Adakah privatisasi air yang berjalan dengan baik? Di berbagai negara seperti Filipina, Ghana, Inggris, bahkan kota Atlanta (AS) privatisasi air hanya mengakibatkan kenaikan tarif dgn mutu yang tidak berubah.
Misalkan hanya 2 perusahaan (TPJ dan Palyja) tidak kompetitif, apakah harus 10 perusahaan agar harganya bersaing? Haruskah ada 10 pipa air dari 10 perusahaan berbeda di depan tiap rumah penduduk, sehingga para penduduk bebas memilih perusahaan air mana yang mereka pilih? Jika begitu, bukankah biaya investasi untuk pipa air mau pun instalasinya maupun maintenance meningkat jadi 10 kali lipat? jika begitu, bagaimana tarif bisa turun? Kenapa perusahaan swasta seperti Thames dan Lyonnaise hanya "invest" di Jakarta yang densitas penduduknya tinggi? Kenapa tidak di daerah2 Kalimantan atau Papua? Jika pada PAM Jakarta yang hampir keseluruhannya sudah terpasang pipa air (sebelum investor asing masuk) saja para investor asing sudah minta kenaikan tarif, bagaimana jika di satu kota belum ada jaringan pipa airnya? Tentu biayanya akan jauh lebih mahal. --- Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > wong privatisasinya sontoloyo.... coba dulu arie > sigit > dan tutut dapat setoran berapa dari thames dan > lyonnaise....? > > lagipula privatisasi macam apa tanpa adanya pemain > lain di pasar....? monopoli pemerintah saja > mengerikan > apalagi monopoli swasta.... > > sementara pemerintah dikentutin diam saja.... > (nyengir-nyengir sedikit, takut kehilangan jabatan > sih, > dan dapat kickback juga kecil-kecilan....) > boro-boro menjalankan tugas utamanya sebagai > regulator dan wasit yang adil.... > > dari awal ini bukan kegiatan untuk mensejahterakan > rakyat kok.... tapi perampokan/korupsi berkedok > privatisasi.... > > salam, > > > > At 03:12 AM 7/28/05 -0700, you wrote: > >Berikut berita dari Kompas Online tentang hasil > >privatisasi air di Jakarta. Jika benar, ternyata > >privatisasi ini hasilnya berlawanan dari yang > >dipaparkan oleh para ekonom neoliberal. > > > >Meski BUMD PAM Jaya telah dijual ke perusahaan > asing, > >yaitu Thames dari Inggris dan Lyonnaise dari > Perancis, > >ternyata mutu air serta pelayanan tetap buruk. > Tarif > >naik setiap 6 bulan sekali (alasannya rugi). > Kemudian > >Komparta juga menuduh ada korupsi senilai Rp 800 > >milyar di situ. > > > >Kegagalan hasil privatisasi air ini mengulang kisah > >lama yang telah terjadi di Argentina, Filipina, > >Atlanta (AS), Inggris, dsb. > > > >Dengan privatisasi air, elit pejabat pemda serta > >perusahaan swasta menarik untung dari rakyat yang > >memakai PAM. > > Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

