http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/12/o2.htm

Tantangan Menegakkan Kebenaran 

Innallaahasy taraa minal mu'miniina anfusahum wa amwaalahum bianna lahumul 
jannatan. 

JANGAN heran, jika suatu ketika saat Anda berupaya menegakkan suatu kebenaran, 
ada yang menanggapi sinis apa yang Anda lakukan. Bahkan tidak pula mengherankan 
jika ada yang menyebut Anda sebagai orang gila.

Itulah salah satu risiko bagi seseorang atau sekelompok orang yang ingin 
menegakkan suatu kebenaran. Jangankan diri kita, Rasulullah SAW pun, hamba 
Allah SWT yang berakhlak agung itu, juga pernah disebut sebagai orang gila oleh 
orang-orang kafir Quraisy.

Tentu saja risiko pahit dan tantangan bagi penegak kebenaran, bukan semata-mata 
dicela atau "ditikam" dengan kata-kata. Para pahlawan kusuma bangsa yang 
berjuang merebut kemerdekaan, bahkan mesti mengorbankan jiwa dan raganya dalam 
menegakkan kebenaran yang mereka yakini, yakni mengusir penjajah dari Ibu 
Pertiwi.

Nyawa adalah "harga" tertinggi yang mesti dibayar oleh mereka yang dengan gigih 
menegakkan kebenaran. 

Tampaknya, Bung Tomo dan ribuan orang lainnya yang menggemakan takbir dalam 
pertempuran sengit melawan sekutu di Surabaya saat revolusi fisik 1945, 
mengimani benar ayat yang dikutip pada awal Mimbar ini, artinya: "Sesungguhnya 
Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan 
memberikan sorga untuk mereka," (Q.S. at-Taubah [9]: 111).

Sudah sewajarnya apabila kita bersikap ta'zhim (hormat) kepada para syuhada 
(pahlawan) yang telah mendharmabaktikan harta, raga, bahkan jiwanya dalam 
memperjuangkan kemerdekaan negeri tercinta ini. Wujud dari penghargaan itu, 
yang utama adalah meneruskan perjuangan mereka dalam menegakkan kebenaran untuk 
meraih kesejahteraan bangsa dan negara.

Dalam upaya meneruskan perjuangan pahlawan kemerdekaan itu, tentu setiap orang 
dapat bertanya kepada diri sendiri, telah seberapa jauhkah dirinya berupaya 
memperjuangkan dan menegakkan kebenaran untuk kemaslahatan bersama.

Apabila setiap orang hanya disibukkan oleh "perjuangannya" untuk kepentingan 
diri sendiri atau kelompoknya saja, maka yang terjadi adalah benturan (konflik) 
berkepanjangan yang ujung-ujungnya hanya merugikan diri sendiri dan bangsa ini.

Isu global yang mengatasnamakan HAM (hak asasi manusia), manakala "ditelan" 
begitu saja, memang dapat menggoyahkan tatanan berbangsa dan bernegara yang 
telah dibangun oleh the founding father (para pendiri negara) kita. Misalnya, 
prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Tidak bisa diterima akal sehat, hanya karena mengatasnamakan HAM, seseorang 
membenarkan begitu saja apabila ada pihak yang mengacaukan kehidupan beragama 
di negeri ini. Atau membiarkan gerakan sparatis yang mengancam keutuhan negara 
kita.

Dari sisi HAM, bisa saja kawin sesama jenis kelamin dibenarkan. Namun hanya HAM 
itu sajakah yang mendasari kehidupan kita, seraya mengabaikan prinsip-prinsip 
dasar aturan bernegara dan beragama? 

Adalah bukan rahasia lagi, sejumlah negara maju yang rajin mengusung isu HAM, 
justru malah melanggar HAM bangsa lain. Kalau hanya dengan pertimbangan HAM, 
kita pun ikut-ikutan menerapkan HAM "versi" mereka, maka bukan tidak mungkin, 
kita malah akan saling "jotos" sebagai sesama anak negeri.

Menegakkan kejujuran, adalah perjuangan yang mesti terus digelorakan. Juga 
perjuangan dalam memberangus korupsi, serta penegakan hukum dan keadilan.

Bagaimana mungkin kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan, jika hukum dan 
keadilan "diperdagangkan". Siapa pun yang diberi amanah mengelola negeri ini, 
apabila penegakan hukum sempoyongan, maka akan sempoyongan pulalah kita dalam 
menggapai kesejahteraan. 

"Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena 
Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-sekali kebencianmu terhadap 
suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena 
adil itu lebih dekat dengan takwa," (Q.S. al-Maidah [5]: 8). 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h545qg2/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123801750/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke