--- In [email protected], "HewLeTT" wrote:
> 
> Bener tuh.  Congek-congek kayak kimhook itu orang yang paling
> pertama di barisan depan kalau sdh ngomong urusan irian punya
> orang Papua.  Suatu saat org2 spesies kayak kimhook ini juga yg
> paling pertama merampas dan menguras habis kekayaan Papua.
> 
> Tahu kenapa congor2 amerika sudah mulai bicara soal hak orang irian?
> Karena mereka sudah mulai merasakan kerakusan mereka sekarang
> di pertambangan irian sono sudah bakal tidak berumur panjang lagi.
> 
> HP



Betul sekali itu Bang HP! Eh! Kim! Kau udah baca berita yg kulampirkan
dibawah? Kalo belum, baca dulu! Kalo udah, AYO! Sekarang lontarkan
hook kanan dan hook kiri mu, OK? Kawanmu itu ketahuan berkhianat, sono
noh, belain gih!!!!!!

Hey!!! Jelek kali situsmu itu http://indonews.free.fr
Masih mending situs ini http://www.kebenaran.tk
atau ini http://www.jewwatch.com
dan ini http://www.natvan.com/who-rules-america
dan... ah, udah lah! Buang² waktu aja nanggapin kau!

======================================================

Diam-diam Inggris Pernah Bantu Israel Bikin Bom Nuklir
Rita Uli Hutapea - detikcom

Jakarta - Inggris diam-diam ternyata pernah membantu Israel dalam
pembuatan bom nuklir. Ini dilakukan Inggris dengan menjual 20 ton
deuterium atau air berat, bahan penting untuk pembuatan bom nuklir
kepada Israel.

Transaksi rahasia itu dilakukan pada tahun 1958 silam. Demikian
menurut dokumen-dokumen resmi yang ditemukan Newsnight dalam Arsip
Nasional Inggris, seperti dilansir Aljazeera.com, Jumat (5/8/2005).

Fakta ini mengagetkan sejumlah mantan pejabat AS. Robert McNamara,
Menteri Pertahanan AS semasa pemerintahan Presiden John F Kennedy,
mengaku terkejut dengan temuan itu. Apalagi ternyata selama ini
Inggris merahasiakan hal tersebut dari sekutu dekatnya, AS.

"Fakta bahwa Israel berusaha mengembangkan bom nuklir tidaklah
mengejutkan, namun bahwa Inggris memasok Israel dengan air berat itu
benar-benar mengagetkan saya," tutur Mcnamara.

Terlebih lagi saat itu, pemerintah AS dengan tegas menolak menjual air
berat kepada Israel.

"Sangat mengejutkan bagi saya karena kami tidak diberitahu, mengingat
kami sangat erat berbagi informasi mengenai bom nuklir dengan
Inggris," imbuh mantan petinggi AS itu.

Dalam dokumen tersebut terungkap bahwa keputusan Inggris menjual air
berat senilai 1,5 juta poundsterling, yang digunakan dalam produksi
plutonium itu, diambil tanpa izin pemerintah Inggris saat itu yang
dipimpin Perdana Menteri (PM) Harold Macmillan.

Keputusan penjualan deuterium itu ternyata dilakukan oleh sejumlah
pejabat pemerintah, khususnya di Kantor Luar Negeri dan Otoritas
Tenaga Atom Inggris. Belum diketahui bagaimana tanggapan pemerintahan
PM Tony Blair dan Presiden AS George W Bush menyangkut temuan ini. (ita)

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/05/time/11160/idnews/416560/idkanal/10





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hqo66dt/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123253648/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke