-----Original Message-----
From: Wido Q Supraha [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, July 21, 2005 3:09 PM
To: Mus-albarokah
Subject: [mus-albarokah] KH Kholil Ridwan: Di Dunia Islam, Ahmadiyah
Disejajarkan dengan Non-Muslim


KH Kholil Ridwan: Di Dunia Islam, Ahmadiyah Disejajarkan dengan Non-Muslim
Publikasi: 20/07/2005 09:02 WIB

eramuslim - Setelah pengusiran anggota Ahmadiyah dari markasnya di kawasan
Parung, Bogor, pekan lalu, polemik sekitar kelompok keagamaan asal Pakistan itu
terus bergulir. Mulai dari silang pendapat apakah Ahmadiyah bagian dari ummat
Islam ataukah tidak, sampai ajakan untuk menempatkan Ahmadiyah sebagai sebuah
agama baru yang keberadaannya diakui undang-undang.

Dari catatan sejarah, persoalan Ahmadiyah sebenarnya bukan persoalan baru di
Indonesia. Geliat Ahmadiyah bahkan memaksa MUI mengeluarkan fatwa tahun 1980.
Lembaga tertinggi ulama Indonesia itu menetapkan bahwa Ahmadiyah bukan Islam
dan menyesatkan. Untuk mendapatkan gambaran lebih jauh tentang Ahmadiyah,
berikut kutipan bincang-bincang eramuslim dengan KH Kholil Ridwan, Anggota MUI,
Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) dan Wakil Ketua
Komite Indonesia untuk Dunia Islam (KISDI):

Sampai saat ini belum ada sikap resmi dari pemerintah atas kekecewaan terhadap
keberadaan Ahmadiyah. Bagaimana Komite Indonesia untuk Dunia Islam (KISDI)
melihat masalah ini?

Ahmadiyah itu bukan Islam. Karena bukan Islam. Maka ia tidak berhak hidup di
bumi Indonesia. Yang berhak hidup menurut undang-undang di Indonesia itu
adalah, Islam, Kristen, Katholik, Hindhu dan Budha. Di luar itu tidak
dibenarkan. Jadi, agama seperti Ahmadiyah, di Indonesia tidak boleh
mendakwahkan agamanya di Indonesia. Kalau mendakwahkan berarti melanggar
undang-undang. Kita berharap Pemerintah RI menindak. 

Kalau saja, misalnya, Arswendo membuat kasus penelitian orang terpopuler, Nabi
Muhammad nomor 10, diganjar delapan tahun. Lalu yang di Malang, yang
menerjemahkan shalat dengan bahasa Indoensia, ditahan dan ditangkap. Maka
Ahmadiyah, yang pelanggarannya lebih besar dari itu , mestinya juga ditangkap.
Karena dia (Ahmadiyah) memprovokasi umat Islam untuk berbuat anarkhi. Mestinya
Pemerintah berbuat, dan KISDI berharap itu.

Bukankah Ahmadiyah sudah lama ada di Indonesia. Kenapa reaksi itu baru muncul
sekarang?

Betul, Ahmadiyah sudah lama di Indonesia. Kita sebenarnya percaya pada
Pemerintah, kita percaya pada Kejaksaan Agung, pada polisi. Tapi kenyataannya,
setelah di makan waktu, mereka besar dan mereka mengadakan acara, lalu kita
bereaksi. Lho, Ahmadiyah besar begini, dan mengundang tokoh internasionalnya.
Kalau mereka tidak mengundang, mungkin kita tidak (bereaksi, red). Pernyataan
kita merupakan reaksi pernyataan Dawam Rahardjo dan Aliansi Masyarakat
Toleransi Beragama. Sebagai reaksi, yang resah sebenarnya masyarakat Parung,
Bogor yang ada di sekitar markas Ahmadiyah. Mereka terprovokasi dengan kegiatan
itu. Jadi reaksi KISDI itu atas pernyataan Dawan dan kawannya itu. 

Ahmadiyah, menurut Anda, bagian dari Islam atau memang di luar Islam?

Kita melihat Rabithah (Rabithah 'Alam Islamy, red), di situ ada kubaro
(petinggi-petinggi, red), ulama, ada majelis ulama internasional, telah
menghukumkan bahwa Ahmadiyah di luar Islam. Jadi kita ikuti pendapat itu saja.
Di Pakistan Ahmadiyah disamakan dengan minoritas, seperti Kristen, Katholik,
Hindhu dan Buddha. Orang-orang Pakistan yang mau naik haji minta visa ke
Kedubes harus membawa surat keterangan bahwa dia bukan Ahmadiyah. Karena orang
Ahmadiyah tidak dianggap Islam. 

Berarti Ahmadiyah memakai-makai istilah Islam hanya sebagai kedok, dalih atau
cara untuk dianggap sebagai bagian dari umat Islam atau ormas Islam?

Justru itu yang merusak Islam. Kalau mereka menganggap Ahmadiyah sebagai agama
sendiri, tidak membawa-bawa Islam dan Al-Qur'an, maka silahkan saja. Itu lakum
diinukum waliya dien . Justru kebebasan agama di situ. Jadi kalau kita dibilang
tidak memberikan kebebasan beragama itu tidak benar. Justru mereka (Ahmadiyah)
itu merusak agama kita. Kalau mereka ingin mendirikan agama silahkan mendirikan
agama sendiri, tapi tidak mengklaim bagian dari Islam. Tapi di Indonesia tidak
berhak hidup. Karena yang sesuai dengan UU itu cuma ada lima. 

Kalau ada yang mengatakan bahwa Ahmadiyah tidak membuat keresahan, menurut Anda?

Buktinya jama'ahnya semakin banyak. Berarti mereka dakwah mengajak orang Islam
untuk masuk Ahmadiyah. Dan setelah masuk dia tidak mau jama'ah dengan umat
Islam. Masjidnya sendiri, ibadahnya sendiri, wanita Ahmadiyah tidak boleh
dinikahi laki-laki yang bukan jama'ah Ahmadiyah. Tapi laki-laki dia boleh
menikahi umat Islam. Yang benar saja. jadi kita dianggap kafir, dan dia
menganggap dirinya Islam.

Dalam ajaran Ahmadiyah, selain tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi
terakhir, apa ada hal-hal lain yang secara aqidah melanggar ketentuan Islam?

Ada ajaran-ajaran lain yang menyimpang dari aqidah Islam. Ada 11 point
penyimpangan Ahmadiyah seperti dalam buku "Aliran dan Paham Sesat" karya
Hartono Jaiz.

Akhir-akhir ini Islam selalu dipojokkan dengan berbagai hal. Setelah tuduhan
terorisme oleh AS dan sekutunya, ajaran sesat, kini Ahmadiyah yang mengklaim
diri sebaagai bagian dari umat Islam. Ini gejala apa?

Ini karena era reformasi yang liberal, ditandai dengan kebebasan pers,
kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul, demokrasi atas nama hakasasi
manusia, dan yang ngawu-ngawur itu kemudian muncul. PKI sekarang saja berani
muncul. Ada yang jadi anggota DPR, lalu menulis buku "Aku Bangga Menjadi Anak
PKI." Apalagi yang Ahmadiyah, dengan embel-embel Islam.

Apa Anda melihat kejadian ini ada desain dari pihak tertentu untuk mengkacaukan
(umat) Islam?

Secara global, pergumulan ideologi itu pasti ada. Memang, di luar Islam ada
keresahan dengan kembalinya bangkitnya memimpin dunia ini. Maka, dibuatlah
skenario untuk meredam kebangkitan Islam dan umat Islam ini. Maka setiap ada
benih yang dijadikan perpecahan umat dan menjadi bom waktu, itu dipelihara dan
dibiarkan. Cuma kita tidak bisa membicarkannya secara spesefik. Dari zaman
Perang Salib kan memang begitu.

Lalu tanggapan dunia Islam terhadap keberadaan Ahmadiyah seperti apa?

Kalau Malaysia melarang secara tegas. Brunei juga melarang secara tegas.
Pakistan menganggap Ahmadiyah sebagai non-Muslim. Lalu Liga Dunia Islam
menganggap mereka sebagai bukan Islam. Statement bahwa Ahmadiyah bukan Islam
itu sudah maksimal. Silahkan buat agama sendiri. Dia mau naik haji ke Rabwah
silahkan, tapi jangan mengaku sebagai Muslim. Itu namanya benalu. Dan benalu
harus dipangkas. (sdn)



--------------------------------------------------------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 

  a..  Visit your group "mus-albarokah" on the web.
    
  b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
   [EMAIL PROTECTED]
    
  c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


--------------------------------------------------------------------------------




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke