ttg keyakinan iya n Insya Allah, tp ada yg lebih penting yg perlu dicermati, 
simak tulisan dibawah ini (di copet dr milis satunya..)..(tersipu..)
 
jadi, sebagai agama, Islam perlu membentengi diri dan menyatukan aqidah agar 
lebih KUAT, tidak mudah disusupi oleh musuh² Islam, itulah yg sebenar-benarnya, 
tolong dipahami ini..
sudah kewajiban seorang muslim untuk saling nasehat menasehati ingat 
mengingatkan, tentu dengan cara² se elegance mungkin, tidak dgn cara kekerasan 
dan pemaksaan.., sampai hari akhir, hal itu sudah menjadi KEWAJIBAN seorang 
muslim!..dan itulah yg dilakukan MUI..
 
wassalam,
tr.-


 
Assalamu'alaikum wr wb,

Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, selama masih
tidak menyimpang dari Al Qur'an dan Hadits. Misalkan
ada orang sholat dengan mengeraskan bismillah,
sementara yang lain tidak kedengaran. Keduanya punya
landasan hadits yang shahih. Jadi tidak masalah
apalagi itu cuma furu'iyah (masalah kecil/cabang).

Tapi jika sudah menyimpang jauh atau masalah
aqidah/dasar kepercayaan, misalkan Tuhannya sudah
bukan satu lagi atau tidak mengakui Nabi Muhammad SAW
sebagai Nabi terakhir, maka ini sudah sesat.

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);
sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada
jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar
kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang
amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Al Baqarah:256]

Berikut artikel yang menarik tentang hadits palsu yang
menyatakan perbedaan adalah rahmat. Hadits ini sering
dipakai oleh pentolan kelompok sesat untuk menyimpang
dari Al Qur'an dan Hadits dengan alasan perbedaan
adalah rahmat.

Wassalam
Perbedaan Pendapat Pada Umatku Adalah Rahmat? 
http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=1284_0_4_0_M

Berkata sebagian kaum Muslimin : 
"Biarkanlah keragaman pendapat yang ada di tubuh kaum
Muslimin tentang agama mereka tumbuh subur dan
berkembang, asalkan setiap perselisihan dibawa
ketempat yang sejuk." 

Alasan mereka didasarkan pada sebuah hadits yang
selalu mereka ulang-ulang dalam setiap kesempatan,
yaitu hadits: 
"Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat" 

Benarkah ungkapan ini? benarkah Rasulullah mengucapkan
hadits tersebut? 
Apa kata Muhadditsin (Ahli Hadits) tentang hadits
tersebut??

Syaikh Al-Albani rahimahulah berkata: "Hadits tersebut
tidak ada asalnya". [Adh-DhaÂ’ifah :II / 76-85] 

Imam As-Subki berkata: "Hadits ini tidak dikenal oleh
ahli hadits dan saya belum mendapatkannya baik dengan
sanad shahih, dhaÂ’if (lemah), maupun maudhu (palsu)." 

Syaikh Ali-hasan Al-Halaby Al-Atsari berkata: "ini
adalah hadits bathil dan kebohongan." [Ushul Al-BidaÂ’]

Dan dari sisi makna hadits ini disalahkan oleh para
ulama. 

Al-‘Alamah Ibnu Hazm berkata dalam Al-Ahkam Fii Ushuli
Ahkam (5/64) setelah menjelaskan bahwa ini bukan
hadits: "Dan ini adalah perkataan yang paling rusak,
sebab jika perselisihan itu adalah rahmat, maka
berarti persatuan adalah adzhab. Ini tidak mungkin
dikatakan oleh seorang muslim, karena tidak akan
berkumpul antara persatuan dan perselisihan, rahmat
dan adzhab." 

Bagaimanakah Daya Rusak Hadits Palsu Tersebut Terhadap
Islam ?

Mengekalkan perpecahan dalam Islam 
Tidak ragu lagi bahwa hadits tersebut adalah tikaman
para pembawanya bagi persatuan Islam yang haqiqi.
Ketika para pembawa panji-panji sunnah menyeru umat
kepada persatuan Aqidah dan Manhaj (jalan/metode) yang
shahih. Tiba-tiba muncul orang-orang yang mengaku
mengajak kepada persatuan Islam dengan berkata:
"Biarkanlah kaum muslimin dengan keyakinannya
masing-masing, biarkanlah kaum muslimin dengan
metodenya masing-masing dalam berjalan menuju Allah ,
janganlah memaksakan perselisihan yang ada harus
seragam dengan keyakinan dan pola pikir orang-orang
arab padang pasir 15 abad yang lalu. Karena Rasulullah
bersabda: "perselisihan pendapat pada umatku adalah
rahmat." 

Allahu AkbarÂ…!! Alangkah kejinya ungkapan tersebut dan
banyak lagi perkataan yang semisalnya yang
mengakibatkan kaum muslimin abadi di dalam aqidah dan
manhaj yang berbeda. Padahal ayat-ayat dalam Al-QurÂ’an
melarang berselisih pendapat dalam urusan agama dan
menyuruh bersatu. Seperti Firman Allah dalam: 

Surat Al-Anfal ayat 46 yang artinya; 
"Jangan kamu berselisih, karena kamu akan menjadi
lemah dan hilang kewibawaan kamu."
Surat Ar-Rum ayat 31-32: 

"Jangan kamu seperti orang-orang yang musyrik, yaitu
mereka mencerai-beraikan agamanya dan
bergolong-golongan. Dan setiap golongan berbangga
dengan apa yang ada pada golongan mereka."
Surat Hud ayat: 118-119: 

"Mereka terus-menerus berselisih kecuali orang yang
mendapatkan rahmat dari Tuhanmu."

Dan kita diperintah Allah untuk bersatu dalam Aqidah
dan manhaj diatas Aqidah dan Manhajnya Rasulullah dan
para sahabatnya. Sebagaimana Firman Allah dalam surat
Al-AnÂ’am ayat: 153 yang artinya: 
"Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku
yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu
mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan
itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu
bertaqwa."

Dan kita diperintahkan Allah untuk merujuk bersama
kepada Al-QurÂ’an dan As-Sunnah ketika terjadi
perselisihan, bukannya membiarkan perselisihan aqidah
dan hal-hal yang pokok dalam agama meradang di tengah
ummat dengan dalih sepotong hadist palsu. Firman-Nya
dalan surat An-NisaÂ’ ayat 59 yang artinya: 
"Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah
kepada Allah (Al-QurÂ’an) dan Rasul-Nya (Sunnah-nya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik
akibatnya."


Kaum muslimin tidak lagi menjadikan Al-QurÂ’an dan
As-Sunnah sebagi sandaran kebenaran dan hakim 
Syaikh Al-Albani berkata: "Diantara dampak buruk
hadits ini adalah banyak kaum muslimin yang mengakui
terjadinya perselisihan sengit yang terjadi diantara 4
madzab dan tidak pernah sama sekali berupaya untuk
mengembalikannya kepada Al-QuÂ’an dan Al-Hadits."
[Adh-DhaÂ’ifah: I/76] 

Allah berfirman menceritakan Nabi-Nya Muhammad ketika
mengadu kepada-Nya: 
"Berkatalah rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku
menjadikan Al-QurÂ’an ini suatu yang tidak diacuhkan."
[QS. Al-Furqan:30]. 

Sungguh hal itu terulang kembali di zaman ini
dikarenakan hadist palsu yang menggerogoti ummat. 


Umat islam tidak lagi menjadi umat terbaik yang jaya
di atas umat yang lainnya. 
ini dikarenakan hadits palsu tersebut menjadi dinding
bagi seorang muslim untuk beramar maÂ’ruf nahi mungkar,
seorang muslim tidak lagi menegur saudaranya yang
berbuat salah dalam syirik, kekufuran, dan bidÂ’ah
serta maksiat disebabkan meyakini hadits palsu
tersebut. Karena mereka menganggap semua itu sebagai
suatu perbedaan yang hakikatnya adalah rahmat,
sehingga tidak perlu untuk ber-nahi mungkar.
Akibatnya, predikat ummat terbaik tidak lagi disandang
oleh umat islam, karena telah meninggalkan syaratnya
yakni Amar MaÂ’ruf dan Nahi Mungkar. Sebagaimana firman
Allah dalam surat Ali-Â’Imran ayat: 110 yang artinya: 
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang maÂ’ruf, dan mencegah
dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah ."


Ancaman dan kecaman yang keras dari Nabi, karena
berkata dengan mengatasnamakan Rasulullah secara
dusta. 
Rasulullah bersabda : 
"Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja,
maka hendaklah ia siapkan tempat duduknya dari api
neraka" [Riwayat Bukhari-Muslim].

Hendaklah takut orang-orang yang mengada-adakan
perkataan dusta atas nama Rasulullah , demikian pula
orang-orang yang menyebarkan dan mendongengkan
kisah-kisah palsu dan lemah yang hanya muncul dari
prasangka belaka yang padahal prasangka itu adalah
seburuk-buruk perkataan. 

Meninggalkan perintah Allah 
Ini adalah efek lanjutan dari hadist palsu tesebut,
karena ketika seseorang mentolelir perselisihan
aqidah, halal dan haram, serta segala sesuatu yang
telah tegas digariskan oleh dua wahyu, maka di saat
yang sama ia telah meninggalkan perintah Allah untuk
menuntaskan setiap perselisihan kepada Al-QurÂ’an, dan
As-Sunnah. Sebagaimana Allah berfiman : 
"Jika kamu berselisih pendapat maka kembali-kanlah
kepada Allah (Al-QurÂ’an) dan Rasul-Nya (As-Sunnah)
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
akhir, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik
akibatnya" [An-Nisa:59]

Melemahkan kekuatan kaum Muslimin serta membuka jalan
bagi orang-orang kafir untuk menghancurkan Islam dari
dalam 

Syaikh Ali Hasan dalam kitabnya "ushul bida"
mengisyaratkan dampak buruk hadist tersebut yang dapat
melemahkan kaum muslimin dan menjatuhkan
kewibawaannya, karena jelas-jelas hadist palsu
tersebut menebarkan benih-benih perpecahan di tubuh
kaum Muslimin, sedangkan Allah berfirman : 
"Jangan kamu berselisih, karena kamu akan menjadi
lemah dan hilang kewibawaan kamu." [Al-Anfal: 46]

Ibnu masÂ’ud meriwayatkan : 
“Rasulullah membuat satu garis dengan tangannya lalu
bersabda “ini jalan Allah yang lurus”, lalu beliau
membuat garis-garis dikanan kirinya, kemudian
bersabda, “ini adalah jalan-jalan yang sesat tak
satupun dari jalan-jalan ini kecuali didalamnya
terdapat setan yang menyeru kepadanya.” Selanjutnya
beliau membaca firman Allah , “dan bahwa (yang Kami
perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka
ikutilah dia janganah mengikuti jalan-jalan (yang
lain) karena jalan itu mencerai-beraikan kamu dari
jalan-Nya yang demikian itu diperintahkan oleh Allah
kepadamu agar kamu bertaqwa (Qs. Al-an’am153)”.
(Hadits shahih riwayat Ahmad dan NasaÂ’i). 

MarajiÂ’: 
Ushul bidaÂ’ [Syaikh Ali Hasan Ali Abdul hamid] 
Sifatush shalaty An-Naby [Syaikh Muhammad Nashiruddin
Al-Albani] dan sumber-sumber lainnya 
Dicopy dari: anshorussunnah.cjb.net 


Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


truly, bagus sekali kalau anda benar-benar bisa
memahami tulisan kiyai mustafa bisri ini.... dan kalau
kita semua bisa melaksanakan dalam hidup sehari-hari,
tentu dunia akan menjadi lebih damai....

tentu bukan tanpa sebab (ada konteksnya) bila kiyai
mustafa membuat tulisan ini.... kira-kira apa ya
konteksnya.....?

salam,




                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h9sbebt/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123458691/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke