Seharusnya media itu independen. Dalam arti, pemilik
mau pun redaksinya tidak partisan atau tergabung dalam
parpol apalagi sampai memiliki dependensi ke asing.

Saya lihat group media Indonesia dimiliki oleh Surya
Paloh yang merupakan tokoh Golkar dan salah satu
kandidat capres partai Golkar. Ini bisa mengurangi
netralitas pemberitaannya, contohnya tajuk rencana
tentang hasil pilkada Depok yang (menurut saya) agak
pro Golkar.

Kemudian ada juga Voice of America (VOA) masuk di
Metro TV. Ini bisa jadi pertanyaan apakah Metro (yang
1 grup dgn MI) perpanjangan media asing atau membawa
kepentingan asing.

Memang untuk menerbitkan media, apalagi TV yang
ratusan milyar rupiah sangat mahal. Darimana dana
tersebut? Dari kocek sendiri, atau dari donatur yang
akhirnya bisa menghilangkan independensi media
tersebut.

Saya berharap Media Indonesia bisa menyuarakan
kepentingan rakyat Indonesia. Bukan kepentingan
kapitalis atau asing.

--- Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Dari milis mediacare:
> =========================
> 
> Saya juga melihat editorial MEDIA INDONESIA (MI)
> sekarang sudah sangat berubah dan tidak memberikan
> pembelajaran positif bagi pembaca/rakyat/pemimpin
> bangsa Indonesia. Dan kadang-kadang lebih berpihak
> pada negara asing/kapitalis.
> 
> Sebagai contoh, pada editorial (MI) hari ini yang
> berjudul Pertarungan Minyak Pertamina - Pemerintah
> sangat jelas keberpihakan MI kepada kotraktor negara
> kapitalis A.S dan sangat nampak menakut-nakutkan
> pemerintah kalau melakukan tindakan lain. 
> 
> Berikut kutipan editorial MI :
> Sungguh sebuah ironi besar ketika sebuah kesepakatan
> pemerintah dengan Exxon bisa dibatalkan oleh
> Pertamina
> yang notabene adalah BUMN milik pemerintah. Bagi
> Exxon
> dan juga bagi investor dunia, kasus ini kalau tidak
> segera diatasi akan meruntuhkan citra Indonesia.
> Kita
> akan dianggap sebagi negara yang tidak tahu dan
> tidak
> menghargai kesepakatan. Kesepakatan pemerintah bisa
> di
> anulir oleh direksi sebuah BUMN. Dimanakah
> koordinasi
> ?. Dimana dan siapakah yang memegang kendali dan
> komando ?. Apa arti sebuah MoU ?.
> 
> Tidak cuma itu. Kalu MoU ini dibatalkan hanya karena
> Pertamina tidak berkenan, potensi yang US $3,6
> milliar
> setahun belum juga terealisasi karena sesama organ
> pemerintah berkelahi memperebutkan porsi. Kita
> ibarat
> itik yang mati kehausan di atas danau yang
> berlimpah.
> 
> Exxon yang merasa dibohongi kemungkinan akan
> mengadukan kasusnya ke Mahkamah Internasional. dan
> yang tidak kalah penting, pembatalan itu akan
> menyebabkan investor menjauhi negeri kita. Maka
> diplomasi buka praktik yang dilakukan SBY dengan
> para
> investor terkemuka di dunia dalam berbagai kunjungan
> ke luar negeri akan berantakan.
> 
> Saya coba menanggapi editorial MI tsb diatas (warna
> merah) :
> 
> - 1a) Tidak ada perubahan kesepakatan, porsi
> pembagian
> tetap 45:45:10 (Exxon:Pertamina:Pemerintah Daerah
> RI).
> Yang diharapkan Dirut Pertamina adalah bagian Pemda
> RI
> yang 10 % tsb. Apa salahnya, orang satu rumah-ibarat
> orang tua dan anak-satu kepemilikan (bangsa
> Indonesia)
> kenapa dimasalahkan kalau bergabung menjadi 55 %
> yang
> kemudian nantinya diberikan kembali ke Pemda ?!. 
> 
> - 1b) Media Indonesia nampak sekali tidak
> profesional
> dan asal cuap. Pertamina-kan sudah PT, dan
> seharusnya
> sudah mandiri tidak ada lagi interfensi dari pihak
> manapun kecuali yang menyangkut hajat hidup rakyat
> Indonesia. 
> 
> Jadi seharusnya editorial MI lebih mendukung dan
> mengarahkan opini bahwa dengan bagian Pertamina yang
> 55 % (realisasi tetap Pertamina 45%, Pemda 10%) dan
> Exxon 45 %, bargaining Pertamina akan lebih kuat dan
> dapat mengontrol setiap kegiatan dan kebijaksanaan
> dalam operasional Migas di blok tersebut (walaupun
> operatornya tetap dipegang oleh Exxon). Dan kemudian
> mengingatkan pemerintah, untuk tidak terlalu banyak
> campur tanggan dengan hal lain. Kalau
> permasalahannya
> bisnis lakukanlah dengan BtoB. Jangan sampai GtoB
> bisa
> berbahaya !!!!! kalau diarbitrase !
> 
> 
> - 2) Bung MI, migas adalah produk yang non renewable
> (tidak dapat diperbaharui) dan harganya akan selalu
> bertambah/melambung (menurut prediksi 2-3 tahun
> kedepan harga minyak bisa di atas US $100/barrel).
> Jadi kalau kita belum dapat mencicipi US $ 3,6
> milliar
> setahun jangan ditakutkan, anggap untuk tabungan
> anak
> cucu kita 3-5 tahun kedepan dengan hasil bisa
> mencapai
> 5 - 8 kali lipat dari yang sekarang.
> 
> - 3) Tidak ada yang dibohongi, yang kita masalahkan
> adalah urusan rumah tangga sendiri. Jadi jangan
> terlalu dibesar-besarkan kalau begini..., kalau
> begitu..... investor akan menjauhi kita. Negara kita
> hancur karena terlalu dihantui dengan omongan besar
> MI
> tersebut. Lihat Malaysia yang berani menyuarakan
> hati
> nuraninya, tetap diminati dan didatangi para
> investor.
> 
> Hati-hati bung MI kalau membuat berita atau ulasan
> dimedia masa. Perhatikan kepentingan bangsa
> Indonesia
> jangan kepentingan kapitalis, atau MI merupakan
> bagian
> darinya ? 
> 
> 
> [EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bung Muhammad Naimi,
> 
> Tentu saja adalah hak masing-masing media untuk
> bermain politik.
> Tapi dengan begitu, media bersangkutan mengkhianati
> kemerdekaan pers yang diperjuangkan bersama.
> Kita semua bersama-sama berupaya menegakkan
> kemerdekaan pers karena kita percaya pers merupakan
> matahati rakyat.
> Surya Paloh harusnya paling tahu itu.
> Ketika Prioritas dulu dibredel, dia kemana-mana
> meminta dukungan untuk memperjuangkan hak masyarakat
> memperoleh informasi yang benar. 
> Kini, dia justru nampak sebagai bos koran yang
> dengan
> sangat mudah menggunakan media untuk kepentingan
> kelompoknya.
> 
> Media Indonesia tidak bisa dihukum secara formal
> karena sikapnya soal Pilkada Depok.
> Tapi, mereka yang bekerja di sana sebaiknya memang
> tidak lagi percaya bahwa mereka adalah jurnalis
> profesional...
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: muhammad naimi 
> To: [EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Tuesday, August 09, 2005 2:30 PM
> Subject: Re: [mediacare] Editorial Media Indonesia
> TOLOL
> 
> 
> Mo Nambahin Dikit
> 
> Dukung mendukung sebuah media pada golongan tertentu
> sudah jadi rahasia umum. Toh media-media besar biasa
> bermain di lingkaran politis demi kepentingan
> pribadi
> pemiliknya atau bisnis. Masyarakat pun sudah bisa
> menilai mana media yang mendukung golongan A, mana
> koran yang pro golongan B. Semuanya berpulang pada
> seleksi alam, koran mana yang paling banyak
> pembacanya
> (pembeli) itulah yang bisa bertahan. Kalau tidak
> suka
> dengan suatu media, masyarakat tak usah saja
> membacanya. Toh lama-lama kalau gak ada yang baca
> koran itu sendiri yang merugi 
> 
> danny kristianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Mo ikut nimbrung ya.
> 
> Media Indonesia dimiliki oleh Pak Surya Paloh yang
> notabene pendukung Golkar.
> Terlebih sudah ada "anjuran" dari pak Jusuf Kalla,
> Wakil Presiden RI yg nota bene adalah Ketua Umum
> Golkar, bahwa "Hormatilah" hukum.
> 
> Jadi bagaimana bisa Pak Surya Paloh dengan Media
> Indonesia-nya bersuara sanagt beda?
> 
> 
> Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h655tvt/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123819105/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke