----- Original Message -----
From: Mohammad Kasim
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, August 10, 2005 9:15 PM
Subject: [perhimpunan_persaudaraan] E-mail met bijlage (attachment): sh10
Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0508/10/sh10.html
Rabu, 10 Agustus 2005
Ulil Abshar-Abdalla :
Fatwa MUI Harus Dirujuk dengan Konstitusi
Oleh: Web Warouw
Kontroversi 11 fatwa Majelis Ulama Indonesia masih terus berlangsung.
Seharusnya rujukan berbagai perbedaan adalah konstitusi agar terbangun
Indonesia yang satu, bukan justru membangun saling curiga. Dibawah ini
wawancara SH dengan anak muda dari kalangan Islam modern,-Koordinator Jaringan
Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar-Abdalla, di Jakarta, Senin (8/8)
Apa benar fatwa itu keluar untuk merespon pandangan Islam yang dianggap liberal?
Memang di dalam MUI ada beberapa orang yang punya pikiran yang konservatif.
Namun saya yakin tidak semua orang MUI sreg dengan Fatwa itu. Kayaknya fatwa
tersebut dipaksakan. Jelas mereka merespons pandangan-pandangan yang
dikembangkan oleh beberapa pemikir Islam Indonesia. Namun menurut saya, tidak
tepat menanggapi perkembangan pemikiran dengan fatwa. Pemikiran adalah proses.
Kalau ingin menanggapinya, kembangkanlah pemikiran yang lain. Fatwa itu memang
tidak mengikat, yang mau mengikutinya silahkan dan yang tidak juga boleh.
Namun, saya khawatir terhadap implikasinya, yaitu ada masyarakat yang
terlegitimasi oleh fatwa itu untuk melakukan kekerasan.
Kekerasan macam apa yang dikhawatirkan?
Kalau ada kelompok yang dikatakan sesat oleh MUI dan diserang oleh kelompok
yang mendukung fatwa MUI itu akan berbahaya sekali. Hal ini tidak menguntungkan
bagi pendidikan intelektual orang muslim sendiri.
Menganggap Ahmadiyah sesat mungkin tidak mengapa, tetapi jangan dikeluarkan
dalam bentuk fatwa. Sesat dan tidak sesat adalah urusan masing-masing dengan
Tuhan sendiri. Bukan urusan kita untuk mengatakan sesat atau tidak. Setelah
keluar fatwa, maka semacam katabelece, mandat untuk melarang kelompok itu dan
bisa saja dengan kekerasan. Ini tidak boleh.
Tapi sepertinya mayoritas orang Islam setuju dengan kelompok konservatif?
Perkembangan kelompok konservatif ini kan sudah lama. Kelompok yang moderat
lebih besar jumlahnya, tetapi tidak berani bicara karena takut dibilang bukan
Islam, atau dianggap liberal. Tapi saya justru yakin sebagian besar umat Islam
kurang sreg dengan fatwa MUI ini. Kalau kita tidak berani melawan hal-hal
semacam ini, saya kuatir Islam akan dimonopoli oleh orang-orang konservatif.
Penyebutan sesat pada sebuah kelompok akan menimbulkan kecurigaan pada
masyarakat. Padahal Islam menginginkan adanya dialog. Oke ada
perbedaan-perbedaaan, tetapi coba saling memahami dan tidak apriori dahulu.
Setelah kita faham dan tidak saling setuju maka yang pasti tersisa adalah
saling menghormati pandangan masing-masing. Saya tidak keberatan dengan
keberadaan kelompok apapun, problemnya adalah ada satu kelompok dianggap sesat,
diperangi dan dibasmi.
Fatwa MUI nampaknya juga didukung oleh kelompok Islam radikal yang antibarat?
Mereka selalu mengatakan antibarat. Menurut saya antibarat yang mana dulu.
Kalau barat adalah Amerika dan Inggris yang invasi ke Irak,saya juga anti.
Semua orang anti dengan invasi tersebut. Tetapi antibarat dalam pengertian
antirasionalitas, itu berlebihan. Saya tidak menolak barat secara keseluruhan,
tetapi tidak juga menerima secara keseluruhan.
Yang positif dari barat kita ambil. Kalau mau cari pengetahuan di mana lagi
sekarang kalau bukan di barat. Karya-karya besar sekarang ada di barat, seperti
science, teknologi, filsafat, budaya, sastra, musik, film, dan banyak yang baik
yang harus diambil dari sana. Antibarat pada konteks yang terakhir itu artinya
melanggengkan kemunduran. Kalau anti pada kebijakan barat yang tidak adil
ya,jelas saya juga anti.
Ada kemungkinan pemerintah daerah mengadopsi fatwa itu?
Kalau ada pemerintah daerah yang mengadopsi fatwa-fatwa ini, harus dibawa ke
Mahkamah Konstitusi untuk di-judicial review. Saya yakin kalau pemerintah
membiarkan ini, jelas berlawanan dengan undang-undang dasar kita. Bagaimana
mereka melarang pluralisme.
Tidak akan pernah ada yang bisa melarang paham. Buat saya ini lucu. Paham
adalah pikiran dan tidak mugkin dilarang. Kalau pemerintah akan mendukung
secara formal fatwa MUI ini, ya, kita akan protes nanti. Adalah hak orang untuk
mendukung atau tidak fatwa tersebut. Tetapi repot kalau ada masyarakat yang
percaya pada fatwa tersebut. Saya akan menyesal sekali kalau hal ini terjadi.
Sekadar perbedaan wacana okay-lah. Tetapi kalau sampai pemerintah mengadopsi
fatwa menjadi aturan, wah!
Sebenarnya apa sih yang sedang terjadi?
Saya ingin mengatakan pada masyarakat muslim bahwa sangat merugikan kemunduran
yang terjadi di pemikiran Islam. Saya akan menentang itu sekuat dan semampu
saya. Karena bagi saya kehidupan kebangsaan kita ikut merosot jadinya.
Saya menentang fatwa ini karena fatwa ini tidak mendukung kita menjadi bangsa
yang satu, malahan menimbulkan kecurigaan antara masyarakat. Umat non-muslim
jangan takut. Kami muslim yang sadar akan terus ngomong. Saya kepingin
argumentasi-argumentasi yang dikemukakan dalam proses berbangsa itu, rujukannya
adalah konstitusi bukan lagi pandangan keagamaan dari golongan tertentu saja
yang dipersempit lagi. Jadi argumentasi kita harus diperluas pada konstitusi.
Soal larangan doa bersama?
Ok, Anda punya keyakinan doa bersama tidak boleh, tetapi bagaimana hal itu
dilihat dari sudut membangun kehidupan berbangsa dan bernegera yang plural
sifatrnya. Tidak ada dalam Al-quran atau Injil, atau apa saja, larangan untuk
doa bersama.
Itu hanya proses argumentasi pakai akal saja. Jadi orang MUI yang mengatakan
bahwa doa bersama itu tidak boleh itu juga tidak punya landasan langsung dengan
Al-Quran dan Hadits sebagaimana saya juga tidak punya landasan kalau
membolehkan. Ini soal argumentasi akal. Fatwa ini bukan satu-satunya pandagan
yang sah tentang Islam. Masih banyak pandangan lain.
Apa yang harus dilakukan pemerintah?
Sekarang ini dampaknya adalah semua yang dianggap menantang fatwa diserang
secara fisik, seharusnya kita berdiskusi secara sehat. Tugas pemerintah adalah
menjaga agar semua diskusi berlangsung dengan damai. Harapan kita pemerintah
harus turun tangan bukan mencampuri diskusinya tetapi campur tangan soal
keamanannya. Pemerintah punya tugas melindungi seluruh warga negara. Tidak bisa
yang satu dilindungi, yang lain tidak.
Apakah Ahmadiyah memang salah?
Saya tidak peduli apakah Ahmadiyah benar atau salah. Sama dengan dalam Kristen,
adalah tidak relevan jika Anda ingin mengatakan mormon salah atau benar. Apakah
kita harus mengusir mereka dari Indonesia jika mereka punya pandangan berbeda
dengan kita.
Semua agama punya kecenderungan saling berbeda. Ini alamiah. Walaupun muncul
perbedaan, tapi tidak perlu mengatakan yang berbeda dengan kita itu sesat.
Boleh tidak setuju tapi jangan mengatakan sesat.
Karena sesat tidaknya hanya Tuhan yang tahu. Pemerintah harus menjamin semua
kelompok itu aman, walaupun kelompok itu dianggap sesat oleh yang lain.
Pemerintah tidak punya hak ikut-ikutan mengatakan sesat pada kelompok itu.
Kecuali kalau kelompok itu melakukan tindakan kriminal dan diluar konstitusi
kita maka pemerintah boleh melarangnya.
Ahmadiyah tidak pernah berbuat kriminal di Indonesia. Tidak bisa diusir begitu
saja, karena dianggap sesat. Itu melawan konstitusi. Saya yakin pemerintah akan
jernih melihat ini.
---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h9do09c/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123793222/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/