http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/26/sh06.html


Lebih 375.000 Anak dan Perempuan di Kalbar Diperdagangkan
Oleh
Aju
  
Pontianak - Tidak kurang dari 375.000 anak di bawah umur dan perempuan di 
Provinsi Kalimantan Barat telah diperjualbelikan untuk menjadi wanita penghibur 
di sejumlah kelab malam atau dikawinkan dengan pria asing. 
Hal ini dilakukan karena tuntutan ekonomi orangtua mereka. 

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan untuk Keadilan (YLBH-APIK) 
Kalimantan Barat, Hairiah, kepada SH, Senin (25/7) pagi, menjelaskan jumlah 
lebih dari 375.000 tersebut didasarkan atas data yang dihimpun sejak tahun 1990 
yang terungkap di media massa, dan pengaduan orangtua kepada YLBH-APIK dan 
kepolisian, bahwa anak perempuan telah raib entah ke mana. 
"Angka ini menjadi sangat mengejutkan, mengingat penduduk Provinsi Kalbar baru 
mencapai 3,95 juta jiwa dengan pendapatan per kapita masih terbilang relatif 
rendah, Rp 6,4 juta per tahun," kata Hairiah. Menurutnya, tuntutan ekonomi 
menjadi sangat dominam sebagai faktor penyebab anak diperjualbelikan atau 
dikawinkan dengan pria asing. 
Ia menambahkan malah ada orangtua yang mengaku didatangi seseorang untuk diberi 
uang kemudian anaknya dijemput dengan dalih akan dipekerjakan di tempat yang 
layak. Tetapi belakangan, orangtua tadi kehilangan komunikasi dengan anak 
perempuannya yang sebagian besar di bawah umur, sehingga mereka melaporkan 
kejadian itu kepada aparat kepolisian terdekat. 

Sayangnya, pelapor itu tidak tahu keberadaan orang yang telah mengiming-imingi 
pekerjaan bagi anaknya tersebut. Hairiah menduga para perempuan itu sebagian 
besar dikirim ke luar negeri lewat Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, 
Kabupaten Sanggau. Tujuan utamanya adalah Federasi Malaysia dan Singapura, 
sebagian lagi dikirim ke Pulau Batam. 

Kasus yang menimpa sekitar 300 perempuan Indonesia yang terjebak sebagai 
pelacur pada 17 unit tempat penginapan umum di Distrik Miri, Sarawak, dapat 
dijadikan salah satu bukti maraknya praktik jual-beli perempuan yang dipasok 
dari wilayah Kalimantan Barat. Menurut Hairiah, sebagian besar menimpa 
perempuan keturunan Tionghoa yang dikawinkan dengan pria asing yang sebagian 
besar berkebangsaan Taiwan. 

"Belakangan diketahui pula, tidak semua perempuan yang dikawinkan dengan pria 
asing itu mengalami nasib baik ketika sudah sampai ke negara asal suami. Ada di 
antaranya mendesak minta pulang karena terus menjadi korban kekerasan, tapi 
tidak berdaya karena keterbatasan ekonomi orangtua," ujar Hairiah. 

Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigjen Nanan Soekarna mengatakan kasus jual-beli 
anak di bawah umur dan perempuan sangat sulit diungkap, jika keluarga dan 
orangtua tidak tanggap dalam melakukan langkah antisipasi dini. "Tapi polisi 
tetap akan mengusut setiap ada laporan maupun muncul gejala praktik jual beli 
anak di bawah umur dan wanita," katanya. 
Wagub Kalbar LH Kadir menambahkan membongkar sindikat jual-beli anak tidak 
semudah yang dibayangkan karena dibutuhkan informasi konkret dari masyarakat. 
Biasanya calon korban yang akan dijual ke luar negeri menggunakan dokumen resmi 
seperti paspor. 

"Pemerintah tidak akan mungkin melarang seseorang pergi ke luar negeri, selagi 
mengikuti prosedur yang benar. Tapi Pemprov Kalbar tengah berkoordinasi dengan 
Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk memberikan penyuluhan yang memadai bagi 
masyarakat," kata Kadir

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke