Disini, kalau pesta Paskah, maka anak anak meminta korban dari orang tua. Korban ini berbentuk domba. Tapi dari cokelat. Ujung ujungnya yang jadi korban, bukan cokelatnya, tapi gigi yang rusak... Ilmu dan akal seolah berkontradiksi. Ini, mungkin lho ya, karena akal kita masih belum sejauh itu. Mungkin dengan meditasi, mBak akan menembus dinding yang membatasi akal, dan mendapat pencerahaan bathiniah.. "Anak Tuhan" dapat dipahami sebagai makhluk ciptaan yang merupakan bagian dari sang Pencipta (anak adalah ciptaan bapak/orang tua). Jadi dalam jiwa si anak, yaitu manusia, terpercik jiwa Ilahi. Jadi bukan anak dalam arti biologis. Se-Ilahi Ilahi apapun, manusia yang adalah anak Tuhan tetaplah bersifat manusia. Dia adalah anak manusia. Ini keyakinan saya. Manusia tak mungkin menciptakan manusia lain. Jadi, kita harus pahami melalui falsafah, apa yang dimaksud dengan anak Tuhan. Nah disinilah masalahnya menembus dunia transendental, karena bahasa apapun terlalu terbatas untuk menggambarkan kenyataan bathiniah. Contoh kecil: dapatkah mBak bayangkan berapa banyak titik dalam sebuah garis A-B menuju titik B? atau cobalah tuliskan lengkap hasil pembagian pi/2. Kita lalu ribut soal pemahaman kata, yang dari sana sudah terbatas. padahal, inti kebenaran itu sendiri tak terdebatkan, dan nyata. Hanya kita belum dapat menangkapnya, karena kita menggunakan indra yang terbatas. Dengan pesawat terbang biasa, se-cepat apapun, tak mungkin kita meninggalkan bumi ini, menuju planet lain. Salam pencerahan Danardono
Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: iye..iye...semua akan bertanggung jawab masing-masing krn dah berani menyadur kata Tuhan, ye mbah ye...Tapi yang saya tanya adalah maksud mbah, bukan maksud Sang Pencipta. Hanya orang yang otak dan hatinya bersih yang bisa menyadur kata Tuhan dgn baik. bener mbah, Tuhan gak nuntut pengorbanan buat diriNya. Ini dah jelas dan gak perlu simbol apapun. Mengenai simbol, kisah kurban Ishak secara keseluruhan adalah simbol ketaatan Abraham kepada Tuhannya. Tapi Tuhan pernah menyuruh Abraham untuk membunuh dan ini bukan simbol. Dan syukurnya gak jadi dan diganti domba. Jadi, korban domba dibolehkan toh dalam Bible. Ini bukan simbol kan mbah. Ini betul sebuah kisah yang menyimbolkan sebuah ketaatan seorang Nabi kepada Khaliknya. he..he...umat Islam yang melestarikan simbol ketaatan ini dengan adanya hari Kurban agar kita selalu ingat bahwa kita hanya harus taat kepada Allah sebagaimana Abraham taat. Begitu juga kisah pembunuhan anakNya. Itu betul terjadi dengan ijin Tuhan (menurut Kristen). Kisah matinya sang anakNya ini bukan simbol. Namun semua kisah ini yang kemudian menjadi simbol kasih sayang Tuhan kepada manusia. Kembali pertanyaanya, universal kah kasih yang demikian? bila harus mengorbankan nyawa manusia ? Mengapa harus ada antara kontradiksi antara akal/ilmu dan iman? Saya yakin kontradiksi ini ada karena ada yang tidak beres dengan ilmu/konsep itu sendiri ato ada yang salah dgn cara berfikir. wassalam, --- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sebelumnya, mBak, kita harus benar benar paham, apakah maksud Sang Pencipta sebenarnya. Apakah saduran kata kata Tuhan benar benar seperti yang Dia kehendaki? > > Ini kan persepsi kita? Dan, jangan lupa, dalam kisah bangsa Semit itu, juga dikisahkan, Tuhan tak mau benar benar meminta manusia dibunuh.. > > Seorang romo menerangkan pada saya, Tuhan tak pernah akan menuntut pengkorbanan, ini hanya symbol, nahh.. > > Salam > > Danardono > > > > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > Kalau mbah berprinsip demikian, dapatkah saya mengartikan bhw - > menurut mbah pribadi - kisah Tuhan mengorbankan anakNya untuk dibunuh > dalam upaya menghapuskan dosa umat manusia, adalah sangat menyalahi > hukum kasih universal tsb ?. > > wassalam. > --- In [email protected], Danardono HADINOTO > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tidak membunuh makhluk hidup, adalah hukum kasih universal, yang > berada diatas segala-galanya. Juga, kalau kadang kadang ini seolah > diizinkan oleh agama. Misalnya dalam mengadakan kurban. > > > > Bagi saya pribadi, sang Pencipta yang - menurut saya pribadi - > sangat menghargai ciptaanNya, takkan mungkin menuntut makhluknya untuk > membunuh makhlukNya yang lain, walau ini "hanya" hewan, untuk > dikurbankan. > > > > Salam > > > > Danardono > > > > > > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > SPONSORED LINKS > Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian > > --------------------------------- > YAHOO! GROUPS LINKS > > > Visit your group "ppiindia" on the web. > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > --------------------------------- > > > > > ********************************************************************* ************** > > It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; > they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against > misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. > > Sidharta Gautama > > > > > --------------------------------- > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- *********************************************************************************** It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. Sidharta Gautama --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

