Sex Delivery Order Mahasiswi (Bagian 2)
Tak Ada Kampus Yang Bersih
Maryadi - detikcom

Jakarta - Maraknya mahasiswa yang menjadi pekerja seks komersil (PSK)
di Jakarta sebenarnya bukan satu hal yang mencengangkan. Bahkan, boleh
di bilang tidak ada kampus yang bersih dari mahasiswa yang menjalani
"kegiatan" luar kampus ini. Hampir semua kampus di Jakarta memiliki
tipe mahasiswa seperti ini.

Pandangan itu dilontarkan oleh psikolog Sartono Mukadis. "Boleh saya
katakan, praktek seperti ini tidak hanya terjadi di kampus yang
notabene sudah mendapat stigma gudangnya "ayam kampus". Di kampus yang
baik pun masih ada mahasiswi yang seperti itu. Boleh dibilang tidak
ada kampus yang bersih," kata Sartono.

Praktek prostitusi di kalangan mahasiswa sebenarnya sudah ada sejak
dulu. Bahkan, salah satu kampus di Jakarta sudah cukup mendapat stigma
seperti ini sejak lama. "Anda pasti pernah mendengar istilah 'kampus
unggu'," tutur Sartono. Dan itu memang benar pada kenyataannya.

Tapi ketika pada masa dulu, masih sedikit mahasiswi yang terjun ke
dunia hitam. Dan boleh dibilang mereka menjadi PSK karena semata-mata
terbentur pada kebutuhan untuk membiayai kuliah dan kebutuhan hidupnya.

Bahkan Sartono mengaku sempat mempunyai anak didik yang berprofesi
ganda itu. "Ada sekitar dua atau tiga mahasiswa saya yang mengaku
terang-terangan, ketika saya masih aktif mengajar," ujar Sartono.

Tapi bagi dirinya hal itu tidak menjadi masalah. Saat ini, beberapa
anak didiknya yang sempat menjadi PSK itu ternyata sudah berkeluarga
dan hidup normal. Mereka tidak lagi terjun ke dunia hitam hingga
terlalu jauh. Karena memang saat itu mereka melakukannya karena
terdorong oleh kebutuhan
membiayai ongkos kuliah.

Tidak seperti sekarang ini, kata Sartono, para mahasiswi yang menjadi
PSK bukan lagi karena kebutuhan tapi untuk karena untuk menutupi gaya
hidup. Awalnya, memang para mahasiswi itu mau melakukannya hanya untuk
sampingan atau sekedar iseng. Tapi jangan salah, banyak dari mereka
yang berbuat itu karena sudah menjadi kebutuhan dan bukan lagi sekedar
iseng.

Makin majunya sebuah perkembangan jaman, tentunya akan makin
meningkatkan tingkat kebutuhan manusia. Hal ini sangat alamiah, ketika
ada kebutuhan yang meningkat maka orang akan berupaya menutupi
kebutuhan hidupnya dengan berbagai cara, termasuk melacurkan diri.

Namun tidak dapat dipungkiri ada beberapa faktor yang menyebabkan itu
terjadi. Secara demografi, saat ini banyak berdirinya tempat kuliah
dan mudahnya masuk perguruan tinggi membuat hal itu terjadi. Status
mahasiswa saat ini tidak lagi ekslusif seperti dulu. Siapa saja bisa
menjadi mahasiswa, asal punya uang dan punya keinginan.

Bukan tidak mungkin para PSK justru sengaja menjadi mahasiswa hanya
untuk menaikkan value atau nilai dari seorang PSK. Soalnya, akan ada
price tersendiri jika PSK itu berstatus mahasiswa. "Artinya, dengan
jadi mahasiswa nilai ekonomis seorang PSK bisa naik," kata Sartono kepada
detikcom di Jakarta, Selasa (2/8/2005).

Hal ini juga tidak terlepas dari adanya demand dan supply terhadap
para PSK tersebut. Hubungan keduanya akan sangat menentukan marak atau
tidaknya PSK di kalangan mahasiswa.

Sartono mengaku tidak punya saran, nasehat ataupun pendapat untuk
membatasi praktek prostitusi ini. Soalnya, pada tingkat mahasiswa
mereka sudah diberikan keleluasaan untuk memilih mana yang baik dan
yang buruk. Jika memang sebagian mahasiswi memilih jalan gelap itu,
tentunya harus diakui sebagai sebuah pilihan sadar bagi mereka.

Pemerintah juga tidak akan dapat berbuat banyak untuk mengatasi
masalah ini. Tak terkecuali memberikan beasiswa kepada para mahasiswi
yang kurang mampu atau setengah mampu. "Katakan lah beasiswa itu Rp
500 ribu per bulan. Mereka sekali 'main' mungkin bisa mendapatkan
lebih dari itu, jadi
agak sulit memang," kata psikolog UI ini.

Namun yang jelas, dominasi faktor keluarga harus lah dikedepankan. Tak
cuma perhatian dan tapi juga kasih sayang terhadap mereka. Karena
memang sebagian mahasiswi, banyak yang terjun ke dunia ini karena
kurang perhatian dari orangtuanya.

Contohnya saja, Bunga (bukan nama sebenarnya) yang terjun ke dunia
hitam ini karena memang jauh dari orangtuanya. Orangtuanya yang berada
di wilayah tengah Indonesia itu, sama sekali tidak tahu apa yang
dikerjakan anaknya.

"Jauh dari orangtua bikin gue lepas kontrol. Malu dan takut juga sih,
kalau sampai ortutahu, gue kerja kayak gini," sesal Bunga. Tapi dia
tidak tahu sampai kapan akan mencari uang sampingan dari menjajakan
tubuhnya kepada semua lelaki. "Hidup ini mengalir saja lah, kayak
air," tutur Bunga.


Nah, selagi masih bisa, jadilah orang baik. (ism)

Baca juga:

    * Sex Delivery Order Mahasiswi (Bagian 1)
    * Duh, Maraknya Prostitusi di Usia Belia

http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/02/time/9172/idnews/414285/idkanal/10
http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/01/time/83932/idnews/413529/idkanal/10
http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/07/tgl/18/time/83915/idnews/404582/idkanal/10





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hebdn34/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123044525/A=2894354/R=0/SIG=11qvf79s7/*http://http://www.globalgiving.com/cb/cidi/c_darfur.html";>Help
 Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke