Kalau tidak ada vonis pengadilan yang "aneh", tentu
para koruptor yang disidang semuanya sudah masuk
penjara...:)

--- Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Dari milis Pantau:
> =====================
> 
> Vonis Aneh Pengadilan Walikota Depok
> 
> Oleh Farid Gaban
> Warga Depok
> 
> Banyak jalan dan infrastruktur Kota Depok, yang
> penting untuk
> kenyamanan dan kesejahteraan warga, rusak
> berbulan-bulan. Banyak
> rencana perbaikan tertunda menunggu terpilihnya
> walikota baru. Depok
> menyelenggarakan pemilihan walikota Juni lalu dan
> KPU
> Depok sudah
> mengumumkan pemenang. Namun, Pengadilan Tinggi Jawa
> Barat pekan ini
> membalikkan keputusan tadi, yang bakal memperpanjang
> ketidakpastian
> siapa walikota kami. Publik merugi, demikian pula
> pembayar pajak yang
> minta segera dilayani.
> 
> Pengadilan membuat keputusan yang tak hanya
> kontroversial, tapi juga
> tak masuk akal. Jika hasil pengadilan seperti ini
> bisa
> diterima, tak
> sulit untuk meramalkan gejolak besar, tak hanya di
> Depok, tapi juga di
> banyak daerah Indonesia yang sekarang sedang
> menyenggarakan pemilihan
> kepala daerah. 
> 
> Paling minimal, gugatan dan keputusan pengadilan
> seperti ini akan
> memuncakkan rasa muak pada politik, sikap yang
> sebenarnya sangat
> merugikan di tengah keinginan membangun demokrasi
> dan
> menggerakkan
> partisipasi masyarakat.
> 
> Pengadilan memutuskan Badrul Kamal (Partai Golkar)
> sebagai walikota
> baru. Sebelumnya, pada 6 Juli lalu, KPU Depok telah
> mengumumkan
> Nurmahmudi Ismail (Partai Keadilan Sejahtera)
> sebagai
> pemenang dalam
> pemilihan. 
> 
>                 Badrul      Nur    Total
> KPU Depok      206.781  232.610  439.391
> PT Jawa Barat  269.551  204.828  474.380
> 
> Pertanyaan sederhana muncul dari data itu. Bagaimana
> pengadilan
> memastikan adanya penambahan 34.989 suara total dari
> yang dilaporkan
> KPU Depok? Apakah pengadilan menghitung ulang dari
> tiap TPS dan
> menemukan adanya tambahan suara baru?
> 
> Para hakim di pengadilan menyetujui logika
> akal-akalan
> Badrul Kamal.
> Dasar gugatan yang diajukan menantu Gubernur Jawa
> Barat Danny Setyawan
> ini adalah bahwa dia kalah dalam perhitungan suara
> versi KPU Depok
> karena terlalu banyaknya pemilih yang tidak
> mencoblos
> dan tidak
> terdaftar. Jika para pemilih semua terdaftar dan
> mencoblos, begitu
> menurut logikanya, dia pasti menang. 
> 
> "Beberapa saksi mengatakan banyak warga Depok tidak
> memperoleh kartu
> pemilih sehingga tidak bisa mencoblos," kata hakim.
> 
> Hakim memang menghadirkan setidaknya 12 saksi: 11
> dari
> pihak Badrul
> Kamal, dan satu dari KPU Depok. Tidak satupun saksi
> dari PKS.
> 
> Bagaimana pengadilan bisa memastikan bahwa jika
> semua
> pemilih
> terdaftar dan menggunakan hak pilihnya maka otomatis
> Badrul menang
> dari Nurmahmudi?
> 
> Setiap kandidat yang merasa dirugikan berhak atas
> keadilan. Tapi,
> pertanyaannya, bukankah gugatan ini sebenarnya lebih
> layak ditujukan
> pada kinerja KPU Depok? 
> 
> Jika itu perkaranya, keputusan yang paling mungkin
> bagi Badrul Kamal
> adalah dia menang dan KPU Depok kalah. Tapi, bahkan
> dengan menang
> dalam gugatan seperti itu, Badrul Kamal tidak
> otomatis
> layak dilantik
> jadi walikota seperti permintaan seorang petinggi
> Partai Golkar.
> Badrul hanya bisa meminta pemilihan ulang dan
> menuntut
> KPU Depok lebih
> rapih dalam bekerja dalam pemilihan ulang.
> 
> Bisa dipahami jika keputusan pengadilan memenangkan
> Badrul Kamal
> sangat melukai pesaingnya, Nurmahmudi Ismail. Namun,
> ada yang lebih
> memiriskan dari klaim Badrul Kamal itu, yang secara
> ironis dibenarkan
> oleh pengadilan. Dia mengklaim suara rakyat secara
> serampangan. 
> 
> Dalam sebuah kontes demokrasi, publik pemilih lah
> yang
> paling
> dirugikan jika dia ingin menggunakan hak pilihnya
> tapi
> namanya tidak
> ada dalam daftar pemilih. Memilih adalah hak, dan
> jika
> tak terdaftar
> maka haknya telah terampas. Warga yang tidak
> terdaftar
> inilah yang
> paling layak menggugat, bukannya kandidat seperti
> Badrul Kamal. Warga
> berhak menggugat secara class action KPU Depok.
> 
> Klaim yang meloncat seperti itu hanya mencerminkan
> satu hal: banyak
> politisi kita begitu haus dengan jabatan. Politik
> memang sarana
> mencapai kekuasaan dan jabatan. Tidak ada yang
> keliru
> dengan itu.
> Tapi, sekali seseorang menggunakan cara semau-maunya
> untuk mencapai
> kekuasaan, kita segera tahu apa motif sebenarnya
> dari
> pencarian
> kekuasaan itu dan akan digunakan apa kekuasaan itu.
> 
> Pemilihan umum mengimplikasikan pemerintahan dari
> rakyat, oleh rakyat
> dan untuk rakyat. Filosofi sederhana seperti ini
> lupa
> diadopsi para
> politisi dan menebalkan kesan yang makin kental
> bahwa
> rakyat hanyalah
> komoditi belaka yang diperebutkan pada kandidat. Ini
> memicu perasaan
> muak pada politik. Inilah yang diingatkan Bung Hatta
> puluhan tahun
> lalu, tentang semangat ultrademokrastis yang
> berakhir
> pada anarki.
> 
> Para hakim yang mengadili kasus serupa layak
> merenung.
> Apa sebenarnya
> yang bisa mereka sumbangkan untuk kehidupan
> demokratis
> yang damai
> meski ada persaingan politik yang kental.*
> 
> (Penulis adalah warga Depok yang memilih Nurmahmudi
> Ismail dalam
> pemilihan walikota 6 Juni 2005)
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hp2bqk0/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124112890/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>DonorsChoose.
 A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in 
public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke