http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=117385


            Meneg BUMN Optimis Target Privatisasi Tercapai 



            Jumat, 05 Agustus 2005
            JAKARTA (Suara Karya): Meneg BUMN Sugiharto menyatakan optimis 
target penerimaan APBN 2005 sebesar Rp3,5 triliun dari privatisasi BUMN dapat 
diraih meski baru akan dilakukan pada semester dua 2005. 

            "Saya kira tidak sulit, marketnya lagi kondusif. Mudah-mudahan 
dalam lima bulan ini bisa kita selesaikan program privatisasi," katanya di 
Jakarta, Jumat. 

            Namun Sugiharto menolak menyebutkan BUMN mana yang akan 
diprivatisasi selain Perusahaan Gas Negara (PGN) yang sudah direncanakan 
dilepas 10 persen. 

            Selain PGN, Sugiharto sebelumnya menyebutkan yang akan 
diprivatisasi adalah bank yang sahamnya masih dimiliki Pemerintah, seperti BNI, 
Bank Mandiri, BRI dan BTN. 

            "Yang mana akan diprivatisasi terlebih dahulu, tergantung pasar. 
Yang penting kesiapan sebelum lima bulan ini," katanya. 

            Sugiharto hanya menambahkan bahwa pekan depan pihaknya akan 
melakukan konsultasi dengan Bank Indonesia mengenai rencana privatisasi salah 
satu bank Pemerintah tersebut, guna mengetahui kondisi bank itu dan pengaruhnya 
terhadap perbankan nasional. 

            "Kita mau konsultasi dengan BI untuk melihat pengaruhnya. BI yang 
paling tahu apakah bank itu `qualified` atau tidak, cocok atau tidak menjadi 
bank jangkar dan sebagainya," katanya. 

            Selain lewat program privatisasi, pemerintah juga merencanakan 
menjual sahamnya di sejumlah bank seperti di BCA, bank Permata dan BII. 

            Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, sisa saham pemerintah di 
BCA sebesar 5,02 persen akan dijual pada September mendatang dan diperkirakan 
bisa mendapatkan dana sekitar Rp3 triliun. 

            Sementara Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama 
Internasional Depkeu Anggito Abimanyu menambahkan selain di BCA, semua sisa 
saham pemerintah di bank-bank lain juga akan dilepas melalui PT Perusahaan 
Pengelolaan Aset (PPA) pada tahun ini. 

            "Semua akan dilepas. Yang kita sisakan hanya yang di Bank Permata," 
katanya. Saham pemerintah di Bank Permata masih sekitar 26,2 persen, sementara 
di BII sebesar 5,53 persen, Bank Lippo 2,64 persen, BTPN 28,39 persen dan 
Maybank 6,08 persen. (Ant)  
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hp7eic4/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123304928/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke