--- In [email protected], Danardono HADINOTO > Sejak konsili di Nicea tahun 325. > > Sedikit sejarah: > > Sampai saat itu, seorang tokoh gereja, Arius, orang Lybia lahir di Syria pada 280 M dan meninggal di Konstantinopel pada 336,mengajarkan, bahwa Yesus adalah manusia, yang diadopsi Tuhan (per adoptionem), dan Yesus mengambil gelar "anak Tuhan" sesuai dengan Mattheus 11:27 dan Johannes 10:36. > > Masalah dimana Yesus itu berada, antara Tuhan dan manusia, sudah menyibukkan banyak filsuf, seperti Basilides, Valentinus, Tatian. Para filsuf memperdebatkan kesamaan Yesus dengan Tuhan, dalam arti essensi (ousia), substansi (hypostasis), alamiah (phyisis) atau pribadi (hyposopon). Bingung. Mereka lalu memutuskan untuk memasukkan definisi ini ke Injil, tapi dalam men-transfer dari bahasa Yunani ke latin, repot sekali. Arius memilih thesa bahwa Yesus dalam hakekat (homoosious) tidak sama dengan Tuhan. > > Dalam sidang (synode) di Nicea, atas initiatif Alexander, uskup agung dari Alexandria, akhirnya kaisar Konstantin I memutuskan untuk membuang (meng-exkommunikasi) Arius, atas tuntutan kelompok lawannya, dibawah pimpinan Athanasius. Ini tak mudah karena Arius ber KKN dengan tokoh tokoh berkuasa kala itu. > > Lucunya, si kaisar sendiri sampai wafat bukan Kristen, dan tak pernah dipermandikan, dalam saat sekaratpun beliau menolak diperciki air permandian oleh uskup Eusebius. Aneh? Samasekali tidak. Kaisar sebelum beliau ini, adalah penguasa yang hobbyinya mengejar dan membabati orang Kristen jemaat pertama. > Karena orang Kristen kepala batu, dasar, dibabat tetap nekat, akhirnya kaisar mengalah, dan mengeluarkan pernyataan (edikt) bahwa jemaat Kristen diakui sebagai perhimpunan, ini terjadi tanggal 30 April 311, dan mereka boleh kumpul kumpul, sembahyang dsb. Asal jangan menyerang dan menghasut penguasa, dan jangan lupa selalu mendoakan keselamatan keluarga kaisar. Ya lahh. > > Konstantin mengangkat Kristiani menjadi agama negara, karena konsep ini menguatkan posisinya sebagai kaisar. Kristiani menyebar kala itu, dan para pemeluk agama baru ini menjadi warga yang taat baginya. Kala itu adalah hukum, untuk tunduk pada negara dan kaisar, kalau tidak,kepala menggelinding. Orang orang Kristen pertama menolak ketaatan ini, dan hanya tunduk pada Tuhan yang diajarkan Yesus. Jadi, dengan taatnya para umat agama baru ini, kaisar mempunyai warga yang tunduk pada negara, karena agama negara adalah agama mereka. Lalu, sebaliknya, beliau jadi penguasa yang hobbynya membunuh dan mengejar yang berani mengajar ajaran yang bertentangan dengan mainstream Kristen. > > (Ini kok persis dengan sejarah Jawa pada masa akhir Majapahit, dimana Islam masuk, lalu rakyat ber-bondong bondong tak mau tunduk pada sang raja di Majapahit. Raja raja baru kacilik kacilik yang beragama Islam, mulai dari Pasi sampai Demak, langsung disembah rakyat yang baru pindah agama ini). > > Oh ya, Nicea terletak saat itu di kekaisaran Romawi timur, lalu menjadi Yunani, kini ada diwilayah Turki, dipantai barat, berseberangan dengan Eropa (selat Bosporus). Berhadapan dengan Bulgaria. > > Nah dalam sidang sidang itu, dimulai kalau tak salah tahun 318 M, dihadiri oleh para petinggi gerja dari mana mana, Asia, Palestina, Mesir, Syria, Yunani dan Eropa. Tahu tahu si Arius berkhotbah, Yesus adalah anak manusia, bukan Tuhan, tak sama dengan Tuhan. Bayangkan, bagaimana ramainya sidang itu. Adu debat, mirip MUI dengan Ahmadiah sekarang. Akhirnya Konstantin sang kaisar sebel, walau masabodoh siapa yang benar, lha wong beliau sampai mati percaya dewa dewa Romawi, dan menyatakan, Arius ngawur, lalu membuangnya. > > Sejak itu, dirumuskan bentuk kepercayaan Kristiani sampai sekarang, yakni bahwa Yesus dilahirkan oleh perawan Maria, dan lahir dengan hakekat Tuhan (Bapak), ek tek ousias, dengan substansi Tuhan, homoousion to patri. Sampai sekarang.. > > Gitu lho. >
Saya tidak berharap MUI mempunyai otorisasi sebesar bapak2 gereja di sidang konsili Nikea ini. Saya berharap MUI hanya mengeluarkan fatwa. Orang mau percaya atau tidak akan fatwa itu diserahkan kembali kepada yang membacanya. Sedang, nasib bagaimana golongan semacam Ahmadiyah dll (mau dibubarin or gak?), itu menjadi urusan pemerintah. Karena negara ini kan sekuler..., sekuler yang malu-malu kucing. wassalam, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h9f2flp/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123247567/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project </a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

