Sejak masa kecil mereka sering bermain tanpa mengetahui atau memikirkan apa 
yang akan menisahkan kehidupan mereka di hari kemudian.Demikianlah kehidupan 
dua anak sahabat karib pada masa kanak-kanak mereka..

Pada usia dewasa yang satu menjadi Haji  dan yang lain pendeta Kristen. 
Sekalipun kedudukan mereka berbeda dalam masyarakat, tetapi mereka tetap 
bersahabat seperti sedia kala semasa kanak-kanak.

Pada suatu hari mereka bersepakat untuk berdua bersama-sama peri mengunjungi 
saudara-saudara masing-masing di desa desa yang letaknya di  seberang 
gunung,  jauh dari tempat kediaman mereka. Mereka bejalan kaki, harus naik 
gunung sudah itu harus turun gunung, lembah yang penuh binatang buat. 
menyebrang sungai untuk sampai ke kampung yang mereka tujukan. Ketika sampai 
ditepi sungai, si pendeta jadi panik. Pak haji tahu menduga alasannya, 
tetapi menanyakan:  "Apa yang kamu ragu-ragukan?".  Pendeta menjawab: 
"Airnya agak dalam hari ini. Aku tak mau jubahku basah, dan tidak bawa 
pakain ganti". "Koq soal begitu saja repot. Ayo sini naik di punggak saya 
dan pegang kepala saya", kata sang Haji.

Lalu  pendeta pun naik ke pundak haji lalu menyebang sungai. Tiba-tiba 
keluar dari mulut pendeta: "Ini namanya pendeta naik haji".

Tanpa menghiraukan ucapan pendeta, pak haji terus maju melawan arus sungai 
menuju ke seberang, tiba-tiba beliau merasa airnya sangat dalam, lalu pak 
haji mengatakan : "Ini namanya haji mempermandikan pendeta di sungai 
Yordan".

Kedua orang  sahabat itu tercemplung dan berenang menyelamatkan jiwa.


----- Original Message ----- 
From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, July 29, 2005 12:12 PM
Subject: Mengapa Menghina Ulama dan Mencampuri Agama Islam? Re: [ppiindia] 
Fw: [perempuan] 11 Fatwa MUI, Mulai Imam Perempuan Hingga Liberalisme


> Heran. Orang-orang Kristen kok tega-teganya menghina
> ulama ummat Islam yang ada di MUI sebagai pemabok?
> Coba bayangkan, bagaimana kalau ummat Islam menghina
> pendeta orang Kristen sebagai pemabok? Apa tidak
> tersinggung/SARA?
>
> Setiap agama ada aturannya masing2.
> Mari kita saling menghargai. Bukan saling menghina
> atau mencampuri aturan agama orang lain.
>
> --- Carla Annamarie <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
>>
>>
>> ----- Forwarded by Carla
>> Annamarie/PRUIDN/IDN/Prudential on 07/29/2005
>> 04:48 PM -----
>>
>>
>>              "Kalyanamitra"
>>
>>              <[EMAIL PROTECTED]>
>>
>>              Sent by:
>>                    To
>>              [EMAIL PROTECTED]
>> <[EMAIL PROTECTED]>
>>              oups.com
>>                    cc
>>
>>
>>
>>               Subject
>>              07/29/2005 04:18          Fw:
>> [perempuan] 11 Fatwa MUI, Mulai
>>              PM                        Imam
>> Perempuan Hingga Liberalisme
>>
>>
>>
>>
>>              Please respond to
>>
>>              [EMAIL PROTECTED]
>>
>>                  oups.com
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Kita yang masih waras berpikirnya,
>> udah nggak usah gubris fatwa majelis mabok itu.
>> Yakinlah, lebih banyak
>> Islam
>> yang waras ketimbang sekelompok kecil itu. Tuhan,
>> ampuni kemabokan mereka
>> itu. Amin.
>>
>> Salam,
>> hegel
>> ----- Original Message -----
>> From: "BJD. Gayatri" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[EMAIL PROTECTED]>
>> Sent: Friday, July 29, 2005 4:02 PM
>> Subject: Re: [perempuan] 11 Fatwa MUI, Mulai Imam
>> Perempuan Hingga
>> Liberalisme
>>
>>
>> > barangkali, sedang dibawa kepada masa kekelaman
>> pemikiran,
>> > ketika sebuah hegemoni (yang punya kekuasaan untuk
>> membuat sebuah arus)
>> sedang menyeret para pengikut-pengikutnya untuk
>> bersama-sama menuju
>> kesempitan/kepicikan berpikir, dan kehilangan akal
>> sehat serta nilai-nilai
>> universalitas/pluralisme
>> >
>> > p.s.: siapa berani melawan hegemoni kepicikan
>> ini??? atau kita aka
>> nmengulang sejarah bangsa eropa di abad
>> pertengahan???
>> >
>> > BG-
>> >
>> >
>> > Wahyu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> > Apa yang terjadi, Indonesiaku???
>> >
>> > artinya:
>> >
>> > 1. perempuan tetap warga kelas dua.
>> >
>> > 2. MUI setuju Perpres 36/2005
>> >
>> > 3. MUI setuju TKW-TKW dihukum mati tanpa ada
>> pembelaan
>> >
>> > 4. pluralisme adalah subversif..
>> >
>> >
>> >
>> > 11 Fatwa MUI, Mulai Imam Perempuan Hingga
>> Liberalisme
>> > Nurul Hidayati - detikcom
>> >
>> > Jakarta - Munas VII Majelis Ulama Indonesia
>> ditutup Jumat (29/7/2005)
>> oleh
>> Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta. Hasil
>> Munas MUI yang patut
>> disimak adalah 11 fatwa yang dirilis lembaga itu.
>> >
>> > Fatwa terbaru itu diumumkan Kamis (28/7/2005)
>> malam. Untuk
>> mengingatkannya, ada baiknya kita simak fatwa-fatwa
>> tersebut:
>> >
>> > 1) MUI mengharamkan pelanggaran hak atas kekayaan
>> intelektual termasuk
>> hak
>> cipta.
>> >
>> > 2) MUI mengharamkan perdukunan dan peramalan
>> termasuk publikasi hal
>> tersebut di media.
>> >
>> > 3) MUI mengharamkan doa bersama antaragama,
>> kecuali doa menurut keyakinan
>> atau ajaran agama masing-masing, dan mengamini
>> pemimpin doa yang berasal
>> dari agama Islam. Fatwa ini dikeluarkan karena doa
>> bersama antaragama
>> dianggap sebagai sesuatu yang bid'ah atau tidak
>> diajarkan dalam syariah
>> agama Islam.
>> >
>> > 4) MUI mengharamkan kawin beda agama.
>> >
>> > 5) MUI mengharamkan warisan beda agama kecuali
>> dengan wasiat dan hibah.
>> >
>> > 6) MUI mengeluarkan kriteria maslahat atau
>> kebaikan bagi orang banyak.
>> >
>> > 7) MUI mengharamkan pluralisme (pandangan yang
>> menganggap semua agama
>> sama), sekularisme dan liberalisme.
>> >
>> > 8) Fatwa yang memperbolehkan pencabutan hak
>> pribadi untuk kepentingan
>> umum. Fatwa MUI ini sama dengan kebijakan
>> pemerintah, asal diberikan ganti
>> rugi yang layak dan tidak untuk kepentingan
>> komersial.
>> >
>> > 9) MUI mengharamkan imam salat perempuan.
>> >
>> > 10) MUI mengharamkan aliran Ahmadiyah.
>> >
>> > 11) MUI memperbolehkan hukuman mati untuk tindak
>> pidana berat. (nrl)
>> >
>> >
>> > Wahyu Susilo
>> > Project Officer Poverty & MDGs
>> > International NGO Forum on Indonesian Development
>> (INFID)
>> > Jl. Mampang Prapatan XI/23
>> > Jakarta 12790
>> > Phone: 62-21-79196721/22
>> > Fax: 62-21-7941577
>> > e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > website: www.infid.org, www.infid.be
>> >
>> >
>> > [Non-text portions of this message have been
>> removed]
>> >
>> >
>> >
>> > _________________________
>> >
>> > Subscribe>>[EMAIL PROTECTED]
>> > Unsubscribe>>[EMAIL PROTECTED]
>> > Arsip>>http://groups.yahoo.com/group/perempuan
>> > _________________________
>> >
>> > PILIH PENERIMAAN E-MAIL:
>> > 1>satu-satu
>> > 2>rangkuman harian
>> > 3>akses di http://groups.yahoo.com/group/perempuan
>> > _________________________
>> >
>> > MAAF, MILIS INI TIDAK MENERIMA ATTACHMENT
>> >
>> > _________________________
>> >
>> > Yahoo! Groups Links
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
> === message truncated ===
>
>
> Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
> Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke