----- Original Message ----- From: "PIKO" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "TANTY HANDAYANI" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, July 25, 2005 8:42 AM Subject: [semenit] Gerakan Pencet Klakson di Depan Kedubes Australia.
> Gerakan Pencet Klakson di Depan Kedubes Australia > Nurul Hidayati - detikcom > > Jakarta - Anda sering lewat Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel -- > tepatnya di persis di depan Kedubes Australia? Huh, sebel! Jalan pasti > macet karena jalur lambat kemakan pagar pembatas untuk pengamanan > internal Kedubes yang pernah jadi sasaran bom setahun lalu itu. > > Tidak Anda saja yang sebal. Ratusan, ribuan bahkan ratusan ribu > pengguna ruas jalan itu pun seperasaan dengan Anda. Dan sebagai bentuk > kekesalan itu, munculah 'gerakan memencet klakson' saat melintas persis di > depan > kantor Dubes David Richie. > > Seruan gerakan ini beredar luas di berbagai mailing list (milis). > Bunyi lengkap penggagas 'gerakan pencet klakson' sbb: > > Bagi yang bertempat tinggal di Jakarta dan kerap melintasi Jalan > Rasuna Said (dengan kendaraan bermotor) di depan Kedubes Australia: > > Setahun lebih sudah pemboman terjadi di depan Kedubes Australia dan > sejak itu jalur lambat di depan kedutaan tersebut ditutup dalam rangka > renovasi pagar halaman dan gedung Kedutaan Australia. > > Nmun kini pekerjaan pagar sudah beberapa bulan lalu selesai dan tidak > terlihat lagi para pekerja yang mengerjakan tembok tinggi yang seperti > benteng itu. > > Namun anehnya jalur untuk umum di depan kedubes sampai hari ini masih > saja ditutup dan mengakibatkan kemacetan setiap melintasi jalan itu. > Penjarahan sebagian jalan secara sepihak tidak menjamin tidak terjadinya > peledakan bom kembali di sana. > > Kabar dari Deplu RI bahwa Kedutaan Australia telah meminta kepada > pemerintah RI juga tembusan surat pada Gurbernur DKI agar jalur lambat > di depan kedubes ditutup selamanya. > > Kita sudah merasakan setengah jalur jalan di depan Kedubes Amerika > dipasangi pagar beton, lalu jalan tembus ke Bundaran HI yang melewati > Kedubes Inggris sudah sekian tahun ditutup untuk umum. Dan kali ini > Kedutaan Australia juga meminta hal yang sama. > > Namun letak Kedutaan Australia ini berada di jalur yang sangat padat > dan berada di segi tiga emas yang tentunya sangat mengganggu kelancaran > lalu lintas. > > Anehnya sampai hari ini pemerintah kota tetap saja mendiamkan > penutupan jalan tersebut. Padahal untuk mengatasi kemacetan, pemkot sedang > berupaya membangun jalur busway dan monorel. Anehnya satu gedung di Kuningan > ini didiamkan saja, membuat kemacetan berkepanjangan. > > Sebagai bangsa kita tidak hanya dilanda banyak masalah tapi yang lebih > parah lagi kita kehilangan harga diri. Pada anggota milis ini atau > siapa pun mulailah membunyikan klakson setiap melewati kedubes tersebut > sebagai tanda rakyat menolak penutupan jalan tsb. > > Kalau pemerintah sudah tak punya harga diri lagi, rakyat tentunya > masih punya karena selama ini rakyat memang tidak diurus oleh pemerintah > segalanya kita urus sendiri. Ke mana anggota DPD asal Jakarta yang > katanya mau memperjuangkan kepentingan publik? > > ** Bunyikan klakson sebagai ekspresi kita menolak penjarahan jalan > sepihak! > > ** Bunyikan klakson sebagai tanda kita punya harga diri! > > ** Bunyikan klakson selagi tidak ada aturan hukum yang melarang! > > Anda turut mendukung gerakan ini? > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

