1. Ngajak mendukung di sana itu bukan untuk jadi
pagar betis untuk bertempur oom ... :))
Tapi dengan panggil aparat keamanan, wartawan
untuk meliput.  Sementara orang banyak untuk
jaga jaga aja.  Dengan adanya jumlah, orang bakalan
mikir mikir kok untuk melakukan kekerasan.
Apalagi kalo bakalan di publish gede gedean.


2. Malah disarankan kalo FPI udah mulai main kayu,
ya udah pada berjalan aja berjajar, bonyok bonyok dech,
sambil dipotret wartawan untuk langsung dikirim
ke semua kantor berita di dunia.

Gerakan kayak gini juga dilakukan oleh orang samin
dan gandhi.  Sukses tuh ...

salam,
Ari Condro

----- Original Message -----
From: "Rumadi" <[EMAIL PROTECTED]>
Temans...

Sore itu kita memang dalam suasana psikologis yang campur baur, antara
cemas, ngeri, tapi juga marah batin yang menggumpal. Sore itu merupakan
titik ujian yang paling mengkhawatirkan saya, karena jika benar-benar
terjadi serangan dampaknya akan sangat luas. Untung, kita masih bisa
berpikir waras. Kewarasan inilh satu-satunya modal yang kita miliki. Dari
kewarasan itu pula, kita bisa membangun Indonesia yang lebih "terang",
meskipun banyak orang yang ingin membawa ke arah "gelap".

Sore itu, saya seolah berada di abad kegelapan, dimana ancaman dan aksi
kekerasan menjadi ciri utamanya. Sejarah memang akan selalu terulang,
meskipun tidak sama persis.

Salam,

Rumadi

OBELIX <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Teman-teman,
Syukurlah, bentrokan yang menakutkan hari Jum'at pada titik-titik terakhir
dapat dibatalkan. Walau sebagian massa sudah bergerak menuju Utan Kayu, di
tengah jalan mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan serangan. Untuk
sementara jalan kekerasan dapat ditunda, dan jalan dialog dapat mulai
dicoba. Sebagai seseorang yang selalu meyakini bahwa dialog merupakan jalan
terbaik untuk memecahkan persoalan, penundaan penyerangan itu sangat
melegakan hati saya. Betapapun sulitnya, upaya dialog harus dicoba sampai
batas-batas terjauh yang dimungkinkan.

Saya hadir di Utan Kayu Jum'at itu, walau tidak dapat bertahan sampai
selesai. Ada urusan lain yang harus dikerjakan. Dan saya ingin memberi
ucapan selamat serta salut yang sangat tinggi pada teman-teman Komunitas
Utan Kayu, khususnya pada Ulil. Di tengah situasi yang sangat mencemaskan,
dengan tekanan psikologis yang dapat membuat orang limbung, teman-teman JIL
berhasil mengendalikan emosi dengan sangat baik. Pidato Ulil lewat radio 68H
untuk menyambut pembatalan serangan, menurut saya, merupakan salah satu
pidato terbaiknya. Berulang kali Ulil menekankan bahwa dialog, dan hanya
dialog, merupakan jalan satu-satunya untuk mengatasi perbedaan pandangan
maupun keyakinan.

Semoga tawaran simpatik ini memperoleh sambutan yang layak. Dan dialog serta
prinsip nir-kekerasan dapat menjadi landasan kehidupan kita bersama.

Trisno

Burhanuddin Muhtadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
PERNYATAAN SIKAP
Komunitas Utan Kayu

Sehubungan dengan rencana penyerangan Front Pembela Islam (FPI)
terhadap salah satu anggota Komunitas Utan Kayu, yaitu Jaringan Islam
Liberal (JIL) yang hendak dilakukan pada 5 Agustus 2005, dengan ini
kami menyatakan:

1.Ancaman penyerangan terhadap Komunitas Utan Kayu di mana di dalamnya
terdapat kantor Jaringan Islam Liberal (JIL), Radio 68H, Toko Buku
KALAM, Teater Utan Kayu, Institut Studi Arus Informasi, dan Galeri
Lontar bukanlah isapan jempol belaka. Memang pada hari ini FPI
mengurungkan niatnya untuk mendatangi Komunitas Utan Kayu, namun tidak
menutup kemungkinan mereka akan melakukan penyerangan tersebut pada
lain waktu.

2.Kepada segenap aktivis LSM, wartawan, tokoh-tokoh agama, mahasiswa
maupun perorangan yang tak bisa kami sebutkan satu-persatu, kami
ucapkan terima kasih atas solidaritas dan dukungannya.  Rencana
penyerangan FPI terhadap Komunitas Utan Kayu bukanlah semata-mata
ancaman terhadap komunitas ini, namun juga ancaman terhadap kebebasan
berorganisasi dan menyatakan pendapat yang dijunjung tinggi oleh
konstitusi.

Untuk itu, kepada segenap elemen pro-demokrasi untuk merapatkan
barisan agar ancaman serupa bisa diantisipasi dengan menjalin jaringan
yang lebih permanen dan solid untuk menjaga hak dasar berorganisasi
dan menyatakan pendapat.

3.Kepada segenap masyarakat yang berdomisili di Utan Kayu, kami
mengucapkan terima kasih atas dukungannya. Kami juga mohon maaf kepada
warga yang merasa terganggu dengan ketidaknyamanan pada siang hari
hingga petang hari ini akibat melubernya solidaritas dari berbagai
pihak yang sedikit banyak membuat kemacetan di Jalan Utan Kayu. Di
masa datang, kita bersama-sama akan tetap menjaga kedamaian dan
keamanan wilayah Utan Kayu dari oknum-oknum tak bertanggungjawab yang
hanya menciptakan kekacauan di wilayah kita.

Demikian pernyataan sikap kami. Kita menyadari sepenuh hati, bahwa
perjuangan menegakkan kebebasan yang telah dijamin oleh konstitusi
masih panjang. Untuk itu, solidaritas dan kebersamaan untuk
memperjuangkan hak dasar manusia tersebut harus dilanjutkan kapanpun
dan dimanapun.

----- Original Message -----
From: "indijagoan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 05, 2005 4:04 PM
Subject: ~JIL~ Ujian bagi pendukung JIL


Mas Ulil,

Kalau boleh saya ingin mengusulkan sebuah paham yang tidak berakar di
Islam secara langsung, yakni paham Ahimsa (non-violence).

Saya ingin menghimbau agar para pendukung JIL baik yang resmi maupun
yang tidak resmi untuk mencoba teknik "Passive Resistance" dikala
terancam oleh pihak2 yang tidak menyukai JIL.

Ahimsa, menurut Gandhi, mempunyai arti dalam bahasa Inggris sbb:

"This doctrine tells us that we may guard the honor of those under our
charge by delivering our own lives into the hands of the man who would
commit the sacrilege. And that requires far greater courage than
delivering of blows."

"It works on the principle that you make the so called enemy see and
realize the injustice he is engaged in. It can work only when you
believe in God and the goodness of the people to see that they are
wrong. As a satyagrahi, I  do believe that non-violence is a potent
weapon against all evils."

"I warn you however, that the victory will not come easy- just like it
will not come easy with violent methods such as fighting with weaponry."

*Sumber: http://www.kamat.com/mmgandhi/ahimsa.htm

Dalam penerapannya (yang memang telah berhasil dijalankan oleh Gandhi
di India) paham Ahimsa ini mengajarkan kita untuk membiarkan mereka
yang mengancam keselamatan kita untuk melakukan apa saja yang mereka
inginkan secara mental/fisik kepada kita dengan harapan bahwa mereka
akan merasa kotor/hina/malu dengan sendirinya. (singkatnya: "make the
so called enemy see and realize the injustice he is engaged in").

Saya harap usul saya cukup jelas untuk membantu memberi kekuatan batin
bagi Anda dan rekan2 pendukung JIL di saat2 yang cukup menyulitkan ini.

Salam dari Singapura,

Indi Soemardjan
www.indrani.net



----- Original Message -----
From: "Samsul Bachri" <[EMAIL PROTECTED]>

Disisi lain orang-orang JIL adalah penakut. Terbukti ketika ada issue
penyerbuan kantor JIL mereka kalangkabut minta bantuan. Kalau yakin yang
mereka perjuangkan adalah kebenaran, saya yakin, siapapun pasti akan sangat
bahagia jika bisa membela kebenaran tersebut, meskipun nyawa taruhannya.
Saya merasa, JIL tidak cukup yakin bahwa apa yang diperjuangkannya adalah
sesuatu yang benar.

Salam,






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h4p2esi/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123753252/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research 
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke