Mbak Fau, Makanya aku bilang, kebenaran itu milik mayoritas. Kalo kayak gini, jangan ngamuk juga kalo di Perancis jilbab dilarang. Atau orang amerika paranoid sama kaum muslim. Berkaca aja di negeri sendiri. Kita juga melakukan hal yang sama. Inventaris deh aksi-aksi yang dilakukan kaum mayoritas terhadap minoritas.
Sama seperti di Bali, kaum Hindu punya otoritas untuk membatasi kegiatan kaum beragama lain. Jelas ini sikap yang salah. Makanya saya sinis. Dalam konteks ini, kaum beragama mayoritas punya kecenderungan untuk menjadi tiran. Begitu... --- fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], Free Thinker > <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Tetapi, lanjutnya, AGAP ha-nya menindaklanjuti apa > > yang merupakan Surat Keputusan Bersama (SKB) dari > > Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama serta walikota > > yang menyata-kan bahwa tempat tinggal tidak dapat > > dialihfungsikan menjadi tempat kegiatan ibadah. > > > > === > > > > Just curious, > > Kalo pengajian, pake izin ga yaaaa............??? > > Atau kalo bangun langgar yang speaker-nya teriak2 > pake > > izin ga sama warga non muslim?? (atau izin > sebagian > > warga muslim yang juga nggak suka polusi udara) > > > > Ya, ya, negara ini memang punya yang mayoritas. > Dan > > jarang juga kegiatan agama islam yang diadakan di > > rumah, soalnya ngebangun langgar ga sesulit > ngebangun > > gereja atau rumah ibadah lainnya. Tiap pengkolan > juga > > ada... > > > > Hidup kelompok mayoritas!!! > > > > ==== > > > > > > Kalem Mbak, > di Perancis malah perempuan berjilbab dilarang pergi > ke > sekolah/institusi pemerintah. Minoritas memang > sering dimarjinalkan. > Bukan cuma soal agama (yg merupakan hak yang sangat > azasi) tetapi > juga kaum "minor" lainnya: suku pedalaman, anak2, > wanita, petani. > > Saya pribadi melihat ada hal lebih besar yang harus > dibicarakan > bersama oleh bangsa kita dalam hal kebebasan ibadah > ini. Supaya kita > tidak terjebak menjadi seperti negara Perancis atau > Cina. Dalam > pendapat saya pribadi, menghentikan aktivitas ibadah > tidaklah benar, > apalagi cuma berkaitan soal izin administrasi. > Mengapa tidak > dibicarakan dan dicarikan solusinya bersama2 dg > semangat toleransi? > > Pemerintah tampaknya tidak mau ambil resiko dg > mengeluarkan SKB tsb. > Tampaknya mesti ditinjau lagi. Juga supaya kita > tidak buru2 mencap > macam2 peristiwa yg berkaitan dg kegiatan agama > tertentu sbg > Kristenisasi atau Islamisasi. Apalagi dg mudahnya > menarik > generalisasi. > > > salam, > > fau > > > > > ____________________________________________________ Start your day with Yahoo! - make it your home page http://www.yahoo.com/r/hs ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hvld96c/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124112866/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998">1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

