tajuk sebelumnya : AS akan mencaplok Indonesia (ramalan Gus Dur)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


--- "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hua..ha..ha...Mbak Fau dah bisa lucu, boleh pulang ke Indo...ta' 
> sambut pake karpet GUCInya Mbah yang berwarna merah hijau merah...
> sip kan?
> 
> wassalam,
> 

--------------
i.h. muchtarom:
---------------
bicara soal primbon, soal gus Dur, soal "sejarah" jenderal Ahmad
Yani, soal kejawen, soal bung Karno, pak Harto dll. nampaknya
semua itu emang nyambung. Ada yang bilang, Gus Dur itu masih
keturunan daripada Joko Tingkir. Lalu sebagian orang jawa 
masih ada yang percaya bahwa sebagian presiden Indonesia,
seperti bung Karno ato pak Harto ini masih ada kaitan garis
keturunan dengan raja-raja jawa, artinya mungkin masih ada
kaitannya dengan garis keturunan Ken Arok, raja Singosari
yang paling beken :)  

Ini belom bicara mengenai peran figur Mitologi Nyai Roro Kidul 
dalam ikut mempengaruhi jalannya sejarah politik republik 
Singosari di masa ini :)

Balik ke soal Jenderal A. Yani, konon dulu waktu pak Harto 
menjabat sbg. Pangdam Diponegoro di Jawa Tengah ( artinya
menjadi bawahan A. Yani yang waktu itu Panglima Angkatan
Darat), pak Harto pernah mendapat teguran dari jend. Yani,
karena "membisniskan" suplai beras untuk logistik personil
di kalangan Kodam Diponegoro, ber"koalisi" dengan Om Liem.

Syahdan, inilah yang menjadi awal berkembangnya bakat 
"entrepreneurship" nya pak Harto di dalam bernegara. Bagi 
orang seperti pak Harto, hidup ini tidaklah harus dibuat
"dikotomis", dengan "deskriminasi" sistem nilai. Bagi beliau,
tidak masalah, seorang "Ksatria ABRI yang Saptamarga-is" 
bisa saja sekaligus berperan menjadi "entrepreneur" yang
"profesional" dan "sukses" ...  

Mangkanya sewaktu beliau menjadi presiden RI, bakat
entrepreneurship semacam ini pun masih dipraktekkan,
juga di dalam mengelola negara ...

***

Nah, nampaknya bakat entrepreneurship para pemimpinnya
nampaknya ditiru oleh rakyat republik Singosari modern.
Di sini, orang membisniskan semuanya, semua sumber daya, mulai
dari sumber daya alam, sumber daya keamanan/"security", sumber
daya hukum, sumber daya sosial dsb. semua bisa di bisniskan, 
asaaal cepek dulu :)

koalisi antara para "entrepreneur" dengan pamong/aparat
keamanan pun menjadi modus operandi yang lazim. Dalam
ekspresi bahasa kasar, sebetulnya peranan para pamong
atau petinggi keamnanan di alam menjaga "keamanan" bisnis
para "entrepreneur" tsb tidak banyak bedanya dengan para
preman yang mendapat penghasilan dari bayaran "uang keamanan".
Terlacaknya rekening sebagian aparat POLRI yang - konon -
jumlahnya mencapai ratusan milyar ripah, yang diduga merupakan
hasil operasi "preman plat merah" ini merupakan indikasi
dari budaya patron "preman guarded entrepreneurship "
dari masyarakat republik Singosari dewasa ini.

Tetapi siapa tahu, setting budaya patron * Preman-guarded
entrepreneurship" semacam ini tidak selalu berarti negatif
bagi kelangsungan hidup negara dan bangsa Singosari modern ini?

Siapa tahu, nanti lembaga think tank seperti CSIS
akan merekomendasikan bahwa budaya-2 entrepreneurship
semacam ini dapat di integrasikan untuk meningkatkan
daya tahan negara menghadapi ancaman agresor dari luar +
seperti misalnya dari amerika atau ostrali, seperti yang 
bisa dibaca pada dokumen rahasia / "classified" yang
terlanjur bocor di internet seperti tersebut di bawah ini ...

===( ihm )================================================

note: guyonan yang saya kutip di bawah ini sudah sering
      di-edarkan di internet, mohon maaf bagi yang telah
      2 s/d 10 kali membacanya :)


==========================
BOCORNYA DOKUMEN PENTAGON
==========================
Selasa, 26 April 05 - oleh : admin

2005-01-01 15:14:36 

Sebuah dokumen yang berklasifikasi sangat rahasia (TOP 
SECRET!!!), bocor ke tangan wartawan. Dokumen itu 
adalah laporan CIA kepada Pentagon yang sejatinya akan 
diteruskan ke Gedung Putih. Menurut dokumen tersebut, 
Sebenarnya setelah Irak, Indonesia akan jadi sasaran 
berikutnya. Tapi intel-intel CIA yang lebih dulu 
diterjunkan ke Indonesia, menyimpulkan bahwa bila AS 
menyerang Indonesia, maka perang akan sangat mahal dan 
AS 
akan banyak menderita kerugian. 

Untuk lebih jelasnya, berikut nukilan isi dokumen 
tersebut yang telah diterjemahkan dari bahasa Inggris 
ke bahasa gaul: 


Kepada Yth, 

Kepala Staf Gabungan 
Jenderal Richard Myers 

kelurahan Potomac Avenue, RW-XIV RT-7
Kecamatan Pentagon, Washington D.C.
=====================================

Tembusan: Direktur CIA (intelnya lupa nama boss-nya 
sendiri) 

Begitu memasuki perairan Indonesia, Armada Ketujuh 
kita akan dihadang pihak Bea Cukai karena membawa 
masuk senjata api dan peralatan perang tanpa surat 
izin dari pemerintah RI. Ini berarti kita harus 
menyediakan \"Uang Damai\". Coba hitung berapa besarnya 
jika bawaannya sedemikian banyak. 

Kemudian bila kita mendirikan base camp militer, bisa 
ditebak di sekitar base camp pasti akan dikelilingi 
tukang bakso, tukang es kelapa, lapak VCD bajakan, 
sampai obral celana dalam Rp 10.000 dapat 3. Belum 
lagi para pengusaha komedi puter yang bakal ikut 
mangkal di sekitar base camp juga. 

Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank 
lapis baja yang diparkir dekat base camp akan 
dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas 
perpakiran daerah, maupun preman-preman sekitar. 
Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,- 
(maklum tarif orang bulé), berapa yang harus dibayar 
pemerintah AS kalau kendaraan & tank harus parkir 
selama sebulan atau setahun lebih seperti di Irak 
sekarang ini. 

Belum lagi, para pengusaha parkir swasta yang bisa 
melobi Gubernur Jakarta Sutiyoso untuk menaikkan tarif 
parkir. Lobi itu sangat mulus karena salah satu 
komisaris perusahaan parkir terbesar di Jakarta itu 
adalah bekas tentara. Nah, Sutiyoso ini juga tentara. 

Belum lagi, di sepanjang jalan ke lokasi base camp, 
kita harus menghadapi para Pak Ogah yang berlagak 
mengatur jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan 
yang memutar. Bisa dibayangkan, berapa recehan yang 
harus kita siapkan setiap ada operasi tempur menuju 
pusat-pusat musuh, seperti Cilangkap. Dari Tanjung 
Priok (tempat pasukan AS mendarat) ke Cilangkap saja, 
ada berapa kali pertigaan atau putaran. Bakal pusing 
deh kita. 

Nah, suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika 
harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat 
pasti akan dihampiri para pengamén, pengemis dan 
anak-anak jalanan, ini berarti harus mengeluarkan 
recehan 
lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang 
sedang bokek, udah pasti kena semprit karena konvoi 
tanpa izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus 
dikeluarkan untuk polantas-polantas itu. 

Itu baru polantas Pak Myers, belum lagi petugas 
DLLAJR. Anda harus melihat sendiri bagaimana mereka 
beraksi. Tank-tank dan truk-truk kita kan belum dikir. 
Nah, itu pertanda buruk. Setiap kali kir, berapa duit 
yang harus kita keluarkan untuk membayar yang resmi 
dan tidak resmi. Belum lagi kalau kita mau menyerbu 
Kodam di daerah 
lain, maka kita harus melewati JEMBATAN TIMBANG milik 
DLLAJR juga. Siapkan saja uang pelicin. 

Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak 
bisa tidur, karena nyamuknya busettt, gede-gede kayak 
vampire. Kalau mau mendatangkan penyemprotan dari 
Dinas Kesehatan, nah siapin aje deh amplopannye. 

Pagi harinya pasukan kita kagak bakal bisa mandi 
karena di sungai banyak di lalui \"Rudal Kuning\" yang 
ditembakkan penduduk setempat dari \"Flying helicopter\" 
alias wc terapung di atas sungai. 

Pasukan AS juga tidak bisa jauh-jauh dari peralatan 
perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai 
pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan 
perang canggih yang kita bawa. Meléng sedikit saja, 
tank Abraham kebanggaan kita bakal siap dikiloin. 

Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan 
kunci T-nya yang akan merebut jip-jip perang kita yang 
kalau didempul dan cat ulang bisa dijual mahal ke 
anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan di 
sekitar Menteng (dekat Kedutaan Besar kita). 

Dan yang lebih menyedihkan lagi, badan pasukan AS akan 
jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Soalnya, 
kalau nekat menjemur pakaian dan meléng sedikit saja, 
besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara 
di lapak-lapak pakaian bekas. 

Peralatan telekomunikasi kita juga harus dijaga ketat, 
karena para bandit kapak merah sudah mengincar 
peralatan itu. Dan kita juga harus membayar sewa tanah 
yang digunakan untuk base camp kepada Haji Husin, Haji 
Mamat, dan engkong Jai para pemilik tanah yang orang 
Betawi. 

Di samping itu, ada aturan wajib lapor kalau bawa tamu 
1x24 jam dan harus izin RT/ RW dan kelurahan setempat. 
Bayangkan, berapa meja yang harus kita lalui dengan 
amplopan. Apalagi, pasukan AS suka bawa cewek. 

Membayangkan ini semua, kami intel-intel CIA 
merekomendasikan untuk tidak usah menyerang Indonesia. 


>
> --- In [email protected], "fauziah swasono"
 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> >   Ada cerita dari milis lain.
> > 
> >   Pada waktu generasi 'baby boomers' masih berusia belasan 
> >   tahun, keadaan ekonomi di Indonesia sangat memprihatinkan. 
> >   Rakyat harus antri beras, minyak, gula dan kebutuhan pokok 
> >   lainnya yang dijatah oleh pemerintah. Rupiah hampir-hampir 
> >   bisa dikatakan tidak bernilai. 
> >
> >   Saking pusingnya mengurus negara yang dalam keadaan 
> >   bangkrut, Bung Karno (yang seorang politikus handal) 
> >   memanggil Jendral Achmad Yani (yang militer sejati 
> >   dengan optimismenya yang sangat tinggi) ke istana 
> >   untuk berdialog mengenai langkah-langkah untuk keluar 
> >   dari keterpurukan.
> > 
> >   Bung Karno mengajukan suatu gagasan: "Yani, coba kamu 
> >   pikirkan dan rencanakan. Kita serang saja Amerika, kan 
> >   kita pasti kalah, terus dijajah. Kamu lihat negara-negara 
> >   yang dijajah Amerika kan diurusi dan jadi makmur".
> > 
> >   Pak Yani terhenyak sebentar, lalu menjawab: "Siap Bung, 
> >   mohon saya diberi waktu dua hari untuk menyusun baik 
> >   dan buruknya gagasan Bung tersebut". Bung Karno mengiyakan
> >   permohonan tersebut.
> > 
> >   Dua hari kemudian, Pak Yani kembali menghadap Bung Karno 
> >   di Istana.
> > 
> >   Jawaban Pak Yani sangat optimis: " Bung, setelah saya 
> >   pertimbangkan selama dua hari, saya tidak sepaham dengan 
> >   Bung dengan gagasan menyerang Amerika. Bung hanya memikirkan 
> >   kalau kita kalah, terus bisa makmur karena dijajah Amerika.
> > 
> >   Bagaimana kalau kita menang? Apa kita tidak tambah miskin 
> >   harus ngurusin Amerika?
> > 
> >   Memang jiwa militer pantang mengatakan kita pasti kalah.
> >   ------------------------------
> > 
> >   Tapi Mbak Lina, menurut woku-woku pararimbon saya, nggak 
> >   lama lagi orang Indonesia akan saling mencaplok (telur).
> > 
> >    salam klenik,
> > 
> > --- "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> > 
> > > HOREEE
> > > 
> > > Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >  
> > > > Jakarta - Dari wuku-wuku (perhitungan) Kejawen dan
> > > > informasi sejumlah kiai, Gus Dur yakin tidak lama lagi
> > > > AS akan menduduki Indonesia. Waduh!
> > > >





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h0g0l8n/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123535034/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research 
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke