Lina Dahlan nulis: Dibusek..... Kalau Filsafat mau dianggap sebagai ilmu, baik-baik saja lah. Wong namanya juga ilmu. Yang menjadi bejat or sesat kan, apa yang dihasilkan oleh ilmu itu. Buat saya, filsafat sebagai ilmu, ya sama saja dengan ilmu-ilmu lainnya bisa menghasilkan sesuatu yang bejat dan bisa juga menghasilkan kebaikan. Tergantung manusia yang memakai ilmu itu, yang kata Mbah manusia itu ada yang mulia dan ada juga yang ngawur/berdosa. Ilmu di tangan manusia mulia menjadi mulia dan sebaliknya akan menjadi bejat ditangan orang bejat.
Mang Ucup: Terima kasih untuk komentarnya dari mba Lina yg benar2 tokcer dan berbobot Dasar2 filsafat yg ditulis oleh para cendekiawan tidak pernah ada yg bisa di bilang benar mutlak 100%, sehingga bisa dijadikan pegangan sepanjang masa, buktinya aliran2 filsafat itu selalu ber-rubah2, beda dgn Alkitab yg sudah dipakai sejak lebih dari 2.000 th tetapi tetap saja isinya tidak pernah berubah. Dan perlu juga diketahui bahwa tidak semua filsafat mendukung agama sebab di dlm filsafat bisa dibagi dua corak aliran. Corak yang menyangkut hubungan manusia dengan "Yang Mahakuasa": Dalam hal ini, aliran di dalam filsafat ada yang bercorak teistik, ada pula yang ateistik. Misalnya, Tomisme memberi tempat yang tinggi kepada Tuhan, sedangkan Positivisme menolak teologi. Karl Marx memfitnah Allah dengan mendustakan agamanya. Ia ke mana- mana mengkampanyekan bahwa agama adalah 'candu' dan 'opium' masyarakat. Pada gilirannya orang-orang itu mengikuti slogan Nietzsche: "Tuhan sudah mati!" Ludwig Feurbach, Karl Marx, Charles Darwin, Friedrich Nietzsche, dan Sigmund Freud menyusun tafsiran filosofis dan ilmiah tentang realitas tanpa menyisakan tempat buat Tuhan. Bahkan pada akhir abad itu, sejumlah besar orang mulai merasakan bahwa sekiranya Tuhan belum mati, maka adalah tugas manusia yang rasional dan teremansipasi untuk membunuhnya, demikian ungkap Karen Amstrong dalam A History of God-nya. Mungkin ada baiknya saya menulis mengenai kepercayaan, karena tiap orang mempunyai pandangannya masing2 mengenai kepercayaan itu. Salam persahabatan dgn tabik jabat tangan erat Mang Ucup *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

