Iya mas. Anda dan saya bisa punya hotel Hilton? aku nggak mampu nihh...
Ato kita tanya mas Nizami, dia pasti ada jawaban...
 


irwank <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> Coba tanya putra putra bangsa yang bergelimang emas dan $ dananya dari  
> mana ya? nanti beritahu saya ya mas?

Salah satunya bisa dilihat dari artikel ini ya, Eyang?
Topik serupa juga ada di buku terbitan ICW (waduh judulnya lupa.. ada
di rumah)..
Intinya ya soal Pertamina dan em.. em.. em.. militer.. hiks..

Coba klo Pertamina gak bocor.. mungkin harga BBM gak perlu dinaikkan dulu..
dan mestinya rate rupiah yang dikuatkan.. bukan cuma berani meminta rakyat
mengalah terus, terus, terus dan terus.. rakyat seperti kelinci en*rg*z*r.
dan yang kaya' semakin kaya'.. *keluh*

Wassalam,

Irwan.K

------
http://kolom.pacific.net.id/ind/prof_m._sadli/artikel_prof_m._sadli/kasian_pertamina.html

Ditulis oleh Sadli    
Senin, 21 Juni 2004

Kasian perusahaan negara ini. Apa saja yang dilakukan selalu
disalahkan. Untuk sementara tidak ada jalan keluar yang afdol. Ia
masih harus terus menanggung beban sejarahnya. Mungkin, dan
mudah-mudahan, dalam waktu sepuluh tahun ia bisa menjalankan kehidupan
yang biasa. Akan tetapi, sementara itu ia juga bisa gulung tikar.
Didirikan oleh Dr. Ibnu Sutowo di masa pertama pemerintah Suharto,
dari peleburan Permina yang merupakan ciptaan asli Ibnu Sutowo dan
Pertamin yang menampung warisan zaman kolonial. Pada saat itu, Permina
merupakan perusahaan produksi yang kecil, di Sumatra Utara, sedangkan
Pertamin meneruskan kegiatan distribusi perusahaan asing Shell dan
Stanvac. Dalam peleburan ini cap corporate culture Ibnu Sutowo (main
sendiri, non-transparan) lebih menonjol ketimbang kebudayaan
perusahaan asing multinasional. Inilah permulaan dari "kebudayaan yang
serba korup" karena perusahaan merupakan "negara-dalam-negara". Ibnu
Sutowo adalah perwira TNI yang lebih senior dari Suharto sehingga
Suharto segan sekali menegurnya. Lagipula Pertamina mulai merupakan
cukong (penjamin keperluan dana) bagi tentara kita, terutama para
jendralnya.

Hegemoni Ibnu Sutowo lekas berakhir setelah krisis Pertamina di
permulaan dasawarsa tujuhpuluhan setelah sebelumnya Ibnu Sutowo
melakukan ekspansi tanpa pandang resiko besar, antara lain memesan
sebuah armada tanker yang sangat besar. Belakangan ini ada gejala
"sejarah cenderung mengulangi diri".

Krisis Pertamina disebabkan oleh harga minyak bumi yang mendadak jatuh
sekali dan Pertamina mengalami masalah utang besar yang tak bisa
diangsur. Akhirnya, Presiden Suharto juga tidak bisa melindungi Ibnu
Sutowo lagi dan ia diganti oleh Piet Haryono, mantan dirjen keuangan.
Sejak itu masalah keuangan Pertamina jauh lebih dikontrol oleh
Pemerintah. Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian lebih bisa
mengendalikannya.

Tetapi, sifat sebagai perusahaan negara yang kaya dan besar sehingga
mudah menjadi kembali "sapi perahan" bagi pemerintah (baca:
kepresidenan) berjalan terus, dan direktur utama selalu diangkat oleh
Presiden Suharto dan selalu tampak kedekatannya dengan keluarga
Cendana.

Sekarang zaman lain, zaman reformasi. Di satu fihak ada haluan
kebijakan baru, yakni privatisasi sektor-sektor yang dulu dikuasai
oleh perusahaan negara. Perusahaan negara juga harus memberlakukan
good governance dan kedudukannya harus lebih bebas dari Pemerintah.
Monopoli Pertamina (akan) dipangkas dan perusahaan swasta asing dan
dalam negeri boleh bersaing di bidang minyak dan gas bumi. Sudah ada
satu perusahaan nasional swasta yang tampak berhasil, yakni Medco.

Sementara ini distribusi BBM masih dilakukan oleh Pertamina sebagai
monopoli. Tetapi, harga-harga BBM ditetapkan oleh Pemerintah dan
senantiasa menjadi bulan-bulanan politik. Artinya, kalau harga minyak
bumi naik atau inflasi dalam negeri meninggi maka Pertamina tidak bisa
mengelakkan kerugian. Ia harus terus mensupply BBM yang sekarang
volumenya sekitar 62 juta kiloliter setahun dengan laju pertumbuhan
sekitar 7% setahun. Artinya, setiap 10 tahun volume ini naik dua kali.

Penjualan BBM tidak bebas, dan minyak tanah dan solar untuk
pengangkutan umum harus dijual dengan harga yang terjangkau
masyarakat. Biaya pokok rata-rata adalah harga minyak di pasar
internasional plus 20-25% margin untuk pengilangan dan distribusi.
Pada harga minyak bumi US$ 40 per barrel maka harga satuan rata-rata
menjadi sekitar Rp 3000 per liter (masih tergantung kurs rupiah).
Tetapi di APBN harga minyak bumi hanya $22 per barrel, sehingga untuk
subsidi Dep. Keuangan berpegang kepada angka biaya produksi rata-rata
Rp 1750 per liter, yang berarti ada kerugian Pertamina Rp 1000 per
liter minyak tanah.

Semua instansi, Dep. Keuangan dan DPR, berlindung diri di belakang
angka-angka resmi ini. Maka cepat atau lambat (artinya cepat sekali)
Pertamina mengalami masalah cashflow. Untuk mengurangi kerugian maka
Pertamina segan menambah supply minyak tanah dan solar yang
permintaannya membengkak oleh karena ada disparitas harga di pasar.
Akibatnya, sewaktu-waktu timbul kekurangan dan keluhan masyarakat.
Tetapi, Dep. Keuangan tidak bisa begitu saja menambah pertolongan cash
kepada Pertamina oleh karena akan membengkakkan subsidi dan APBN. DPR
juga secara politis tidak berani menyarankan menaikkan harga BBM.

Kalau karena masalah cash flow yang sangat kurang ini Pertamina mau
menjual order tanker besar maka lekas ada prasangka adanya pat-gulipat
mau mempertahankan komisi sewa charternya. Prasangka ini a priori dan
menjadi bagian dari beban sejarahnya. Pertamina harus hidup dengannya.


On 8/8/05, Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mas Nizami, sebelum dicaplok USA sudah dikuras putra putra bangsa sendiri, 
> yang namanya PERTAMINA.
> 
> Coba tanya putra putra bangsa yang bergelimang emas dan $ dananya dari  mana 
> ya? nanti beritahu saya ya mas?
> 
> Dll. Jangan dicaplok USA ah terlalu bombastis, dicaplok Singapura saja kita 
> sudah makmur... hik hik hik
> 
> Salam caplok caplokan
> 
> Danardono
> 
> 
> A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> Saat ini pun AS dgn leluasa menguras minyak, gas,
> emas, dsb dari bumi Indonesia dgn MNC-nya.
> 
> Jadi kalau Indonesia dicaplok jadi negara bagian AS,
> ya sekalian saja. Siapa tahu Indonesia bisa makmur
> seperti Hawaii...:)
> 
> --- Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Jakarta - Dari wuku-wuku (perhitungan) Kejawen dan
> > informasi sejumlah kiai, Gus Dur yakin tidak lama
> > lagi
> > AS akan menduduki Indonesia. Waduh!
> >
> > 'Wacana' yang dilontarkan mantan presiden ini bak
> > menguatkan kecurigaan bahwa AS memiliki maksud
> > tertentu di balik mencuatnya 'ribut-ribut' soal
> > kemerdekaan Papua yang berawal di Kongres AS.
> >
> > Nah, atas dasar wuku-wuku Kejawen itu, Gus Dur pun
> > mengimbau agar pemerintah Indonesia bersikap tegas
> > dengan adanya pernyataan dua anggota Kongres AS yang
> > mendukung pemisahan Papua dari NKRI.
> >
> > Sebab meski pemerintah AS tegas-tegas mendukung
> > Papua
> > masuk wilayah RI, pria yang pernah dijuluki
> > 'presiden
> > wacana' ini tetap yakin AS memiliki rencana lain.
> >
> > "Sikap pemerintah harus pasti. Jangan mengalah. Yang
> > saya dengar, kita akan dibagi menjadi tujuh atau
> > delapan negara. Salah satunya diberikan kepada
> > Singapura," kata Gus Dur mewanti-wanti.
> >
> > Hal ini disampaikan Gus Dur saat ditemui wartawan di
> > kediamannya, Jalan Warung Silah, Ciganjur,
> > Jagakarsa,
> > Jakarta, Kamis (4/8/2005).
> >
> > Gus Dur mengaku mendengar informasi tersebut dari
> > wuku-wuku Kejawen dan para kiai. Menurutnya, tentara
> > AS akan menduduki RI dengan memakai alasan
> > pertikaian
> > di Aceh dan Papua. "Tentara AS akan menyebar dari
> > Aceh
> > ke bawah, dan dari Irian juga begitu," urai Gus Dur.


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS 
Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian 

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hh3u933/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123507384/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke