29.07.2005

Riset Luar Angkasa

Manusia memang tidak diciptakan untuk hidup di ruang
hampa dan dalam kondisi tanpa bobot. Karena itu,
banyak riset ruang angkasa meneliti dampak kondisi
tanpa bobot atau bebas gravitasi pada manusia. 

Salah satu penelitian yang terfokus pada dampak
kondisi  tanpa bobot untukkesehatan manusia  adalah
studi "60-hari-tirah-baring“ yang dilakukan Badan
Antariksa Eropa (ESA). Pimpinan riset Dr. Peter Jost
menjelaskan pentingnya hasil penelitian tersebut untuk
meningkatkan kesehatan para angkasawan

Jost: “Dalam keadaan berdiri tegak dan dipengaruhi
gravitasi penuh, manusia menggunakan 60 persen
jaringan ototnya. Struktur penyangga dalam kerangka
tubuh manusia juga berfungsi menyeimbangkan pengaruh
daya tarik bumi. Selain itu, sistem peredaran darah
dan jantung pun sarat dengan refleks  yang berfungsi
memompa darah ke seluruh tubuh dalam keadaan berdiri.“

Menurut Jost, dalam kondisi tanpa bobot atau bebas
gravitasi, jaringan otot, struktur penyanggga serta
refleks peredaran darah yang tidak terpakai akan
mengalami penyusutan massa dan fungsinya akan
berkurang. Phenomena serupa dapat diperhatikan pada
pasien tirah baring. Dalam eksperimen yang diikuti 12
peserta uji coba, para relawan diminta untuk berbaring
di tempat tidur selama 60 hari. Sebuah tim beranggota
12 peneliti dari Badan Antariksa Eropa, Perancis,
Jepang dan Kanada mengawasi kelancaran eksperimen ini.


Elisabeth Giesen, peserta dari Jerman menceritakan:
"Kami terbaring terus di tempat tidur, dengan bahu
yang harus tetap menyentuh kasur, katanya agar posisi
badan tidak berubah. Tapi anggota tubuh lainnya boleh
digerakkan secara bebas seperti kaki dan tangan.“

Tim peneliti secara terus-menerus mengamati keadaan
para peserta uji coba. Cairan tubuh dan kadar lemak
peserta diperiksa  dengan memasang dua alat pemantau
pada tubuh mereka. Selain itu juga diadakan biopsi,
yaitu pengambilan sampel jaringan otot untuk meneliti
perkembangannya, papar Giesen.

Selain otot dan kerangka tubuh, yang juga dipengaruhi
kondisi tanpa bobot di luar angkasa adalah sistem
peredaran darah manusia. Peter Norsk dari Universitas
Kopenhagen menjelaskan:
“Kita semua dipengaruhi gravitasi. Tentunya, gravitasi
membebani jantung dan sistem peredaran darah manusia.
Terutama untuk pasien penderita sakit jantung, gaya
tarik bumi merupakan beban yang sungguh terasa. Karena
itu kami dapat menggunakan hasil riset luar angkasa
untuk memperbaiki kondisi perawatan bagi pasien
penyakit jantung dengan mengurangi pengaruh gravitasi
pada pasien.“

Data yang dikumpulkan peneliti Denmark menunjukkan,
kondisi tanpa bobot memang mengurangi tekanan pada
sistem jantung dan peredaran darah. Bahkan hasil yang
ditemukan lebih positif daripada yang diperkirakan.
Jantung lebih banyak memompa darah sementara pembuluh
darah membesar, jelas Professor Norsk.

Norsk: "Hipotesa kami, hal ini dapat bermanfaat bagi
pasien penderita sakit jantung. Tentu kami tidak dapat
menerbangkan pasien tersebut ke luar angkasa. Kami
mencoba menciptakan lingkungan mikro gravitasi atau
gravitasi rendah, misalnya dengan terapi air. Ternyata
kondisi mereka membaik secara cepat. Kemudian
perawatan dilengkapi dengan menyeimbangkan kadar garam
dan air dalam tubuh pasien dengan harapan mereka lebih
resisten terhadap daya tarik bumi.“

Jadi hasil riset luar angkasa ternyata dapat digunakan
untuk memperbaiki kondisi perawatan pasien di bumi.
Ironisnya, sampel data yang mendasari riset peneliti
Denmark justru diperoleh dari misi penerbangan
terakhir pesawat Columbia, yang mengalami kecelakaan
tahun 2003 dan menewaskan ketujuh awak pesawatnya.

Peluncuruan Discovery dan Atlantis

Dua tahun setelah kecelakaan pesawat Columbia, Badan
Antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan rencana
peluncuran pesawat ulang-alik Discovery dan Atlantis.
Armada pesawat NASA memang sempat dibeku-operasikan
selama Badan Penyelidik Kecelekaan Columbia (Columbia
Accident Investigation Board atau CAIB) berusaha
mengungkap penyebab meledaknya pesawat Columbia sesaat
setelah memasuki atmosfer bumi.

Walaupun NASA mengakui penerbangan luar angkasa tak
mungkin terlepas dari risiko, Badan Antariksa AS
tersebut bertekad meluncurkan kembali pesawat
ulang-aliknya dengan tujuan Stasiun Ruang Angkasa ISS.
Andre Silvester, pimpinan tim insinyur NASA
menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh timnya untuk
mengurangi risiko peluncuran pesawat Discovery.

Silvester: "Lengan mekanik pada pesawat ulang-alik dan
stasiun ruang angkasa dapat diperlengakpi dengan
sensor gerak dan kamera. Kamera ini dapat memantau
bagian perut pesawat, tetapi ada sudut yang tak
terlihat, seperti misalnya ekor pesawat. Kamera luar
stasiun ruang angkasa ISS pun tidak dapat memantau
seluruh tubuh pesawat . Karena itu kami mengkonstruksi
perpanjangan lengan yang diujungnya dipasang sensor
atau kamera. Dengan kamera ini kami berharap dapat
menemukan sumber masalah dengan cepat dan dapat
menganalisa parahnya kerusakan.”

Menemukan kerusakan pada bagian luar pesawat hanyalah
satu dari tantangan yang dihadapi tim insinyur NASA.
Columbia Accident Investigation Board menuntut agar
para astronot dapat memperbaiki sementara kerusakan
yang ditemukan. Perbaikan darurat ini akan dilakukan
dengan menyemprotkan campuran dari dua komponen
silikon pada panel pelindung. Laura Bailey, pimpinan
tim untuk perbaikan panel pelindung tubuh luar pesawat
menjelaskan cara kerja alat bantu darurat tersebut.

Bailey: "Bahan yang akan dicampur serta alat
penyemprotnya dibawa astronot dalam ransel, yang dapat
dilekatkan pada tangki oksigen pada saat menjalankan
misi luar pesawat. Bila tombol ini ditekan, maka kedua
zat silikon akan tercampur. Campuran tersebut akan
disemprotkan pada bagian yang mengalami kerusakan
melalui selang.“

Cairan yang akan mengeras dengan cepat harus diratakan
agar tidak membentuk gelembung yang dapat mengganggu
saat pesawat ulang alik mendarat. Dengan demikian,
kerusakan dapat diperbaiki sementara.

NASA juga menambah dua pesawat Jet tipe WB-57 yang
akan memantau peluncuran dan pendaratan pesawat
Discovery dan Atlantis dari ketinggian 20 kilometer.
Sementara, ratusan kamera di darat akan merekam setiap
detik dari proses tinggal landas pesawat.

Bila setelah tinggal landas ditemukan kerusakan atau
masalah lain, pesawat ulang alik dapat merapat pada
stasiun ruang angkasa internasional ISS. Michael
Kostelnik, wakil pimpinan NASA mejelaskan fungsi ISS
sebagai suatu pelabuhan yang aman.

Kostelnik: „Untuk keadaan darurat di masa depan kami
akan menyiapkan dua wahana. Kami sudah mempersiapkan
peawat Atlantis sementara masih merencanakan
peluncuran Discovery, sehingga dalam keadaan darurat
kami dapat melaksanakan misi penyelematan ke stasiun
ruang angkasa ISS dalam waktu 30 hari. Persediaan
oksigen, bahan bakar dan bahan makanan di Stasiun ISS
seharusnya mencukupi untuk semua awak pesawat.“

Namun, sepertinya persiapan matang NASA belum
membuahkan hasil. Saat ini, peluncuran pesawat
Discovery telah berkali-kali ditunda. Rencana
peluncuran terakhir Discovery  pada tanggal 13 Juli
lalu terpaksa ditangguhkan karena ditemukan kerusakan
pada piranti sensor penujuk level bahan bakar.
Sementara itu, launch window atau kesempatan
peluncuran akan tertutup tanggal 31 Juli. Kalau
tenggang waktu tersebut terlampaui, peluncuran
berikutnya baru dapat dilakukan September 2005, saat
stasiun ruang angkasa ISS kembali berada di orbit yang
tepat.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hl0pssq/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122631720/A=2894352/R=0/SIG=11fdoufgv/*http://www.globalgiving.com/cb/cidi/tsun.html";>Help
 tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke