"Innaka lan tahdi man ahbabta" yang benar adalah "Laa tahdii" dan garis bawah 
adalah "Laakin" sebagai bentuk istidrak dari menafikan sesuatu dan kemudian 
menetapkannya pada yang lain, yang lebih tinggi.

Terima Kasih
Aman
http://aman.kinana.or.id

  ----- Original Message ----- 
  From: Aman FatHa 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, August 09, 2005 4:48 PM
  Subject: Re: Ant: [ppiindia] Pemerintah dalam Kontroversi Fatwa MUI


  Tulisan sangat bagus, Mbak. Dan sangat mencerahkan.
  Tapi bagian yang satu ini ada keinginan saya untuk memberikan tambahan dan 
tanggapan:

  "Sepanjang sepengetahuan saya, dalam AlQur'an tak ada penjelasan 
  AlQur'an tersirat dan tersurat tentang keberadaan agama-agama (agama 
  yang banyak) yang memang atas kehendakNya sebagaimana keberadaan 
  suku dan bangsa tsb, makanya saya menjadi tambah yakin bahwa agama 
  dimana Tuhan berkehendak atasnya itu cuma SATU meski budaya, suku, 
  dan bangsa buanyak. Kalaupun disebut Nashara dan Yahudi dalam 
  AlQur'an, itu menunjukkan pada sebuah bangsa or suku, yang telah 
  diturunkan kepada mereka Taurat dan Injil."

  Saya pikir ini bisa terjadi karena Mbak Lina mencoba melihatnya dari sudut 
pandangan al-Qur`an. Tentu saja itu jelas, karena al-Qur`an adalah kitab suci 
kaum muslimin (yang tentunya eksklusif ketika berbicara soal kebenaran agama). 
Sehingga kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh dst, digambarkan sebagai orang yang 
ingkar terhadap ajakan Nabi-Nabi. Begitu juga yang kita lihat pada Namruz dan 
anak buahnya yang kemudian membakar Nabi Ibrahim a.s. Namun kalau kita kembali 
kepada sudut istilahi, apakah mereka-mereka itu pada saat itu pemeluk suatu 
agama tertentu? Jawabannya adalah ya, seperti yang kita lihat sendiri dalam 
peninggalan-peninggalan dan prasasti sejarahnya. 

  Sekali lagi memang di dalam al-Qur`an tidak menyebut keberadaan agama 
tertentu, tapi ada satu ayat yang sangat mencukupi untuk mewakili semuanya 
(yakni semua yang tidak disebut al-Qur`an secara langsung sebagai agama). Lakum 
diinukum waliya diin; bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku. Dan itu 
secara tegas menyatakan keberadaan agama lain tanpa menyebut apa agamanya.

  Jadi saya yakin maksud Mbak Lina, "bahwa agama dimana Tuhan berkehendak 
atasnya itu cuma SATU meski budaya..dst" maksudnya adalah agama yang benar di 
sisi Allah swt hanya satu yaitu Islam (innad diina 'indallahi al-Islam). Dan 
itu yang diyakini setiap orang mu'min (eksklusif). Sedangkan keberadaan mu'min 
itu sendiri di tengah-tengah keberagaman manusia dalam dunia ini, maka "bagi 
kalian agama kalian dan bagiku agamaku" (inklusif). Setelah garis batas itu 
sudah jelas, lalu timbul kesadaran yang lebih maju tentang perlunya kebersamaan 
yang diberdayakan untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan adil.. muncullah 
ide pluralisme itu.

  Dari dua ayat itu, yang ingin selalu saya garis bawahi adalah 'indallahi 
(yakni di sisi Allah). Atau dalam postingan kemarin saya istilahkan dengan 
sudut subyektif agama. Sedangkan pada ayat kedua, saya garis bawahi "lakum" 
(yakni bagi kalian) di mana kata ini menjelaskan langsung kontek bahwa kita 
berada secara real di tangah-tengah "yang lain" (sudut obyektif). Seperti kita 
berbicara, "Saya merokok, anda tidak" yang menunjukkan adanya orang lain yang 
kita sebut sebagai "anda" itu.

  Kenapa al-Qur`an tidak menyebut sebagai agama-agama secara langsung pada 
semua bagian di mana digambarkan Nabi-Nabi yang diutus oleh Allah untuk 
mengajak kepada jalan Allah? Tentu saja karena Allah swt yang telah menurunkan 
al-Qur`an dan agama disisi-Nya hanya Islam. Sehingga semua kepercayaan dan 
penyembahan yang bukan kepada-Nya tidak disebut sebagai agama secara langsung. 
Berbeda ketika al-Qur`an menuturkan konteks secara langsung seperti pada ayat 
"Lakum diinuku waliya diin" itu. Dalam Ilmu Balaghah, yang seperti ini disebut 
Lit Tanfir.. atau Lil Iihaam biannahu syaiun la yaliiqu lahu.. atau Shaunul 
lisan 'an zikri syain imma li'azhamatihi au lihaqaritihi.. atau beberapa 
istilah lain lagi yang merujuk kepada maksud yang sama.

  Dari sudut pluralisme tidak ada yang perlu dipertentangkan karena tujuan 
utamanya adalah memberdayakan kebersamaan. Sedangkan dari sudut eksklusif 
(Innad-diina 'Indallahi al-Islam) atau dari sudut Inklusif (Bagi kalian agama 
kalian dan bagiku agamaku), bagaimana agar "kalian" di sini menjadi bagian dari 
"aku"? Ud'u ilaa sabiili rabbika bil hikmah wal mau'izhatil hasanah wajaadilhum 
billati hiya ahsan (Ajaklah kepada jalan Tuhanmu dengan cara yang bijaksana dan 
anjuran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik). 
Garis bawahi pada ayat ini, "kepada jalan Tuhanmu" dengan mengidhafatkan Rab 
kepada kata ganti "kamu". 

  Lalu bagaimana jika menolak ikut ke jalan Tuhanmu? Innaka lan tahdi man 
ahbabta walaakinn-allah yahdii may-yasyaa (kamu tidak akan pernah bisa memberi 
hidayah kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah yang memberi petunjuk siapa 
saja yang Ia kehendaki.) Garis bawahi lagi, "tidak akan pernah" (menggunakan 
huruf Lan). Atau pada ayat lain, Innama anta mudzakkir walasta 'alaihim 
bimushaithir (Kamu hanya mengingatkan dan bukan orang yang menguasai mereka). 
Yang perlu digaris bawahi pada ayat ini, kata Innama (Tufiidu al-Qashr)... dan 
beberapa ayat lain.

  Demikian,
  Wassalam

  Aman
  http://aman.kinana.or.id





  [Non-text portions of this message have been removed]



  ***************************************************************************
  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
  ***************************************************************************
  __________________________________________________________________________
  Mohon Perhatian:

  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  3. Reading only, http://dear.to/ppi 
  4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS Indonesian languages  Indonesian language learn  Cultural 
diversity  
        Indonesian  


------------------------------------------------------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    a..  Visit your group "ppiindia" on the web.
      
    b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]
      
    c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


------------------------------------------------------------------------------



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hri4ddo/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123610855/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke