--- In koran-sastra
makanya sadari ulang kata-kata bapa bangsa :
JANGAN MENGIRA BAHWA DENGAN BERDIRINYA NEGARA INDONESIA MERDEKA ITU 
PERJUANGAN KITA TELAH BERAKHIR. TIDAK!
BAHKAN SAYA BERKATA : DIDALAM INDONESIA MERDEKA ITU PERJUANGAN KITA 
ITU HARUS BERJALAN TERUS HANYA LAIN SIFATNYA DENGAN PERJUANGAN 
SEKARANG, LAIN CORAKNYA.
NANTI KITA BERSAMA-SAMA, SEBAGAI BANGSA YANG BERSATU PADU, BERJUANG 
TERUS MENYELENGGARAKAN APA YANG KITA CITA-CITAKAN DIDALAM PANCASILA.
INDONESIA MERDEKA TIDAK DAPAT DATANG JIKA BANGSA INDONESIA TIDAK 
BERANI MENGAMBIL RESIKO - TIDAK BERANI TERJUN MENYELAMI MUTIARA 
DIDALAM SAMUDERA YANG SEDALAM-DALAMNYA.
Bung Karno - Lahirnya Pantja-Sila 1 Juni 1945

Salam. Merdeka!

> http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/03/humaniora/1947189.htm
> 
>  
> Harus Selalu Ada Upaya Merajut Keindonesiaan 
> Perlu Dicari Simpul Perekat Bangsa
> 
> 
> 
> Jakarta, Kompas - Simpul-simpul yang merekatkan keindonesiaan 
perlu terus dicari guna menumbuhkan rasa keindonesiaan. Pembentukan 
Indonesia tidak terhenti setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 
Agustus 1945, melainkan masih merupakan sebuah cita-cita yang terus 
diwariskan.
> 
> Asisten Deputi Sejarah Nasional Departemen Kebudayaan dan 
Pariwisata Susanto Zuhdi, Selasa (2/8), mengungkapkan bahwa 
keindonesiaan merupakan sebuah produk pemikiran dari para founding 
father pada awal abad ke-20. Namun, pembentukan keindonesiaan belum 
selesai begitu teks proklamasi dibacakan.
> 
> Menurutnya, jika pembentukan keindonesiaan terhenti atau dianggap 
sudah selesai, jangan-jangan nanti Indonesia diibaratkan seperti 
kapling yang harus dibagi-bagi. Keindonesiaan merupakan sebuah cita-
cita yang masih harus terus diperjuangkan dan diteruskan ke generasi 
selanjutnya. Dalam petikan wawancara berikut, ahli sejarah maritim 
dari Universitas Indonesia (UI) ini lebih dalam menjelaskan simpul-
simpul perekat itu.
> 
> 
> Bagaimana mempertautkan unsur Indonesia yang terdiri atas ribuan 
pulau, etnis, budaya, dan agama yang berbeda?
> 
> Sebetulnya kita sudah memiliki modal sosial dan budaya. Hanya saja 
perlu terus ditemukan simpul-simpul yang menunjukkan interaksi dan 
kebersamaan sebagai sebuah bangsa dan negara. Saya melihat 
setidaknya empat hal dapat digunakan untuk membangun keindonesiaan.
> 
> Pertama, kemaritiman. Laut harus dipandang sebagai pemersatu dalam 
sebuah negara kepulauan. Ada kesamaan gagasan dari jiwa orang yang 
berlayar, yakni dinamis, berinteraksi, dan berdialog. Sayangnya, 
dunia maritim kerap terpinggirkan.
> 
> Kedua, ingatan bersama akan pengalaman penjajahan yang sebetulnya 
masih dapat jadi semangat. Ada ingatan bersama sehubungan dengan 
kolonialisasi yang dirasakan di wilayah Indonesia. Ketiga, 
pengalaman sesudah proklamasi 17 Agustus 1945, sebut saja pengalaman 
bersama jatuh bangun dalam membangun demokrasi.
> 
> Keempat, diaspora atau penyebaran suku-suku bangsa di Indonesia 
yang sebetulnya dapat menjadi simbol perekat, meskipun tidak dapat 
disangkal terdapat letupan konflik. Untuk itu perlu digunakan 
pendekatan kebudayaan, yakni melihat interaksi antarkelompok 
masyarakat dengan budayanya masing-masing. Dalam hal teknologi 
misalnya, ada kemampuan suku bangsa yang bisa mengatur air, seperti 
Bali dengan model subak. Ternyata di daerah lain seperti di beberapa 
tempat di Poso berkembang model serupa. Sebetulnya ada unsur-unsur 
budaya yang masuk karena ada interaksi. Untuk mengangkat ini butuh 
waktu dan kesadaran bersama akan pentingnya perspektif budaya.
> 
> Simpul-simpul perekat rasa keindonesiaan seperti apa?
> 
> Tahun 2003, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pernah 
membukukan simpul-simpul perekat keindonesiaan melalui tempat 
pembuangan dan makam pejuang bangsa. Para pejuang dari dari berbagai 
daerah itu ternyata dalam pengasingannya di daerah lain menunjukkan 
tetap tidak kehilangan semangat juang.
> 
> Sebut saja Tuanku Imam Bondjol yang dikenal sebagai pejuang dari 
Sumatera Barat. Oleh karena perlawanannya, Pemerintah Hindia Belanda 
kemudian mengasingkannya ke Cianjur. Tetapi kepahlawanan Imam 
Bondjol terus tampil. Di Cianjur, Imam Bondjol menjadi guru agama 
dan punya banyak murid sehingga dianggap berbahaya oleh Belanda. Ia 
lalu dipindahkan ke Ambon, kemudian ke Minahasa.
> 
> 
> Cara lain untuk menumbuhkan rasa keindonesiaan?
> 
> Pendidikan kepada generasi muda merupakan hal yang sangat penting. 
Misalnya dengan melalukan lawatan sejarah. Departemen Kebudayaan dan 
Pariwisata sejak tahun 2003 menyelenggarakan program lawatan sejarah 
bagi guru dan siswa berprestasi di seluruh Indonesia. Setiap 
provinsi mengirimkan wakilnya untuk mengikuti lawatan sejarah 
nasional.
> 
> Mereka yang ikut dalam program ini sebelumnya telah melakukan 
lawatan sejarah di daerah masing-masing. Dalam lawatan sejarah 
nasional mereka mengunjungi daerah tertentu sekaligus 
mempresentasikan lawatan sejarah di daerah masing-masing. Tahun 2005 
ini, lawatan sejarah diadakan di Makassar dan Pulau Selayar, yang 
menjadi salah satu sentra pelayaran di timur Indonesia. (INE)
--- End forwarded message ---





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hvtmggp/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123067403/A=2894350/R=0/SIG=10tj5mr8v/*http://www.globalgiving.com";>Make
 a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke