SUARA PEMBARUAN DAILY RI - Cina Teken Perjanjian Bisnis US$ 7,5 Miliar
SHENZHEN - Indonesia dan Cina menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi di berbagai bidang senilai US$ 7,5 miliar (sekitar Rp 73,5 triliun). Perjanjian kerja sama itu meliputi bidang energi dan infrastruktur. ''Semuanya menggunakan skema yang didanai oleh Bank Pembangunan Cina, dan tidak membutuhkan garansi dari Pemerintah Indonesia,'' kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, MS Hidayat, saat menyertai kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Shenzhen, Cina, Jumat (29/7). Menurutnya, perjanjian atau principal agreement itu merupakan pencapaian terbaik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraan ke negeri Tirai Bambu itu selama empat hari. Hidayat menyebutkan, ada empat perjanjian kerja sama ekonomi yang ditandatangani. Pertama, perjanjian antara Pertamina dan perusahaan minyak dan kimia Cina, Sinopec, untuk membangun kilang minyak Tuban, Jawa Timur, senilai US$ 2,4 miliar. Kedua, pembangunan pembangkit tenaga listrik sebesar 22 megawatt di Tanjung Jati antara perusahaan Cina dengan Bakrie Power dan MS Hidayat Group senilai US$ 3 miliar. Ketiga, kerja sama pembangunan pembangkit tenaga listrik di Sumatera Selatan senilai US$ 2,6 miliar, antara perusahaan Cina, Guadian Engineering dan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam. Keempat, proyek pembangunan jalur kereta api di Sumatera Selatan untuk pengiriman bahan tambang senilai US$ 500 juta. Ketika ditanyakan, mengapa perjanjian itu tidak melalui tender terbuka sebagaimana hasil infrastructure summit di Jakarta, Januari lalu, MS Hidayat mengatakan, proyek tersebut sudah merupakan rencana yang lama. Dicontohkan, untuk pembangkit listrik di Tanjung Jati sudah terhenti sejak 6 tahun lalu. Da menilai, realisasi investasi Cina ke proyek kerja sama itu selangkah lebih maju dibandingkan dengan Jepang. Sebab Jepang masih mencari skema keuangan yang pas untuk mendanai proyek-proyek kerja sama di Indonesia. Penandatanganan proyek berlangsung dalam sebuah pertemuan bisnis yang diselenggarakan Dewan Promosi dan Perdagangan Internasional Cina dengan Kadin Indonesia, yang dihadiri oleh Presiden Yudhoyono. Dalam pertemuan bisnis itu, pemimpin perusahaan Artha Graha Grup, Tommy Winata menandatangani kerja sama dengan kalangan swasta Cina untuk membangun kawasan industri di Jawa Barat. Dorong Investasi Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan para pengusaha Cina tidak menunggu berlarut-larut untuk berinvestasi di Indonesia. Apalagi saat ini Indonesia sedang menggalang dana sekitar US$ 140 miliar untuk membangun infrastruktur. Dari jumlah itu, 60 persen di antaranya diharapkan datang dari swasta. Kepada pengusaha Cina, Presiden mengungkapkan, kondisi Indonesia saat ini membaik, yang ditandai dengan stabilitas politik yang mantap, stabilitas ekonomi makro yang dinamis dalam tiga tahun terakhir, kondisi multikulturalisme yang semakin berkembang, investasi yang makin baik, penegakan dan kepastian hukum yang makin maju, kondisi keamanan yang makin mantap, kepercayaan dunia internasional yang makin meningkat, serta terus memperbaiki iklim ketenagakerjaan. Sebelumnya dalam pertemuan dengan Presiden Cina, Hu Jintao, kedua kepala negara berkomitmen untuk meningkatkan nilai perdagangan menjadi US$ 30 miliar pada tahun 2010. (Ant/A-17) Last modified: 30/7/05 http://www.suarapembaruan.com/News/2005/07/30/index.html [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h46p74t/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122726082/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

