http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=4083
Koperasi Solusi Atasi Kemiskinan
Oleh H Gamawan Fauzi
Oleh admin padek 1
Jumat, 05-Agustus-2005, 19:05:30
Untuk mengatasi permasalahan di atas, kita mesti mengkaji dan
merumuskan standar yang jelas, terukur dan objektif untuk menempatkan Koperasi
ke dalam pengklafikasian Koperasi Maju, kurang maju dan belum maju. Dalam
pertimbangan strategis dan kebijakan hal ini menjadi penting, kendatipun dalam
undang-undang perkoperasian hal-hal seperti ini tidak ada diatur secara
ekplisit.
(4). Permasalahan mendasar berikutnya adalah: Belum adanya mekanisme yang
jelas dan profesional dalam pengucuran kridit penguatan modal yang dapat
diterima oleh semua klasifikasi koperasi (maju, kurang maju dan tidak maju).
Mesti juga kita akui ada kecenderungan selama ini, telah terjadi pemihakan yang
kurang profesional dalam program pembinaan dan penyaluran program penguatan
modal melalui kucuran fasilitas kridit bunga rendah.
Dalam hal yang terakhir, lembaga penjamin penguatan modal Koperasi,
seperti perbankan, lebih mendasarkan pertimbangan keamanan pengembalian
pinjaman modal sebagai pertimbangan paling utama dalam mengucurkan penguatan
modal Koperasi. Akibatnya, ada kasus, yang mendapat kucuran kridit penguatan
modal itu Koperasi-Koperasi tertentu saja, bahkan sampai-sampai ada modal
penguatan tidak tersalurkan menurut target, karena persoalan-persoalan regulasi
yang ada dilembaga penjamin.
Terhadap realitas seperti ini, kita tentu dapat memahami bahwa lembaga
perbankan itu merupakan lembaga ekonomi yang keberlangsungannya sangat mutlak
ditentukan oleh aturan-aturan yang baku dan profesional.
Solusi Strategis
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, langkah ke depan yang mesti kita
lakukan adalah: (a). Mengupayakan terciptanya mekanisme penyaluran kredit
penguatan modal yang aman bagi semua klasifikasi kelembagaan Koperasi. (b).
Mengoptimalkan penguatan modal melalui pinjaman non bank, seperti melakukan
kerjasama dengan lembaga - lembaga Koperasi di negara lain yang telah memiliki
tradisi perkoperasian yang sudah kuat.
(5). Seterusnya, terbatasnya rentangan jaringan kerja/usaha Koperasi
telah menyebabkan Koperasi tetap saja menjadi lembaga perekonomian rakyat yang
selalu kerdil, tidak berdaya dan tidak memiliki posisi tawar yang kuat dalam
bermitra dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Pada hal, di setiap Koperasi di
nagari-nagari di Sumatera Barat banyak potensi sumber daya ekonomi yang dapat
digarap untuk dijadikan jaringan kerjasama dengan pihak lain
Solusi Strategis
Untuk mengatasi persoalan terbatasnya jaringan kerja/usaha Koperasi
tersebut, pengadaan kebijakan tentang perintisan jaringan kerjasama dalam
bidang usaha yang profesional perlu segera dibuat. Perintisan jaringan usaha
mesti berbasis kepada potensi dominan di wilayah Koperasi berada. Konsep one
village one product , tetap saja konsep yang menarik bagi Koperasi dalam
membangun jaringan usaha dengan pihak lain. Contoh menarik dapat kita
kemukakan, pengrajin - pengrajin seperti pengrajin tenun, makanan kecil yang
tergabung dalam kelembagaan Koperasi, jelas sangat memiliki potensi untuk
membangun jaringan kerja dengan industri kerajinan sejenis di daerah lain,
seperti daerah Pekanbaru, dan negeri Jiran Malaysia.
Pada koperasi "kecil" di nagari-nagari, potensi sumber-sumber ekonomi di
nagari, seperti karet, kulit manis, kopi, pisang dan lain-lain, sebenarnya
memiliki peluang bagus untuk membangun jaringan usaha dengan para pedagang
pengumpul di pasar-pasar tradisional di setiap nagari. Untuk itu, sekali lagi
adanya pedoman kebijakan rintisan jaringan usaha yang profesional dan bersifat
kondisional sangat diperlukan dalam pengembangan Koperasi.
(6). Masalah serius berikutnya, semakin pudarnya kewibawaan Koperasi
sebagai lembaga kepercayaan masyarakat. Menarik pula untuk mencontohkan,
mengapa Bank menjadi tempat bagi orang-orang untuk menyimpan uangnya tanpa
dihantui perasaan curiga? Tidak lain karena Bank, berhasil memposisikan diri di
hati masyarakat sebagai lembaga kepercayaan. Jadi, sesungguhnya tidaklah begitu
sulit juga untuk memajukan Koperasi, kalau Koperasi bisa tumbuh pula sebagai
lembaga kepercayaan masyarakat.
Solusi Strategis
Ada beberapa kebijakan mendasar yang mesti dibuat, atau kalau sudah ada
mesti pula disempurnakan dan dioptimalkan. (a). Harus ada aturan-aturan yang
tegas dan dijamin kekuatan dan kesahannya oleh peraturan perundangan tentang
aliran dana yang masuk ke Koperasi dijamin keamanannya. (b). Terhadap
pelanggaran, penyelewengan, penggelapan dan kemacetan hutang yang menimpa
Koperasi, mesti dibuat mekanisme penyelesaian secara hukum. Selama ini,
kasus-kasus penyelewenngan, penggelapan dan hutang yang macet tidak pernah
diusut secara tuntas. Pada banyak kasus di nagari-nagari, kejadian-kejadian
semacam inilah yang telah menyebabkan Koperasi menjadi kehilangan kepercayaan
di mata masyarakat selama ini.
Demikianlah beberapa pokok permasalahan yang dapat kami sampaikan,
mudah-mudahan bermanfaat untuk pengembangan kelembagaan Koperasi di Sumatera
Barat di masa-masa mendatang. Dan beberapa pemikiran yang disampaikan di sini
tidak lebih sekedar pembuka ke diskusi-diskusi selanjutnya, yang kami yakin
akan memunculkan gagasan-gagasan konseptual dan aktual yang lebih bernas.
*Penulis adalah calon Gubernur Sumbar terpilih. Tulisan ini disampaikan
dalam Seminar Koperasi di Padangpanjang.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hlbq17r/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123304025/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Give
underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to
life by funding a specific classroom projectÂ
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/