Saya kagum akan kedalaman cara pandang mas dan juga mBak Lina serta kawan kawan lain, yang mencoba membawakan pencerahan kedalam masalah (media res), dan tak asal debat debatan. Menarik adalah istilah "agama". Saya tak faham bagaimana dalam Kitab Taurat, bagi orang Israil, adakah Tuhan menyebutkan istilah agama, dalam arti agama mereka, yang Tuhan turunkan. Kalau saya tak khlilaf (mohon dikoreksi kalau salah), dalam agama Kristen tak ada pula disebutkan istilah agama. Bahkan ada seorang pendeta dan akhli theologi yang menulis, bahwa Kristiani bukanlah agama namun wahyu. Whatever. Mengapa ini issue yang menarik? Karena, andaikan dalam sebuah agama, tak disebutkan samasekali, bahwa ada agama atau agama agama, maka ajaran itu dimengerti dari awalnya - a priori - sebagai eksklusif. Satu satunya. Kita lihat diantara umat Kristiani. Adakah hanya satu agama Kristen? Kalau ya yang mana? Apakah aliran aliran dalam agama Kristen adalah agama agama tersendiri? Ataukah ini sekedar denominasi? Kalau dikatakan, "dikau agamamu, daku agamaku", apakah ini mengandung makna " agama agama ini adalah benar semua, hanya aku anut agamaku, sedangkan dikau agamamu. Ataukah, dari awalnya, dikatakan, hanya ada satu agama yang benar. Karena itu ada definisi "pluralisme" ala MUI yang diharamkan. Khabarnya romo Magnis juga menolaknya. Kalau romo Magnis menolaknya, dan mengatakan, hanya satu agama yang benar, tidakkah dia berwajib berjuang, agar hanya agama (yang dianggapnya) benar itulah, yang didukung? dan diizinkan? Kalau untuk jawaban nilai Y adalah satu jawaban X yang definitif dalam f(x)= y, untuk x dalam ruang yang tertentu, maka mana mungkin sang guru membiarkan adanya solusi lain dari persamaan itu? Kalau kita yakin, ke Surabaya dari adalah kearah timur, mengapa anda biarkan seseorang bertolak kearah barat? (walau tentu suatu ketika, kalau dia umur panjang, akan muncul ditimur, dan mendarat di Surabaya dari sisi timur?). Kalau kita yakin, hanya agamakulah yang benar, mengapa aku katakan, aku agamaku dan dikau silakan beragamamu? Tidakkah Ahmadiah lebih relaxed dalam pandangannya? Jadi? Salam danardono
Aman FatHa <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: Tulisan sangat bagus, Mbak. Dan sangat mencerahkan. Tapi bagian yang satu ini ada keinginan saya untuk memberikan tambahan dan tanggapan: "Sepanjang sepengetahuan saya, dalam AlQur'an tak ada penjelasan AlQur'an tersirat dan tersurat tentang keberadaan agama-agama (agama yang banyak) yang memang atas kehendakNya sebagaimana keberadaan suku dan bangsa tsb, makanya saya menjadi tambah yakin bahwa agama dimana Tuhan berkehendak atasnya itu cuma SATU meski budaya, suku, dan bangsa buanyak. Kalaupun disebut Nashara dan Yahudi dalam AlQur'an, itu menunjukkan pada sebuah bangsa or suku, yang telah diturunkan kepada mereka Taurat dan Injil." Saya pikir ini bisa terjadi karena Mbak Lina mencoba melihatnya dari sudut pandangan al-Qur`an. Tentu saja itu jelas, karena al-Qur`an adalah kitab suci kaum muslimin (yang tentunya eksklusif ketika berbicara soal kebenaran agama). Sehingga kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh dst, digambarkan sebagai orang yang ingkar terhadap ajakan Nabi-Nabi. Begitu juga yang kita lihat pada Namruz dan anak buahnya yang kemudian membakar Nabi Ibrahim a.s. Namun kalau kita kembali kepada sudut istilahi, apakah mereka-mereka itu pada saat itu pemeluk suatu agama tertentu? Jawabannya adalah ya, seperti yang kita lihat sendiri dalam peninggalan-peninggalan dan prasasti sejarahnya. Sekali lagi memang di dalam al-Qur`an tidak menyebut keberadaan agama tertentu, tapi ada satu ayat yang sangat mencukupi untuk mewakili semuanya (yakni semua yang tidak disebut al-Qur`an secara langsung sebagai agama). Lakum diinukum waliya diin; bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku. Dan itu secara tegas menyatakan keberadaan agama lain tanpa menyebut apa agamanya. Jadi saya yakin maksud Mbak Lina, "bahwa agama dimana Tuhan berkehendak atasnya itu cuma SATU meski budaya..dst" maksudnya adalah agama yang benar di sisi Allah swt hanya satu yaitu Islam (innad diina 'indallahi al-Islam). Dan itu yang diyakini setiap orang mu'min (eksklusif). Sedangkan keberadaan mu'min itu sendiri di tengah-tengah keberagaman manusia dalam dunia ini, maka "bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku" (inklusif). Setelah garis batas itu sudah jelas, lalu timbul kesadaran yang lebih maju tentang perlunya kebersamaan yang diberdayakan untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan adil.. muncullah ide pluralisme itu. Dari dua ayat itu, yang ingin selalu saya garis bawahi adalah 'indallahi (yakni di sisi Allah). Atau dalam postingan kemarin saya istilahkan dengan sudut subyektif agama. Sedangkan pada ayat kedua, saya garis bawahi "lakum" (yakni bagi kalian) di mana kata ini menjelaskan langsung kontek bahwa kita berada secara real di tangah-tengah "yang lain" (sudut obyektif). Seperti kita berbicara, "Saya merokok, anda tidak" yang menunjukkan adanya orang lain yang kita sebut sebagai "anda" itu. Kenapa al-Qur`an tidak menyebut sebagai agama-agama secara langsung pada semua bagian di mana digambarkan Nabi-Nabi yang diutus oleh Allah untuk mengajak kepada jalan Allah? Tentu saja karena Allah swt yang telah menurunkan al-Qur`an dan agama disisi-Nya hanya Islam. Sehingga semua kepercayaan dan penyembahan yang bukan kepada-Nya tidak disebut sebagai agama secara langsung. Berbeda ketika al-Qur`an menuturkan konteks secara langsung seperti pada ayat "Lakum diinuku waliya diin" itu. Dalam Ilmu Balaghah, yang seperti ini disebut Lit Tanfir.. atau Lil Iihaam biannahu syaiun la yaliiqu lahu.. atau Shaunul lisan 'an zikri syain imma li'azhamatihi au lihaqaritihi.. atau beberapa istilah lain lagi yang merujuk kepada maksud yang sama. Dari sudut pluralisme tidak ada yang perlu dipertentangkan karena tujuan utamanya adalah memberdayakan kebersamaan. Sedangkan dari sudut eksklusif (Innad-diina 'Indallahi al-Islam) atau dari sudut Inklusif (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku), bagaimana agar "kalian" di sini menjadi bagian dari "aku"? Ud'u ilaa sabiili rabbika bil hikmah wal mau'izhatil hasanah wajaadilhum billati hiya ahsan (Ajaklah kepada jalan Tuhanmu dengan cara yang bijaksana dan anjuran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik). Garis bawahi pada ayat ini, "kepada jalan Tuhanmu" dengan mengidhafatkan Rab kepada kata ganti "kamu". Lalu bagaimana jika menolak ikut ke jalan Tuhanmu? Innaka lan tahdi man ahbabta walaakinn-allah yahdii may-yasyaa (kamu tidak akan pernah bisa memberi hidayah kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah yang memberi petunjuk siapa saja yang Ia kehendaki.) Garis bawahi lagi, "tidak akan pernah" (menggunakan huruf Lan). Atau pada ayat lain, Innama anta mudzakkir walasta 'alaihim bimushaithir (Kamu hanya mengingatkan dan bukan orang yang menguasai mereka). Yang perlu digaris bawahi pada ayat ini, kata Innama (Tufiidu al-Qashr)... dan beberapa ayat lain. Demikian, Wassalam Aman http://aman.kinana.or.id [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- *********************************************************************************** It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. Sidharta Gautama --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hn2kh9m/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123603956/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education</a>!</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

