REPUBLIKA
Senin, 01 Agustus 2005

Ekonom Penjajah 

Oleh : Revrisond Baswir 


Jika ada ekonom terjajah, tentu ada pula ekonom penjajah. Ekonom terjajah, 
sebagaimana saya ulas dalam analisis Juni lalu, adalah para ekonom yang sangat 
terpesona dengan pemikiran ekonomi yang dikembangkan oleh kaum penjajah. Karena 
sangat terpesona dengan pemikiran ekonomi kaum penjajah, tanpa disadari, 
kebijakan ekonomi yang mereka kembangkan cenderung mengabdi pada kepentingan 
ekonomi negeri penjajah.

Pertanyaannya, apakah yang saya maksud dengan ekonom penjajah? Sepintas lalu, 
keinginan saya untuk menelusuri ekonom penjajah ini mungkin terkesan 
mengada-ada. Bahkan, jika ditanyakan kepada para ekonom terjajah, mereka 
mungkin dengan sinis akan menyebut saya sebagai seorang kolumnis yang kurang 
pekerjaan atau paranoid. 

Tetapi sebagai seorang kolumnis yang telah menulis selama empat setengah tahun 
secara berturut-turut di harian ini, saya mustahil bertindak sembarangan. 
Sebagai seorang kolumnis, saya secara teratur menyempatkan diri membaca buku 
terbitan dalam dan luar negeri. Artinya, walaupun secara pribadi saya 
bertanggung jawab terhadap setiap kolom yang saya buat, saya jarang sekali 
menulis tanpa sumber bacaan yang jelas.

Dalam menelusuri keberadaan ekonom penjajah ini, saya setidak-tidaknya mengacu 
pada dua buku berikut. Buku pertama ditulis oleh Michael Hudson, berjudul Super 
Imperialism: The Origin and Fundamentals of US World Dominance (Pluto Press, 
London, 2003). Sedangkan buku kedua ditulis oleh John Perkins, berjudul The 
Confession on An Economic Hit Man (Berret-Koehler Publishers, Inc., San 
Fransisco, 2004).

Hudson, dalam Super Imperialism, memang tidak secara khusus berbicara mengenai 
sepak terjang para ekonom, lebih-lebih mengenai para ekonom penjajah. Sesuai 
dengan judul bukunya, Hudson secara panjang lebar bercerita mengenai asal mula 
dan pokok-pokok dominasi Amerika di dunia.

Secara ringkas, terdapat tiga hal pokok yang dikupas Hudson dalam buku setebal 
425 halaman tersebut. Pertama, mengenai kelahiran orde dunia Amerika. Pada 
bagian ini Hudson bercerita mengenai upaya sistematis yang dilakukan Amerika 
dalam mempersiapkan dirinya sebagai penguasa (ekonomi) dunia. Dari sekian 
tindakan yang dilakukan Amerika, menurut Hudson, yang terpenting di antaranya 
adalah penyelenggaraan Konferensi Keuangan Internasional di Bretton Woods, New 
Hampshire, pada 1944. 

Kedua, mengenai pelembagaan kerajaan Amerika. Pada bagian ini Hudson pada 
intinya bercerita mengenai strategi Amerika dalam memantapkan posisinya sebagai 
penguasa (ekonomi) dunia, khususnya melalui pembentukan lembaga keuangan dan 
perdagangan dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan 
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Bab terpenting pada bagian ini, terutama 
jika dikaitkan dengan buku Perkins, adalah Bab 8, yaitu yang secara khusus 
membahas peranan utang sebagai instrumen imperialisme.

Dan ketiga, mengenai imperialisme moneter dan standar obligasi Amerika. Bagian 
ini pada dasarnya merupakan elaborasi dari langkah-langkah taktis yang 
dilakukan Amerika untuk memantapkan posisinya sebagai penguasa (ekonomi) dunia 
abad ke-21. Sebagaimana dikemukakan Hudson di bab terakhir (Bab 15), melalui 
penataan sistem moneter dan perdagangan dunia, Amerika pada dasarnya muncul 
sebagai penguasa dunia dengan cara menciptakan ketergantungan dunia terhadap 
perekonomian Amerika.

Walaupun tidak secara khusus berbicara mengenai sepak terjang para ekonom 
penjajah, tetapi secara implisit, sulit dibantah bahwa Hudson pada dasarnya 
bercerita mengenai keberhasilan para diplomat ekonom Amerika dalam memantapkan 
posisi negara mereka sebagai penguasa ekonomi dunia. 

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, salah satu instrumen Amerika dalam 
memantapkan posisinya sebagai penguasai ekonomi dunia itu adalah penyebaran 
jerat utang. Penyebaran jerat utang ini, selain dilakukan melalui pelembagaan 
Bank Dunia dan IMF, ditopang pula oleh beberapa upaya ekstra. Persis pada titik 
inilah buku Perkins, The Confession of An Economic Hit Man (Pengakuan Dosa 
Seorang Preman Ekonomi), bercerita mengenai sepak terjang para ekonom penjajah 
dalam struktur pemerintahan Amerika.

Sesuai dengan judulnya, buku Perkins berisi pengakuan dosa dari seseorang yang 
selama sekitar sepuluh tahun (1971-1981) bekerja sebagai preman ekonomi atau 
ekonom penjajah. Berangkat dari pengakuan Perkins, yang secara kebetulan 
mendapat penugasan pertama di Indonesaia, terdapat tiga catatan penting yang 
menarik untuk diangkat ke permukaan mengenai keberadaan ekonom penjajah dalam 
struktur pemerintahan Amerika.

Pertama, ekonom penjajah bekerja di bawah koordinasi Badan Keamanan Nasional 
(The National Security Agency - NSA)). Walaupun secara resmi para ekonom 
penjajah direkrut, dilatih, dan bekerja di bawah koordinasi NSA, tetapi secara 
operasional mereka pada umumnya dipekerjakan secara terselubung melalui 
perusahaan-perusahaan swasta Amerika. Perkins antara lain menyebut 
perusahaan-perusahaan seperti Monsanto, General Electric, Nike, General Motors, 
dan Wal-Mart, sebagai beberapa contoh. 

Kedua, misi para ekonom penjajah adalah memperoleh komitmen para pejabat 
negara-negara Dunia Ketiga untuk berbelanja secara kredit ke Amerika. Dalam 
menjalankan misinya ini, seorang ekonom penjajah diperkenankan melakukan apa 
pun, termasuk cara-cara ilegal. Target para ekonom penjajah adalah mendorong 
para pejabat negara-negara Dunia Ketiga untuk terus membuat utang sampai mereka 
tidak mampu membayarnya.

Ketiga, kegagalan para ekonom penjajah di suatu negara bukanlah akhir dari 
upaya Pemerintah Amerika dalam mewujudkan impiannya. Menurut Perkins, dua hal 
dapat terjadi menyusul kegagalan para ekonom penjajah. Pertama, beroperasinya 
para jagal (the Jackals), yaitu yang ditandainya oleh terjadinya berbagai 
peristiwa yang mengarah pada pembinasaan seorang pejabat negara Dunia Ketiga. 
Dan kedua, penaklukan negara Dunia Ketiga yang bersangkutan melalui operasi 
militer.

Dari ulasan singkat mengenai buku Hudson dan Perkins tersebut, saya kira kita 
tidak perlu ragu-ragu lagi untuk mengakui keberadaan para ekonom penjajah dalam 
percaturan perekonomian dunia. Kedua buku tersebut secara jelas mengungkapkan, 
mustahil ada penjajahan ekonomi tanpa keterlibatan para ekonom penjajah di 
dalamnya.

Pertanyaannya, jika sebagai seorang ekonom penjajah Perkins akhirnya memutuskan 
untuk menulis sebuah buku untuk mengakui dosa-dosa yang pernah dibuatnya, kapan 
kira-kira kita dapat membaca buku sejenis yang ditulis oleh seorang ekonom 
terjajah?


r

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h0q5mcf/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122946685/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke