Kalau anda mau mengacu ke Eropa dan Barat  lainnya ( Ausi, Selandia Baru ), 
sekarang kami tanya Apakah di Sana ada Perusakan Mesjid yang disebabkan WARGA 
SETEMPAT TIDAK SETUJU DENGAN ADANYA MESJID KARENA HANYA ADA 1 ~ 2 WARGA SAJA 
DISEKITARNYA ??? Disamping itu Sama sesama Saudara yang sebangsa dan setanah 
air ( Mungkin bisa Se suku juga ) saja sudah diperlakukan demikian. apalagi 
terhadap bangsa lain ??? ya Pantas saja rakyat Papua merasa Gerah.

Kasus pembakaran atau pengrusakan mesjid oleh warga (non-muslim) sekitar banyak 
terjadi di Melbourne, Australia, Sydney dan Brisbane.  Misalnya, upaya 
membangun sebuah tempat sembahyang (mushalla) di wilayah Auburn telah 
memperoleh resistensi (penolakan) gigih dari warga sekitar. Bentuk penolakan 
mereka ditunjukan denga berbagai cara, mulai sikap menyebarkan fitnah, teror, 
melempar kotoran dan benda keras (batu-red) sampai dengan mengajukan perkara 
kepada pihak yang berwajib. Auburn merupakan salah satu dari sejumlah  daerah 
kantong Muslim di Sydney. Di wilayah ini bermukim ratusan keluarga (bahkan 
ribuan) warga negara Australia yang beragama Islam. Mereka terdiri dari 
multietnik, berasal negara Islam seperti Turki, Libanon, Indonesia atau bahkan 
warga negara Australia kulit putih yang banyak memeluk agama Islam. Jumlah 
warga kulit putih yang memeluk agama Islam di Oz ini meningkat pasca 11 
September 2001. 
 
FS  
 
     
 
   
 
 


BUD'S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Ini adalah jawaban dari sikap AROGANSI Mayoritas, yang namanya membangun tempat 
ibadah kalau mau konsisten ya ikuti aturan main dari SKB itu, ternyata kami 
bangun Mesjid At-Taqwa tanpa pake ijin apapun, Mushola yang dibangun tepat 
dibelakang tembok rumah kami tidak ada minta persetujuan warga yang Muslim 
maupun Mon Muslim. Anda tahu dalam meminta ijin untuk membangun tempat Ibadah 
bagi Non-muslim di Indonesia ???. semuanya mengacu ke " CUMA ADA 1-2 " rumah 
yang beragama X. Sekarang coba anda jalan2 di Jakarta, mesjid yang ada di tepi 
jalan Hayam Wuruk itu tetangganya apakah beragama Islam ???. di Kelapa Gading 
juga.  

Bicara Mayoritas Bagaimana dengan kasus dibawah ini 

DEMOGRAFI SIMALUNGUN: TAMU DI RUMAH SENDIRI
Kabupaten Simalungun adalah kawasan yang secara adat merupakan tanah 
leluhur etnis Simalungun. Namun dalam kenyataannnya wilayah tersebut 
menjadi tujuan migrasi etnis-etnis ¡§tamu¡¨ dalam jumlah yang lebih 
besar sehingga etnis Simalungun sendiri menjadi kaum minoritas di 
rumah sendiri. Kelompok etnis terbesar adalah suku Jawa (46,53%), 
diikuti oleh suku Batak Toba (31,08%) dan Simalungun (15,82%). 

Sehinngga :

Di sisi lain, di wilayah ini juga berkembang 2 agama besar yaitu 
Islam (58,40%) dan Kristen (41,10%). Pemeluk agama Kristen dapat 
dibagi dalam 2 golongan yaitu Kristen Protestan (35,30%) dan Katolik 
(5,80%). Penduduk etnis Jawa pada umumnya memeluk agama Islam, 
ditambah dengan sebagian suku Simalungun, Toba dan etnis lainnya 
(terutama Mandailing dan Minang). Sementara etnis Batak Toba dan 
Simalungun sebagian besar memeluk agama Kristen Protestan dan 
sebagian kecil pemeluk Katolik dan Islam (lihat Tabel III).

Kalau sudah begitu ( contoh kasus diatas ), Apa sikap seorang Mayoritas ??? 
masih dibilang oh hanya ada 1 -2 warga saja ???.

Kalau anda mau mengacu ke Eropa dan Barat  lainnya ( Ausi, Selandia Baru ), 
sekarang kami tanya Apakah di Sana ada Perusakan Mesjid yang disebabkan WARGA 
SETEMPAT TIDAK SETUJU DENGAN ADANYA MESJID KARENA HANYA ADA 1 ~ 2 WARGA SAJA 
DISEKITARNYA ??? Disamping itu Sama sesama Saudara yang sebangsa dan setanah 
air ( Mungkin bisa Se suku juga ) saja sudah diperlakukan demikian. apalagi 
terhadap bangsa lain ??? ya Pantas saja rakyat Papua merasa Gerah.

Sekarang kami ingin bertanya ??? APAKAH ANDA TIDAK SETUJU DENGAN ADANYA RUMAH 
IBADAH NON-MUSLIM DI NUSANTARA INI ???


  ----- Original Message ----- 
  From: A Nizami 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, August 01, 2005 5:46 PM
  Subject: Re: [ppiindia] Kebebasan Beragama?


  Yang jadi masalah adalah, sering di daerah yang
  mayoritasnya muslim, dibangun rumah ibadah agama lain.
  Padahal yang beragama "X" itu cuma 1-2 rumah. Jema'ah
  yang lain terpaksa didatangkan dari tempat lain.
  Akhirnya ini menimbulkan keresahan.

  Jangankan di Indonesia, di Eropa saja ummat Islam
  tidak bisa sembarang bikin masjid. Harus ada izin
  segala macam.

  --- Arriko Indrawan <[EMAIL PROTECTED]>
  wrote:

  > 
  >    Date: Sat, 30 Jul 2005 20:05:41 -0700 (PDT)
  >    From: herman joseph sudarwanto
  > <[EMAIL PROTECTED]>
  > Subject: Kebebasan Beragama?
  > 
  > Sering kita mendengar atau bahkan mengalami sendiri,
  > banyak Gereja yang
  > megah dihancurkan, ditutup, bahkan dibom dengan
  > semena-mena.
  > Minggu lalu di Semarang, tepatnya di gang Sambiroto,
  > saya menyaksikan lewat
  > sebuah siaran televisi lokal, orang-orang kampung
  > mendatangi sebuah yayasan
  > Kristen, mereka menuntut ditutupnya bangunan itu
  > dari segala macam kegiatan
  > yang katanya bisa "mengganggu" ketentraman hidup
  > masyarakat sekitarnya.
  > Sangatlah menyedihkan, dimaan dijaman serba
  > keterbukaan ini, masih banyak
  > orang-orang picik, pengecut di sekitar kita yang
  > masih mempraktekkan ajaran
  > pemaksaan seperti itu. Mengapa saya katakan
  > pemaksaan?
  > Coba bayangkan, setiap hari, 5 kali sehari kita
  > dipaksa utk mendengarkan
  > orang teriak-teriak sekeras-kerasnya. Di seluruh
  > saluran televisi, pada jam
  > tertentu kita dipaksa untuk melihat cara mereka
  > beribadat. Di jalan
  > pantura, kita dipaksa untuk memperlambat kendaraan
  > kita hanya untuk supaya
  > mereka bisa mengemis minta sumbangan pembangunan
  > tempat ibadat...
  > Bahkan kita dipaksa untuk secara tidak langsung kita
  > jangan berkumpul untuk
  > beribadat. Buktinya, banyak gereja ditutup, ijin
  > pembangunan tempat ibadah
  > yang tidak disetujui warga sekitar, dan masih banyak
  > lagi....Sampai
  > kapankah hal ini akan berakhir?
  > Sebetulnya jawaban dari pertanyaan ini saya juga
  > tahu... yah, memang inilah
  > Indonesia. Bangsa yang sudah terlanjur remuk, bangsa
  > yang penuh dengan
  > adegan kekerasan, kekejaman dan semua tindakan jahat
  > yang mungkin setanpun
  > mengutuknya..
  > Semoga dengan tulisan saya ini, bisa menjadi
  > perenungan kita semua...
  >

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------



                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h9148f1/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122989040/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research 
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke