Ikutan ahh....... Sebenarnya yg menjadi masalah adalah ketidaktegasan regulasi dan tiindakan dari pemerintah tempo dulu. Kenapa? Ketika negara lain melarang Jamaah Ahmadiyah berdiri, pemerintah negara ini malah "mengizinkan" atau memang mereka tidak peka terhadap resiko yang akan timbul atau yang lebih dari itu adalah malah "memanfaatkan" keberadaan Jemaah Ahmadiyah untuk kepentingan politik waktu itu?
Namun demikian penyerbuan tersebut tidak bisa dibenarkan dalam kacamata hukum. Tidak boleh. Atau malah ada pihak tertentu yang mendorong kondisi itu sebagai "black propaganda", begini lho Islam itu. Seakan-akan opini kita akan digiring kesana, untuk menciptakan image yg buruk tentang Islam. MUI adalah wadah para kyai dan ulama di Indonesia ini, tentu saja keberadaan mereka diperlukan oleh umat Islam. Hatta Suharto yang represif saja tahu akan hal itu. Kalau ada yg tidak suka dengan fatwa yg dikeluarkan. Mari kita introspeksi diri, karena acuan dalam Islam adalah jelas ada pada Al-Quran & Hadist. Kalau kalangan non Muslim tidak suka dengan Islam atau dengan fatwa yang dikeluarkan MUI, itu mah wajar. Tak heran. Nah, kalau yang mengaku orang islam alias muslim alias berserah diri yg hanya akan berhukum kepada Al-Quran & Hadist, kemudian ikutan menghujat, akan lebih fair kalau dia introspeksi diri. Sudahkah kita mempelajari Islam dengan benar? Sudahkan kita berserah diri pada aturan Allah SWT dalam Al-Quran & Hadist? Atau jangan2 diri kita tak cukup bersih untuk bisa mencerna semua itu. Kalau demikian pantaskah, kita berdoa untuk bisa diterima disisi-Nya kelak? Salam, ----- Original Message ----- From: "Nugroho Dewanto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, July 29, 2005 8:04 PM Subject: Re: [ppiindia] Re: Gus Dur : Abaikan Fatwa MUI > > mbak kucing, > > rasanya saya sudah cukup banyak membaca tentang > ahmadiyah.... baik dari anggota milis ini maupun dari > sumber lain.... > > memang ahmadiyah berbeda dengan islam mainstream > seperti kita.... tapi apakah itu bisa menjadi alasan untuk > menganiaya mereka....? > > saya merasa cukup membatasi diri dengan > mengatakan ahmadiyah berbeda dengan islam > mainstream.... saya merasa tak punya mandat dari > siapapun (dari Tuhan, apalagi sesama manusia....) > untuk memvonis ahmadiyah sesat.... > > Tuhan sendiri tak pernah memaksa manusia > beragama atau tak beragama.... kalau Dia mau, > bukankah gampang menjadikan semua manusia > menjadi penganut islam mainstream...? tapi Dia > menciptakan kita berbeda-beda, untuk saling > kenal mengenal dan bekerjasama.... > > perbedaan urusan langit biarlah Dia sebagai > pemilik langit dan bumi yang nanti menentukan.... > > manusia adalah mahluk yang lemah.... tempatnya > salah dan lupa.... karena itu mestinya kita rendah > hati.... senantiasa instrospeksi lebih baik ketimbang > merasa apa yang kita perbuat sudah selalu benar.... > > sebagai muslim saya merasa malu, ahmadiyah bisa > hidup damai di negara-negara yang mayoritas > penduduknya bukan muslim.... kok di negara > yang mayoritas penduduknya islam malah > teraniaya....? > > belajarlah dari sejarah peradaban islam masa lalu > yang biasa hidup kosmopolit, majemuk dan > menghargai perbedaan.... hanya dengan cara itu > umat islam bisa meraih kembali kemajuannya.... > > btw, baru ada ahmadiyah negeri ini sudah geger.... > bagaimana kalau ada penganut druze, ada yahudi, > ada syiah dalam jumlah yang signifikan....? apakah > kita akan saling berbunuhan....? > > salam, > > > > > At 12:34 PM 7/29/05 +0000, you wrote: > > >Mas Nugroho, kalau sampeyan mau tahu seperti apa klaim Mirza Ghulam > >Ahmad yang menyatakan diri menerima wahyu serta bermimpi bertemu > >Rasulullah, para sahabat, Khalifahtur rasyidin dan guru baba anda > >bisa lihat di: > > > > > >http://www.ahmadiyya.or.id/pustaka/buku/bshp/bshp.pdf > > > >lihat hal 53-54 > > > > > >selanjutnya saya tunggu komentar anda. Saya masi lebih dulu melihat > >seperti apa admadiyya ini. > > > >'salam > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hnm3jqo/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122724674/A=2894354/R=0/SIG=11qvf79s7/*http://http://www.globalgiving.com/cb/cidi/c_darfur.html">Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

