http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/13/utama/1975008.htm
Ribuan Warga Demo Serahkan UU Otsus Jayapura, Kompas - Ribuan warga Papua yang tergabung dalam Dewan Adat Papua, Jumat (12/8), long march sejauh 12 kilometer dari Lapangan Trikora, Abepura, menuju Kantor DPR Papua. Mereka menyerahkan UU Otonomi Khusus ke pemerintah pusat melalui DPR Papua. Mereka menuntut segera digelar dialog yang melibatkan Pemerintah RI, Pemerintah Belanda, dan PBB. Mereka menilai Otsus hanya membawa penderitaan bagi masyarakat dan menguntungkan pejabat daerah. Sejak pukul 06.00 WIT banyak orang mulai mendatangi Lapangan Trikora, Abepura, yang sudah dijaga ratusan aparat keamanan. Sambil menunggu orang-orang dari Sentani (Kabupaten Jayapura) dan Arso (Kabupaten Keerom), kumpulan orang yang datang lebih dahulu di lapangan itu mendengarkan orasi politik tentang penolakan Otsus dan menuntut kemerdekaan Papua. Pukul 10.00 WIT ribuan orang itu bergerak ke Kantor DPR Papua. Polsek Abepura menyediakan 13 truk untuk mengangkut massa, namun tidak semuanya bisa terangkut. Massa mengusung sebuah peti mati dibungkus kain hitam yang bertuliskan â?Otsus telah matiâ?. Rombongan paling depan adalah orangtua, anak-anak, pemuda, dan kaum perempuan atau ibu- ibu menggendong bayi Papua. Walau aksi ini terjadi, namun masyarakat Jayapura melakukan kegiatan seperti biasa. Hanya beberapa sekolah, kantor pemerintah, dan toko yang tidak melakukan kegiatan atau tutup. Di Gedung DPR Papua sudah menunggu ratusan aparat keamanan dengan sebuah tank. Sesampai di halaman Gedung DPR Papua, orang-orang yang long march berdoa dan mendengarkan orasi-orasi politik. Sekretaris Pemerintahan Dewan Adat Papua Fadhal Alhamid membaca pernyataan yang berbunyi, â?Bapak Presiden RI yang terhormat, dengan iringan doa dan hati nurani yang tulus, kami rakyat Papua datang ke kantor ini untuk menyerukan Otsus telah gagal. Berbagai kebijakan pusat makin menambah penderitaan.â? Ketua DPR Papua John Ibo ota yang berbaur di tengah massa ini berjanji meneruskan segala tuntutan itu ke pemerintah pusat. Kemudian massa bubar dengan tenang. Sementara di Jakarta, Sekretaris Jenderal Depdagri Progo Nurdjaman kemarin mengatakan, UU Otsus Papua tetap akan berlaku. Katanya, selama ini tidak dikenal adanya pengembalian undang-undang. Ia mengatakan pemerintah konsisten menjalankan UU Otsus Papua. Kalau ada pandangan masyarakat tertentu bahwa Otsus belum mencapai sasaran, sekarang saya tanya, yang menggunakan dan mengelola dana Otsus itu siapa, tanya pada pemda, ujarnya. (KOR/NIC/MZW/SIE) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h3tpq0s/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123929710/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998">1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

