Kronologi Pengeroyokan di Rumah Warga yang Diduga NII
Iqbal Fadil - detikcom

Jakarta - Pengeroyokan yang terjadi di rumah warga yang diduga
pengikut Negara Islam Indonesia (NII) beraliran Al Zaytun
menggemparkan warga setempat. Mereka juga bingung dengan keberadaan
seorang pria misterius bernama Taufik yang mengawali insiden ini.

Pengeroyokan terjadi di rumah nomor 10 yang terletak di Jalan Haji
Samali Ujung RT 11 RW 04, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, pada Senin 1
Agustus 2005. Seorang pria bernama Helmi menjadi korban.

Ketua RT 11 Zakaria yang ditemui detikcom di rumahnya, Selasa
(2/8/2005), mengisahkan ihwal kejadiannya. Berikut penuturannya:

Hari Minggu, 31 Juli 2005, pukul 12.00 WIB, ada seseorang bernama
Taufik bersama 3 rekannya mencari saya untuk menanyakan rumah nomor
10. Tetapi karena waktu itu saya pergi ke undangan, oleh pembantu saya
ditunjukkan tempatnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Taufik dan temannya menggerebek rumah nomor
10 itu. Ada sekitar 15 orang di dalam rumah itu, 9 perempuan dan 6
laki-laki.

Mereka dipisahkan menjadi dua kelompok, perempuan dan laki-laki. Lalu
mereka diinterogasi satu per satu. Tapi mereka diam saja, tak ada yang
mau mengucapkan sepatah kata pun. HP mereka lalu diambil dan dicatat
nama-nama yang ada di HP. Interogasinya hingga malam hari.

Tapi sorenya, Taufik sempat ke rumah saya untuk pinjam telepon ke
Polsek Pasar Minggu. Tapi sampai malam hari, nggak ada petugas ke
rumah itu.

Hari Senin, 1 Agustus 2005, sekitar pukul 08.00 WIB, kelompok yang
perempuan dipulangkan. Tapi ada juga yang sudah kabur sebelumnya. Jadi
tinggal 6 laki-laki yang dijaga dua orang. Dua orang ini dulu mantan
anggota NII yang sudah insaf. (Belakangan diketahui, salah satunya
adalah Helmi, korban pengeroyokan).

Tak berapa lama, ada beberapa orangtua yang mencari anaknya ke rumah
itu. Katanya anak mereka sudah beberapa bulan tidak pulang dan tidak
ketahuan kabarnya, sehingga diduga menjadi anggota NII. Saat para
orangtua yang ditemani Taufik mengecek, ternyata 6 laki-laki itu bukan
anak mereka.

Taufik lalu ke rumah saya, ditemui oleh istri saya. Taufik bilang mau
bikin berita acara dengan sepengetahuan saya sebagai ketua RT. Tapi
yang teken istri saya.

Pada saat bersamaan, ada sekitar 50 orang datang naik motor dan 1
mobil Kijang. Mereka rupanya teman-teman 6 pria yang masih ada di
rumah itu.

Mereka menjemput 6 temannya sambil membawa dokumen, berkas, dan
komputer. Dua penjaga sempat menghadang, namun dipukuli. Taufik juga
tak bisa mencegah karena kalah banyak.

Pukul 12.00 WIB, petugas Polsek Pasar Minggu datang. Tapi sudah nggak
ada siapa-siapa. Rumah sudah kosong. Hanya ada satu orang yang
ditonjok (Helmi). Dia pun dibawa ke Polsek.

Petugas Polsek tanya ke saya, siapa si Taufik itu, apa dia intel atau
petugas polisi. Saya tidak tahu. Sebab ternyata nama Taufik tidak ada
di Polsek Pasar Minggu. Tidak ada yang kenal.

Saya sih yakin Taufik polisi, karena waktu hari Minggu itu, Taufik
memanggil temannya "kopral".

Istri saya bilang, Taufik ngakunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Taufik juga bawa kamera video. Ditanya dari TV mana, dijawab dari MUI
untuk bikin dokumentasi.

Dengan kejadian seperti ini, warga jadi lebih waspada. Saya sudah
mengadakan pertemuan dengan warga. Kalau ada warga yang tidak mau
lapor ke RT, saya akan bikin surat untuk ditembuskan ke Polsek Pasar
Minggu dan Kelurahan Pejaten Barat. Biar petugas yang menanyakan
identitas mereka agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Rumah itu milik Ibu Anne yang sedang pergi ke Australia, dan
dikontrakkan ke Bambang Hermawan yang sudah 1,5 tahun ngontrak di situ.

Bambang sih lapor ke RT dan orangnya baik, usianya sekitar 30 tahun.
Jadi saya tidak pernah pikir macam-macam. Dia pergi ke Jawa 3 bulan.

Rumah itu dititipkan ke temannya yang dipanggil Abi. Abi itu masih
muda, baru berusia sekitar 25 tahun, tapi dia dituakan oleh sejumlah
orang yang menempati rumah itu. (sss)

http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/02/time/185831/idnews/414797/idkanal/10




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hfjlu92/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123009707/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>DonorsChoose.
 A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in 
public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke