Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
LD: Ha..ha...sulit ya Mbah kalau gak pake metafora? Padahal mau pake metafora
apapun tidak akan ada yang bisa menjelaskan konsep
keilahian yang absurd. Kita tidak bicara soal jiwa, tapi soal akal.
Masa' dari penggambaran anak SD hanya baca dua halaman, etc lalu
tiba2 lari ke "jiwa yang sedang sedang, agak dalam"...piye toh?
DH: memang gak bisa menggambarkan Ilahi, ini kita sependapat. Yang bisa
digambarkan, bagaimana jauhnya hakekat Ilahi dari batasd indra kita.
Maksudnya, jiwa yang masih dalam taraf "sederhana", seperti anak SD, yang sudah
mencari dan well informed, seperti anak SMU, yang mencari dalam sekali, dan
menggali info, seperti anak perguruan tinggi.
Jelas to? Jiwa manusia dalam pencarian itu gak sama...
Ada yang m,asih baru dibangku awal, ada yang sudah jauh didepan, biasa dehhh..
------------------------------
LD: Nah loh, mbah sendiri mengatakan "satu" sinar terang, "satu"
kekuasaan...:-)..berarti memang "satu" itu artinya absolut.
DH: Lha iya toh, ini kita semua sepakat. Mbok Buddha, Hindu, Islam, yahudi,
Kristen, semua akan menghadap sang Pencipta yang sama. Jalannya menuju ke
pemahaman ini yang beda. ya mau diapakan, ini kenyataan kan?
-------------------------
LD: waduh, ada akal in general dan specific kah? Buat saya gak ada
bedanya. Akal individupun canggih lah awalnya. Karena diisi dengan
sesuatu yang tidak canggih menjadi tak tanggih. Akal in generalpun
kalo diisi dengan yang tak canggih akan tak cangih. Kalau tak sama,
ya memang tak sama karena pengalamannya beda. Itu wajar saja.
DH: ya beda to. In general dikatakan, akal kita yang duduk di SMU akan mampu
mencernakan bahan pelajaran yang diharuskan, misalnya mathematika. Lha apa ya
sama, pada akhirnya gak kan? Jadi, yang "genertal" itu kan hanya ancang ancang,
patokan, jarang terpenuhi.
Dan, akal thok mbak? saya tak yakin..
> ---------------------------------------------
LD: Menatap Tuhan tidak lah dengan mata (indera), seperti menatap
matahari. Makanya mbah penggambaran ini menjadi absurd juga.
Kalaus aya sih, andaikan Mang Ucup telah mengenaliNYa, saya cuma
angkat topi/hormat tapi tak akan sujud. Mungkin ini hanya karena
kita berbeda memaknai sujud.
DH: Lha iyalahh. Lha wong menatap matahari saja gak mampu, kok mau menatap yang
tak tertangkap mata. Itu lho maksudnya.
Lho kita orang Jawa juga sujud pada Eyang kok. Kalau mau sungkeman..
Ini biasa. Juga para punggawa, sujud pada sri Sultan.
Lha kita sujud pada mang Ucup kalau dia sudah jadi orang suci, disebelah
almarhum Sri Paus..
> -------------------------------------------------------
LD: Ini yang saya maksudkan dengan Akal yg harus tunduk dengan dogma
Gereja (bukan dengan iman). Ini yang saya maksudkan dengan iman yang didapat
bukan melalui proses berfikir, tapi dogma.
DH: lho tiap agama punya dogma kan. Ini yang diimani, kok mau dipisah piye o?
Lha kalimat syahadat apa bukan bentuk dogma? Lha sama kan? Proses berfikir? Lha
mau pahami Tuhan pakai berfikir? Adam yang bagi bagi rusuk mau diteaah dengan
fikiran? Gimana caranya? Miraj nabi Muhammad, misale, mau dicerna dengan
fikiran, gimana?
---------------------------------------------
LD:
Padahal Mbah juga telah menjelaskan sejarah dogma tersebut yang penuh dengan
intrik kekuasaan dan penuh kekerasan. Dogma yang terlahir penuh dengan intrik
kekuasaan dan kekerasan harus dijadikan iman?
DH: Wah, mBak, sejarah agama itu penuh intrik. Lha tokoh Shiite yang dibunuh
Khalif itu apa bukan intrik politik? sang Hassan dan Hussein? Anak anak Adam
yang saling bunuh.
Perbedaan kita memahami beberapa pengertian, seperti "sujud", "akal", sudah
menunjukkan, bagaimana pengertian sama dipahami beda. Inilah fakta dilapangan.
salam
Danardono
***********************************************************************************
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west;
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.
Sidharta Gautama
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hqah4k7/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123251572/A=2894354/R=0/SIG=11qvf79s7/*http://http://www.globalgiving.com/cb/cidi/c_darfur.html">Help
Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/