http://www.suarapembaruan.com/News/2005/07/22/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Kepala BIN: Tak Ada Kesepakatan Parpol Lokal di Aceh
JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan, dalam perundingan 
informal di Helsinki tidak ada kesepakatan terkait pembentukan partai politik 
(parpol) lokal. Hak dan kewajiban mantan anggota GAM sama dengan warga negara 
Indonesia lainnya jika mereka sudah mendapatkan amnesti. 

Hal itu dikatakan Syamsir kepada wartawan usai menghadiri Rapat Koordinasi 
Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta, Kamis (21/7). Rapat Koordinasi itu 
membahas masalah teknis untuk menindaklanjuti hasil perundingan informal antara 
pemerintah dan GAM di Helsinki. 

"Tidak ada pembentukan parpol lokal karena itu tidak sesuai dengan UUD 1945," 
katanya. Hal yang sama dikatakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, 
Sofyan Djalil. Menurut dia, mantan anggota GAM yang telah mendapatkan amnesti 
bisa saja membentuk parpol. Sebab, katanya, seseorang yang telah mendapatkan 
amnesti, termasuk mantan anggota GAM, hak politik, sosial, dan ekonominya akan 
sama dengan warga negara yang lain. Jadi, terserah mantan anggota GAM apakah 
mau membentuk parpol atau tidak. 

Menurut Sofyan, dalam Rakor Polhukam tidak dibahas secara rinci tentang 
kemungkinan pembentukan parpol lokal. Rakor hanya membicarakan aspek-aspek 
teknis dari rancangan Nota Kesepahaman(MoU/Memorandum of Understanding), 
khususnya yang menyangkut Misi Pemantau Aceh (AMM/Aceh Monitoring Mission). 

"Tadi hanya dibahas soal tugas AMM. Misi ini akan bekerja dengan standar 
internasional. Lagipula, kita mempunyai pengalaman untuk melaksanakan misi 
seperti ini seperti di Filipina, Kongo, dan Vietnam," katanya. 

Sampai saat ini pemerintah Indonesia dan pihak-pihak yang terkait belum 
memutuskan jumlah dan komposisi anggota AMM. Namun diakui, sebagian anggota AMM 
memiliki latar belakang militer. 

Menurut Sofyan, anggota AMM yang berlatar belakang militer itu tidak akan 
diperlengkapi dengan senjata. Pasalnya, misi yang mereka jalankan adalah misi 
pemantau sipil. 

Penarikan pasukan di Aceh, kata Sofyan, akan dilakukan bersamaan dengan 
pelucutan senjata GAM. Jadwalnya masih akan dibicarakan pemerintah dan 
pihak-pihak terkait namun diharapkan sudah selesai pada Desember mendatang. 
(O-1) 


Last modified: 22/7/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke