Ya boleh saja sih, cuma saja khan jaman sekarang, duit khan menjadi 'tuhan', pendeta pun bisa tergelincir... Nah, di Nias khan mayoritas Kristen, kapolresnya pun kristen... Jadi nampaknya tidak ada masalah SARA di sini, hanya masalah kecurigaan saja... Nah apakah salah tidak perlu kita dengar berita selanjutnya... DG
On 7/21/05, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Apakah tidak boleh menyekolahkan anak orang di luar dari lingkungan mereka? > Atau karena yang membawa itu pendeta? > > ----- Original Message ----- > From: "susan to" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, July 20, 2005 3:34 PM > Subject: [ppiindia] pendeta di nias?! > > > > Polres Nias Amankan 44 Anak/Remaja yang akan Dibawa ke Medan Oleh Oknum > Pendeta > > Gunungsitoli (SIB) > > Polres Nias mengamankan 44 anak-anak dan remaja berusia dibawah 20 tahun > yang akan dibawa ke Medan oleh 2 oknum pendeta dan seorang remaja berusia 15 > tahun, Senin (18/7) malam. > > Anak-anak dan remaja tersebut terdiri dari 35 pria dan 9 perempuan serta 10 > di antaranya masih anak-anak berusia dibawah 15 tahun. Disebut-sebut mereka > akan disekolahkan di suatu yayasan beralamat di Jalan Pinang Paris Medan dan > yayasan beralamat di Jalan Guru Sinumbah Medan Helvetia. > > Ketiga pelaku yang membawa anak-anak tersebut masing-masing Pendeta FT dan > Pendeta SG serta seorang pria remaja berusia 15 tahun. > > Pdt FT dan Pdt SG membawa 37 anak-anak dan remaja terdiri dari 29 laki-laki > dan 8 perempuan dijanjikan akan disekolahkan hingga tamat SMA di suatu > yayasan Medan. > > Dari masing-masing orangtua anak-anak yang mereka bawa oknum pendeta itu > memintai uang Rp 175 ribu dengan dalih sebagai uang pengganti biaya transpor > dan uang makan selama di perjalanan. > > Kedua pendeta yang hingga Selasa siang masih menjalani pemeriksaan di > Mapolres Nias juga mengaku telah mendapatkan ijin dari para orangtua > anak-anak tersebut serta kepala desa untuk dibawa ke Medan. > > Sedangkan IG mengaku membawa 7 anak-anak yang berusia dibawah 15 tahun, > seorang di antaranya wanita, atas suruhan ibu pemilik salah satu Panti > Asuhan (PA) di Medan dengan janji akan disekolahkan hingga tamat SMA. > > IG yang mengaku telah 3 tahun menghuni PA tersebut mengaku diminta oleh ibu > pemilik panti untuk membawa anak-anak Nias maupun saudaranya ke Medan untuk > disekolahkan. Dari masing-masing orangtua anak-anak tersebut pria yang masih > remaja itu meminta uang Rp 200 ribu. > > Polisi mengamankan 44 anak-anak dan remaja asal Nias yang akan dibawa ke > Medan dengan janji untuk disekolahkan, setelah petugas Polres Nias Pos > Pelabuhan Gunungsitoli mencurigai keberadaan anak-anak tersebut di Pelabuhan > Angin Gunungsitoli. > > Setelah ditanyai mereka mengaku akan dibawa ke Medan oleh ketiga pelaku > dengan menumpang kapal malam itu. Saat dimintakan polisi untuk menunjukkan > dokumen para anak-anak itu, ketiganya hanya dapat menunjukkan surat ijin > dari para orangtua dan kepala desa sedangkan surat dari Pemkab Nias tidak > dapat mereka tunjukkan sehingga polisi memboyong mereka ke Mapolres Nias. > > Wakapolres Nias Kompol A Nainggolan didampingi Kabag Min Kompol Akhmad NS > dan Kaurbis Ops Serse Iptu S Sinaga serta juruperiksa Brigadir Karib Zega > membenarkan diamankannya 44 anak-anak dan remaja asal Nias serta 3 pelaku > yang akan membawa mereka. > > Namun menurut Nainggolan sejauh ini polisi belum menjadikan ketiga pria itu > sebagai tersangka karena ketiganya masih harus menjalani pemeriksaan lebih > lanjut. Para orangtua anak-anak tersebut juga telah dipanggil oleh polisi > untuk dimintai keterangan. > > Kompol A Nainggolan juga mengimbau para orangtua agar tidak gampang > mengijinkan anak-anaknya untuk dibawa ke luar Pulau Nias meskipun dijanjikan > akan disekolahkan. > > "Tolong para orangtua untuk hati-hati mengijinkan anak-anaknya dibawa oleh > organisasi maupun yayasan ke luar Pulau Nias, dengan iming-iming apapun," > tegas Wakapolres Nias. > > Sehubungan dengan kejadian tersebut, kata Nainggolan, pihaknya juga > memperketat pengawasan di Pelabuhan Angin Gunungsitoli dan Bandara Binaka > untuk mengantisipasi terjadinya perdagangan anak. Para anak-anak dan remaja > tersebut untuk sementara ditampung di aula Mapolres Nias. > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

