Harga2 Merdeka, Nih...
Atau Merdeka2 Harga..???
 
Merdeka..!!!
 
Merdeka..!!!
 
:))
 
 
-----Original Message-----

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0508/16/ekonomi/1980420.htm 

September Harga Elpiji, Pertamax, dan Pertamax Plus Naik 



Jakarta, kompas - Di tengah rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar 
minyak sebelum akhir tahun ini, Pertamina lebih dulu menaikkan harga jual 
elpiji, Pertamax, dan Pertamax Plus per 1 September.

Demikian dikemukakan Direktur Utama Pertamina Widya Purnama, Senin (15/8) di 
Jakarta. "Bulan depan Pertamax dan Pertamax Plus dinaikkan. Harga baru 
diperhitungkan dengan harga MOPS (Mid Oil Platts Singapore)," kata Widya.

Pihak Pertamina memperkirakan, harga Pertamax naik dari Rp 4.000 per liter 
menjadi sekitar Rp 5.000 per liter, sedangkan Pertamax Plus dari Rp 4.200 
menjadi Rp 5.200 per liter.

Selain menaikkan harga bensin super, Pertamina juga akan menaikkan harga elpiji 
pada bulan September. Menurut Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Ari 
Soemarno, kenaikan harga elpiji mencapai 20 persen.

"Harga elpiji dinaikkan untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga internasional 
yang terus naik," kata Ari.

Harga pasar elpiji sudah naik 20-30 persen dibandingkan dengan saat terakhir 
kali Pertamina menaikkan harga pada bulan Desember 2004. Harga elpiji saat ini 
Rp 4.250 per kilogram atau Rp 51.000 per tabung.

Dengan kenaikkan 20 persen, maka harga elpiji menjadi sekitar Rp 5.000 per 
kilogram. Produk elpiji bersama Pertamax dan Pertamax Plus merupakan bisnis 
non-BBM Pertamina yang tidak diatur harganya oleh pemerintah. Terhadap ketiga 
produk tersebut, Pertamina sebagai badan usaha milik negara tidak boleh merugi, 
tetapi harus dapat profit sebagai kontribusi dividen pada negara.

"Masa kami sebagai penjual tidak boleh dapat profit," ujar General Manajer Gas 
Domestik Pertamina Edwin Bakti.

Konsumen terbesar elpiji sampai saat ini adalah rumah tangga yang mencapai 69 
persen, diikuti hotel sebanyak 13 persen, dan restoran 13 persen.

Edwin mengatakan kenaikan harga perlu harus dilakukan untuk mencapai titik 
impas produksi agar Pertamina tidak mengalai kerugian. Pertamina menargetkan 
penjualan gas elpiji tahun ini sebesar 1,2 juta metrik ton. Namun, Edwin 
mengatakan rencana kenaikkan harga elpiji itu akan tetap disampaikan kepada 
pemerintah. (DOT)

 

http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/08/15/brk,20050815-65306,id.html
 

Kenaikan Tarif Tol Diumumkan Bulan Ini
Senin, 15 Agustus 2005 | 12:14 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmato memastikan 
kenaikan tarif tol akan diumumkan Agustus ini. "Sudah hampir final, bulan ini 
selesai dan kami umumkan (kenaikannya)," ujarnya di kantornya, Senin (14/8). 

Besar kenaikan tol, menurut Djoko, akan disesuaikan dengan angka inflasi di 
masing-masing daerah. "Tapi (kenaikan), masih berkisar 15-16 persen," tegasnya 
usai acara penandatangan dan penyerahan penetapan kinerja Departemen Pekerjaan 
Umum (DPU) kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 

Meski tidak diatur dalam undang-undang, Djoko mengaku tetap akan 
mengkonsultasikan kenaikan itu kepada Dewan Perwakilan Rakyat. "Saya akan 
mengkonsultasikannya secara tidak langsung," ujarnya. Menurutnya, kenaikan 
tarif tol sudah saatnya dilakukan sesuai yang diamanatkan UU No. 38 Tahun 2004 
tentang Jalan. Dalam UU itu disebutkan, tarif tol harus disesuikan dua tahun 
sekali dengan laju inflasi yang ada. 

Kenaikan tol itu, menurut Djoko, akan berlaku pada semua ruas jalan tol. 
"Kecuali tol Jakarta-Cikampek, karena sudah naik Desember 2003, jadi belum 
genap dua tahun," ujarnya. Ia menambahkan, kenaikan tarif tol juga tidak 
berlaku untuk tol Cipularang yang baru beroperasi tahun ini. 

Djoko mengatakan, kenaikan tarif tol belum diumumkan karena pihak DPU masih 
membahas peningkatan pelayanan tol yang dijanjikan oleh masing-masing operator 
jalan tol. 

indriani

 

Depkeu: Harga Premium Bisa Rp3.200 - 16/08/2005, 03:12 WIB - KOMPAS Cyber Media 
- NASIONAL 
Depkeu: Harga Premium Bisa Rp3.200

Jakarta, Selasa


Harga premium dapat mencapai Rp3.200 per liter jika pemerintah menyesuaikan 
harga BBM dengan harga minyak di pasar internasional. Demikian hasil kajian 
yang dilakukan oleh Departemen Keuangan tentang perkiraan harga BBM dengan 
asumsi 60 dolar AS per barel dan kurs rupiah Rp9.571 per dolar AS seperti 
disampaikan oleh Sekjen Departemen Keuangan, J.B. Kristiadi dalam temu dialog 
"60 tahun Indonesia Merdeka Menuju Satu Abad" di Arena Pekan Raya Jakarta, 
Senin (15/8).


Saat ini harga minyak di pasaran internasional sudah mencapai lebih dari 66 
dolar AS per barel, namun asumsi BBM yang dipakai dalam APBN-P adalah 45 dolar 
AS per barel sehingga subsidi BBM meningkat menjadi sekitar Rp121 triliun.


"Ini angka-angka dari kajian-kajian kita. Sekarang tinggal bagaimana kita 
mengatasinya. Mengatasinya dengan berbagai cara penghematan atau penyesuaian. 
Kapan penyesuaian kita lakukan diserahkan pada DPR," jelasnya. 


Dalam hasil kajian itu, premium naik 33 persen dari Rp2.400 jadi Rp3.200, 
minyak tanah naik 86 persen dari Rp700 jadi Rp1.300, minyak solar naik 36 
persen dari Rp2.200 jadi RpRp3.000, minyak diesel naik 30 persen dari Rp2.300 
jadi Rp3.000, dan minyak bakar naik 13 persen dari Rp2.300 jadi Rp2.600.


Dengan kenaikan, subsidi BBM akan menjadi Rp105,8 triliun atau terjadi 
penghematan subsidi sekitar Rp15,2 triliun.
Namun jumlah pendapatan domestik bruto (PDB) dalam jangka pendek diperkirakan 
akan turun 0,1 persen dan jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 15 juta KK, 
meski kompensasi penduduk miskin akan menjadi Rp2,7 triliun. Jumlah kekurangan 
pembayaran dalam anggaran belanja negara pun akan menurun Rp7,1 triliun.


Menurut data yang diperoleh Depkeu, harga minyak akan bertahan pada 60 dolar AS 
per barel pada sepanjang semester II 2005, sementara produksi menurun dari 
1,125 juta barel per hari menjadi sekitar 1,070 barel per hari dan konsumsi BBM 
naik dari 59,6 juta kiloliter menjadi 65,6 kiloliter.


"Berdasarkan perhitungan, program penghematan tetap belum cukup untuk 
menurunkan kenaikan subsidi secara signifikan," tambahnya.
Untuk menutupi defisit anggaran akibat kenaikan harga BBM di pasar 
internasional, Depkeu berencana untuk melakukan beberapa upaya seperti, 
optimalisasi penerimaan pemerintah dari sektor pajak, cukai maupun dari 
non-pajak, penjualan aset Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA), Privatisasi BUMN, 
Penambahan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) atau World Bank, 
penambahan penerbitan Surat Utang Negara (SUN), dan pengelolaan arus kas yang 
masih dalam kontrol pemerintah. 

Sedangkan terhadap program penyaluran kompensasi, pemerintah berusaha untuk 
menyalurkan kompensasi secara cepat dan tepat sasaran kepada kelompok 
masyarakat yang paling miskin, berkisar 15 juta kepala keluarga. "Sementara ini 
kita masih memakai perhitungan yang 60 dolar AS per barel sehingga 
sewaktu-waktu bisa berubah tergantung pasar dunia," tambahnya.

Sumber: Ant
Penulis: Edj


 

 
 
 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hcsl0l9/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124160766/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke