http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/23/utama/1918887.htm



Kabinet Nol Bulan

Budiarto Shambazy

Seorang pejabat lingkar dalam istana yang tak suka dikritik langsung menyergah, 
"I am in the palace, you are not!" Aduh, dia kok belakangan ini galak banget, 
kata teman yang kena semprot itu.

Mestinya si teman menjawab saja, "So what gitu lho!?!" Pasti sang pejabat teras 
istana itu langsung pasang kuda-kuda sambil memelintir kumisnya yang lebat 
seperti si Jampang Jago Betawi.

Ada lagi cerita tentang pejabat teras istana lain yang membual di mana-mana. 
Pekan ini mengaku sebentar lagi menjadi menteri X, minggu depan berubah lagi 
menjadi menteri Y.

Mereka harusnya tahu istana bukan tempat angker, tetapi menjadi "rumah rakyat" 
kita semua. Harap catat, ongkos pemeliharaannya berasal dari pajak kita semua.

Namanya saja "Istana Merdeka" dan "Istana Negara". Artinya, kita sudah lama 
"merdeka" dan kita sama-sama berada di dalam "negara" di Republik 
Indonesia-kalau di luar itu namanya gerilyawan seperti GAM.

Jangan jadikan istana sebagai tempat angker dan tempat bekerja para pejabat 
yang pongah. Di zaman Orde Lama setiap pejabat mau membantu rakyat bertemu 
Presiden Soekarno.

Istana menjadi tempat bagi Presiden Soeharto untuk menjadi dalang kekuasaan 
selama lebih dari 30 tahun berkuasa. Istilahnya "KISS" atau "Ke Istana Sendiri 
Sendiri" karena pejabat saling bersaing.

Mitos istana sebagai "kediaman sang raja" dibongkar habis oleh Presiden 
Abdurrahman Wahid. Setelah era Presiden Megawati Soekarnoputri, para wartawan 
yang meliput kegiatan Presiden Yudhoyono beberapa kali ribut dengan pasukan 
pengamanan yang "norak".

Kritik mesti dilancarkan supaya pekerjaan Presiden Yudhoyono tidak digandoli 
oleh orang-orang di sekitarnya. Tak mengapa menggantikan mereka, masih banyak 
orang yang lebih mampu bekerja semestinya. 

Era pemerintahan duet Presiden Yudhoyono dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla 
(SBY-JK) pekan ini memasuki usia sembilan bulan. Wajar muncul pro dan kontra 
tentang kinerja menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

"Rambut sama hitam, tetapi hati tidak sama putih," begitu kata pepatah mengenai 
demokrasi. "Jika tak kuat topan dan badai, janganlah membangun rumah di 
pantai," kata pepatah lainnya tentang demokrasi.

Ada yang kecewa seperti Sumiati, sang pembantu yang dulu terjangkit "SBY 
Mania". Kalau ditanya, ia cuma bisa menjawab sambil cengengesan, "Iya Pak, dulu 
katanya SBY mau belain rakyat kecil...."

Namun, banyak juga yang tetap setia. Paling tidak ada Partai Demokrat, sebagian 
orangnya JK di Partai Golkar yang berkuasa di DPR, atau Mallarangeng bersaudara 
(Andi-Rizal).

Dan banyak yang tak peduli selama hidupnya tidak dikutak- kutik. "Gua beli BBM 
suka-suka gua, ngabisin listrik juga suka- suka gua. Gua paké uang sendiri, 
bukan uang negara. Bilangin noh ama presiden lu!" kata seorang pembaca yang 
apolitis dan ogah disuruh hemat.

Banyak pembaca menulis bahwa usia pemerintahan SBY-JK sebenarnya baru berjalan 
enam bulan. Bencana tsunami di Aceh dan wilayah sekitarnya membuat pekerjaan 
SBY-JK tertunda tiga bulan.

Waktu enam bulan tidaklah lama. Apalagi warisan problem menggunung dan 
memanjang seperti Bukit Barisan dan SBY- JK bukan duet Batman-Robin yang gesit 
menangkapi para koruptor di Gotham City.

Akibatnya, masa pemerintahan SBY-JK dikorting lagi tiga bulan sehingga mereka 
baru bekerja tiga bulan. Namun, baru mau ancang-ancang lari tiba-tiba seperti 
orang yang kebelet lagi.

Soalnya kawanan "anak Harto" masih berkeliaran di mana- mana. Di berita pagi, 
siang, malam, bahkan di infotainment pun masih berani bersuara.

SBY-JK dapat diskon lagi tiga bulan sehingga masa pemerintahan mereka 
sebenarnya masih nol bulan. Enak kan?

Mereka memang masih jalan di tempat karena perubahan ternyata tidak semakin 
dekat. Namun, paling tidak derap sepatu SBY-JK terdengar keras ke seantero 
Nusantara.

Walaupun baru nol bulan, banyak pembaca meminta rencana perombakan kabinet 
jangan ditunda sampai dua atau tiga bulan ke depan. Jangan pernah berikan 
kesempatan kepada para penjudi untuk menjadikan isu ini sebagai bahan taruhan. 

Mau tahu siapa saja menteri yang layak digantikan, ah itu pekerjaan yang mudah 
nian. Sepuluh jari tangan Anda semua bisa dipakai untuk menghitung 
menteri-menteri mana yang tidak pantas dipertahankan.

Flu burung wabah yang serius, tetapi penanganannya seperti main-main. Tersiar 
pula kabar tentang menteri yang menggunakan kekuasaan departemennya untuk 
mengumpulkan dana partainya.

Ada pula menteri yang isi departemennya terdiri dari para koruptor dari 
zamannya Pak Harto. Yang harus diperiksa KPK ada, yang mesti diperiksa 
psikiater pun ada.

Menteri yang mengakibatkan antrean BBM jelas kasatmata. Lalu yang ternyata 
belum berpengalaman di bidangnya paling kurang ada dua.

Toh ada Kepala Polri baru yang katanya bagus. Buktinya KPK dan Tim Tastipikor 
mampu bekerja jauh lebih serius daripada menteri-menterinya.

Seperti kata sebuah iklan, perombakan kabinet "enak dilakukan dan perlu". 
Kepada siapa kita harus mengadu kalau bukan kepada dikau berdua?

Kita telah memberikan diskon besar, dari sembilan menjadi nol bulan atau 
dihitung dari awal lagi. Jika kita kasih diskon terus, "Nenek bilang itu 
berbahaya, yeee...." ( e-mail: [EMAIL PROTECTED] )


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke