Siapa bilang para ortu tulisannya nggak keren :))

salam,
Ari Condro


----- Original Message ----- 
From: Suprawoto 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, August 09, 2005 5:05 PM
Subject: [Milis Ortu SMUTN] Cita-Cita


Members Ysh,
Memiliki putra-putri yang mulai memasuki tahun ke 3 SMA, artinya adalah 
dimulainya tarik-ulur tentang jalur studi yang bakal dipilih oleh thole-genduk 
selepas dari SMA nantinya.
Dua tahun yang lalu, saya pernah mengalami hal yang sama dengan kakangnya 
Unggul, dan hasilnya adalah seperti yang dibilang oleh Khalil Gibran dalam 
tulisannya yang terkenal itu. Anakmu adalah anak panahmu ...................
Sekarang, dengan si Unggul tampaknya nasib saya juga tidak bakal jauh berbeda. 
Kita para ortu ternyata cuma bisa mendoakan dan ngongkosi. Soal jalur studi 
yang bakal dipilih oleh thole, paling-paling kita hanya bisa memberikan 
pemahaman mengenai apa yang bakal dihadapinya selepas studi nantinya. 
Memilihkan jalur studi? Dari pengalaman saya dengan thole sulung tahun kemarin, 
rasanya kok ndak usah terlalu berharap. Celakanya, jalur studi yang dipilih 
thole untuk ditekuni ternyata sama sekali tidak saya mengerti.

Suatu sore selepas jalan-jalan dan menjajal warung-warung emperan di kota Solo, 
saya mencoba megajak berbicara "hati ke hati" dengan thole yang sudah secara 
sah dinyatakan layak masuk kelas 3 jurusan IPA.

"Le, selepas SMA nanti, rencananya kamu mau melanjutkan di jurusan apa? Apa mau 
ikut masmu di Ngelektro Cap Gadjah Duduk? Biar ngirit gak usah mbeli buku lagi"
"Wah, ya nggak pak. Maunya sih aku ngambil jurusan yang lebih fun, gitu lho...."
"Lho, jurusan yang lebih fun itu kamsudnya jurusan apa? Apa bangsanya jurusan 
seni gitu?. Informatika barangkali?"
"Wah ya enggak to pak. Aku maunya jadi tukang matematika aja deh. Kayaknya jadi 
tukang matematika lebih fun..."
"Lho, fun? Fun? Matematika itu fun? Kalau buat bapak, ngeliat angka-angka yang 
gak jelas juntrungnya, apalagi nggak ada tanda Rp. didepannya itu mbalah bikih 
pusing tuh!"
"Waaaaa... bapak kiiii.... mangkanya banyak baca. Dunia matematika itu nggak 
cuma dunia rumus-rumus. Banyak yang bisa kita dapet dari belajar matematika. 
Ada logika-logika, ada filosofinya dll,dll,dll...."

Karena tambah mumet, maka sayapun diem aja, sambil mbatin didalam hati. 
Ternyata pengalaman dua tahun yang lalu terulang lagi. Dulu, thole mbarep saya 
gadang-gadang jadi akuntan, dengan alasan yang sangat praktis: akuntan hidupnya 
enak, gajinya gede dan karirnya lancar. Disamping itu pada waktu itu dalam 
penilaian saya bakatnya ya disitu itu. 
Ternyata thole malah memilih untuk menekuni dunia yang dipilihnya sendiri, dan 
kita ya ndak bisa apa-apa. Sekarang, thole Unggul yang saya gadang-gadang jadi 
tukang ingsinyir jempolan, mbalah penginnya jadi tukang matematika, yang sampai 
sekarang saya masih belum ngeh bener dimana tempatnya di dunia kerja selepas 
kuliah nanti. Jadi guru? Jadi dosen? Jadi apa ya? Dalam hal ini saya anggap 
thole lebih tahu tentang apa yang dipilihnya. Maklum, setelah sekian belas 
tahun hanya berkutat cari makan buat keluarga, otak saya jadi rada dhedhel, 
nggak mampu lagi mencerna pemikiran anak muda yang serba gesit, penuh referensi 
dan visioner. Kita boleh saja punya cita-cita dan mimpi-mimpi tentang anak 
kita, tetapi pilihan terakhir adalah tetap ditangan mereka. Paling-paling kita 
cuma bisa memberikan wacana.

Members Ysh,
Kenyataan diatas membuat saya menjadi semangkin sadar, bahwa tenyata saya sudah 
mangkin menua. Dan menyadarkan saya pula, bahwa masa depan itu memang dunia 
anak-anak kita, dan oleh karenanya mereka lebih berhak menentukannya sendiri. 
Sementara tugas kita mengantarkan mereka sampai pada jenjang mampu berpikir 
serta menentukan masa depannya sendiri, dengan demikian sudah usai. Tugas kita 
sekarang tinggal ngongkosi dan mendoakan, serta memberikan pandangan kalau 
diminta, dengan harapan thole-genduk mendapatkan kebahagiaan dengan pilihan 
jalur studinya. 
Akan halnya thole Unggul sendiri, saya masih belum yakin apakah pilihannya 
sudah mantap. Maklum, pada usianya yang 16 tahun, segalanya bisa berubah dengan 
tiba-tiba. Interaksinya dengan informasi, buku-buku teman-teman kemungkinan 
akan berpengaruh pula pada pendapatnya tentang jalur studi.

Dalam kesempatan ini, kepada seluruh siswa angkatan 14 saya mengucapkan selamat 
berjuang menggapai cita-cita. Gantungkan cita-cita setinggi langit, dan 
terbanglah diantara gunung dan awan-awan untuk menggapainya. Buatlah kami para 
ortu ini bangga dengan apa yang kalian capai. Kalau mau jadi tukang lukis, 
jadilah seperti Affandi. Kalau mau jadi tukang sajak, jadilah seperti Rendra. 
Kalau mau jadi pengusaha, jadilah seperti Bill Gates. Kalau mau jadi ingsinyir, 
jadilah seperti Habibie. Mau jadi tukang las? Jadilah seperti doktor Helmut 
Thielsch yang tukang las kelas global itu. Kalau mau jadi tukang matematika, 
jadilah seperti Tuan Stodola yang terkenal itu. 

Selamat berjuang anak-anakku... Doa kami beserta kalian .......


Palembang, 8 Agustus 2005

Pakne Unggul


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hdjvsfa/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123589489/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke