On 7/26/05, h-nafi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> aku rasa cara terbaik adalah.....
> BAYAR CASH !!!!
> paling ndak pake kartu debet wae...

Bayar cash atau kartu debet cuma cocok bagi yang kantong dan account-nya selalu
terisi uang. Bagi yang mampu, segalanya tidak jadi masalah. 
Tapi gimana untuk yang lain? Apakah hidup ini hanya untuk yang mampu saja?

Kartu kredit jelas seperti pisau. Di tangan mereka yang boros dan
tidak terkendali
dalam berbelanja/menggunakannya, bisa saja berbalik menjadi mimpi buruk. :-P
Kecuali kalau penggunanya lupa tanggal jatuh tempo, atau melebihi pendapatan
bulanan..

IMHO, bagi yang bisa mengatur pengeluarannya (jangan sampai besar pasak daripada
tiang), kartu kredit menjadi pintu 'keluangan' 45 - 50 hari ke depan. 
Atau bagi yang paranoid (minimal super hati"), penggunaan kartu ini
bisa membahayakan
privasi..

Seingat saya, jarang sekali sampai telat bayar kartu kredit/tagihan.
Kalaupun telat,
biasanya saya langsung bayar penuh, karena besarnya pengeluaran sudah saya 
perkirakan sebelumnya. Tapi kata seorang marketing kartu kredit,
justru pelanggan
seperti ini 'kurang disukai' Bank. Karena kurang menguntungkan; jarang
menghasilkan
bunga. :D

Bahkan saat saya akan bepergian (mis: selama 2 bulan), saya bayarkan tagihan/
cicilan kartu kredit untuk 2 bulan (akhir bulan berjalan dan bulan berikutnya). 
Jadi saya tidak khawatir akan ada denda keterlambatan dll.

Dalam kasus ini bukan salah tools-nya.. tapi lebih pada siapa yang
menggunakannya.
Untuk itu marilah kita gunakan segala sesuatu secara proporsional dan
bijaksana.. :-)
CMIIW..

Tapi saya juga setuju bahwa penyelenggara jasa kartu kredit di Indonesia harus
lebih profesional dan customer oriented. Jangan sampai urusan
penagihan dilakukan
'pukul rata' dengan cara 'premanisme'.. Tidak semua pelanggan nakal..
Bahkan kadang komunikasi internal mereka sendiri buruk. 

Saya pernah mengalami hal serupa; ada orang yang 'sok galak' nagih 'hutang'.
Tapi saya bilang berulangkali, sudah membatalkan dengan pihak penjual koq.
Dan mereka masih saja berkali" (minimal 4x) menelepon saya.
Sampe capek saya komplain ke customer care mereka, minta agar komunikasi
antar mereka diperbaiki. Setelah hampir 3 bulan tidak ada lagi 'teror'
telepon. :-P
Segni perusahaan swasta (keuangan).. bukan negeri.. 

> tapi... finance kendaraan juga kaya' gitu
> istilahnya...
> SADIS !!!

Wassalam,

Irwan.K 

~bukantenagamarketingkartukredit

> On 7/26/05, Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Saya punya pengalaman serupa dengan Bank Permata...
> >
> > Namun nyang paling serem adalah dengan Bank Panin.
> > Tampaknya Bank Panin benar-benar mempekerjakan
> > "preman" untuk urusan tagihan kartu kredit...
> >
> >
> > --- Jimmy Okberto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > > Barusan ,
> > > Baru beberapa menit lalu ..
> > >
> > > Saya mengangkat Telephon di meja teman saya.
> > > Telephon yang agak tidak sopan dari Officer BII Card.
> > >
> > > Dengan seenaknya minta tolong, untuk menyampaikan
> > > kepada Teman saya agar
> > > membayar Cardnya.
> > > Punya Otak sedikit kalau jadi Officier ...
> > > Untung aku ngaku sebagai OB ...
> > > Dan dengan bersikeras saya menyatakan tidak akan
> > > menyampoikan pesan dia.
> > > Terakhir Officier BII Card tersebut mengancam dan
> > > menutu telephon dengan keras.
> > >
> > > Apa ga bisa lebih sopan sedikit ...
> > > Kok saya yang ga sangkut paut dengan BII malah
> > > disemprot dan diancam?
> > > Kode Etik kerja Officer Card BII harus dibenahi dan
> > > disekolahin dulu mulutnya ...
> > >
> > > my lovely regards ,
> > >
> > > ^(J)^
> > > :: Yang pernah merasakan pendidikan JRP.


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke