Kalau mau apply kartu Gakin bisa lewat RT atau posyandu setempat kok. Terkadang kesulitannya, ketika kartu ini ditawarkan ke masyarakat, mereka udah duluan skeptis, merasa bukan mereka yang seharusnya mendapatkan hal semacam ini. Namun ketika sakit itu datang, dan Gakin tidak ditangan, apa hendak kita lakukan ?
Istri saya, kader posyandu, kesulitan ketika menawarkan kartu ini pada msyarakat sana. padahal, saya dan keluarga saja, meskipun mendapat asuransi kesehatan dari tempat bekerja sering mengeluh, abis perusahaannya pelit, jatah kamar rawat inap cuma yg seharga 150 rb per hari, ini adalah kelas tiga di rumah sakit Jakarta semacam Mitra. Kamar kelas II udah 200 rb lho .... gak ku ku dech. Ya, harga sarjana di Indonesia masih taraf ini. Makanya bersyukur sekali, waktu tgl 20 Juli kemarin plafonnya naik jadi 300 rb, meski masih limited di sana sini. Tapi dengan harga Jakarta yang gila ini, terus terang suka gamang juga. Lha, gimana yg gak punya Gakin ? Pengen kerja di oil company,karena bagian bersih bersih aja tahun lalu plafonnya 300rb, dan semua di cover. Ada teman cerita office boynya sakit dan perlu dioperasi, sampai 35 jt, dan semua dicover. Lha kalo saya kayaknya kena limit tuh bisa bisa :( Refleksi pribadi ke masa lalu ..... Ini sama kasusnya dengan beasiswa. Di jaman kuliah, banyak beasiswa receh bertebaran, supersemar, PPA, terus ditambah ketika krisis student loan 400 rb dan BKM - bea kerja mahasiswa, si mhs nanti magang bantu di institusi kampus. Beberapa jam sehari. Saya sebut receh, karena ketika tahun 98-2000 an itu, jumlahnya cuma 60 rb per bulan. beda jauhlah dengan beasiswa macam Epson, LG, GE Electrick, Sanwa bank, Freeport yang bisa berjuta juta. Di jaman itu, 60 rb pun tidak cukup dipakai bayar makan dan kos kosan. Di mlang saja kost antara 50 rb - 100 rb pada waktu itu. Tapi karena banyaknya jumlah beasiwa maka ya lumayan juga buat tambah tambah, meringankan hidup. wong untuk tiap jenis beasiswa itu saja yang dapat bisa sampai 300 orang. Jadi kalau ada Supersemar, PPA dan BKM udah 900 orang. Tapi, yang bener benar miskin dan nggak mampu ternyata sungkan apply. Harga dirinya terlalu tinggi untuk cari beasiswa. Saya waktu itu dapat keringanan SPP gratis karena juara Lomba Karya Tulis tingkat nasional di tambah lagi apply supersemar, lumayanlah ... cuma mikir ongkos pulang pergi ke kampus saja, karena makan ikut ortu yang udah pensiun dan 3 anak semua kuliah, SPP gak mikir lagi, uang buku dan fotokopi dari receh beasiswa. Untuk biaya paper dan tugas tugas, saya jadi agen penerjemah bahasa Inggris di rental dan temen yg punya agen terjemahan. Untuk ukuran Malang, penerjemah bisa dapat 2000-3000 rupiah per lembar, biasanya ramai kalau mahasiswa dapat tugas atau mahasiswa pasca. Lumayan bisa dapat tambahan 150 rb-300 rb tiap bulan. Sekalian menajamkan kemampuan berbahasa dan tambah ilmu, soale terpaksa baca :)) Alih alih malah bisa nabung, modal buat jadi aktivis di kegiatan kampus :P Lagi lagi saya lihat, mahasiswa yang kurang mampu, meskipun cerdas di tempat saya, jarang yang berpikir alternatif ke sini. Meskipun saya sering mengajak mereka. Hanya beberapa, sedikit sekali, yang akhirnya bergerak. Nampaknya ada arogansi tertentu tak terjelaskan dan mungkin mereka sendiri tidak menyadarinya. Memang sich, Malang bukan kota bisnis/industri, sehingga sulit mencari pekerjaan tambahan/part time buat mahasiswa. salam, Ari Condro ----- Original Message ----- From: "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> Kalau belum pernah mencoba mengurus Gakin tapi langsung mau nyalahin pemerintah saja, fair-kah? Kenapa tidak dicoba dulu dan laporkan kalau ada masalah? Saya juga tanya: gimana peran Pak RT, Lurah dll? ANda kan langsung menganggap mereka semua brengsek tanpa menunjukkan suatu bukti. Ada cerita keluarga teman saya di Indonesia, mereka terbantu sekali dg adanya kartu Gakin shg anaknya yg sakit berkepanjangan bisa mendapat layanan kesehatan. Tentu itu bukan representasi umum, tapi menggeneralisir bahwa kartu gakin pasti dikorupsi dan gak mungkin dapat juga salah. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h72c6fn/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122811464/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

