimana
> perubahan geografi sosial mempengaruhi
> perayaan-perayaan?  Dan jika perayaan mengandaikan
> adanya dimensi keruangan, bagaimanakah kaitan
> perayaan dan ruang? Mungkinkah perayaan tetap
> tergelar di kampung-kampung kota yang tidak
> mempunyai lahan-lahan kosong lagi? Demikian pula,
> bagaimana ketiadaan ruang-ruang tersebut
> mempengaruhi perayaan? Lalu, dimanakah seniman? 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke