Mbak Fau,
At 12:51 PM 8/15/2005 +0000, you wrote:
>--- In [email protected], Otto Adi Yulianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Kayaknya statemen Mbak Fau juga pake perasaan, berandai-andai dan
>khayalan.
> > Saya tidak yakin bahwa orang-orang yang dibayangkan oleh Mbak Fau
>"mudah
> > bicara ekonomi pake perasaan, berandai-andai dan khayalan" benar-benar
> > seperti yang dibayangkannya. Terkesan sinis dan meremehkan, serta
>terlalu
> > memandang unggul mereka yang "melewati telaah puluhan buku yang
>berisikan
> > kalkulus
> > dan perdebatan puluhan tahun". Apa iya? Karena merasa sebagai PhD yang
> > telah "melewati telaah puluhan buku yang berisikan kalkulus dan
>perdebatan
> > puluhan tahun"?
> >
>
>Jangan ngamuk Mas,
>tidak ada saya bilang bahwa saya hebat karena telah belajar puluhan
>buku, JUSTRU yang saya maksudkan adalah orang2 seperti saya ini yang
>sering DIANGGAP ekonom sampah, tolol dan antek. (Meski orang yg memaki
>baru dengar 5% saja pendapat saya). Tapi maaf, kalau justru anda
>menangkapnya beda.
Secara eksplisit memang Mbak tidak mengatakan begitu. Namun dari teks dalam
email Mbak, setidaknya saya membacanya demikian (maksudnya seperti email
saya sebelumnya). Soal lain, saya tertarik bagaimana caranya Mbak
memprosentasekan pendapat? Apakah pendapat bisa diprosentasekan (".. baru
dengar 5% saja pendapat saya")? Bagaimana pendapat Mbak yang 100%?
Bagaimana Mbak bisa menyarankan agar saya "Jangan ngamuk Mas", apakah
dengan membaca beberapa kalimat dalam email saya, Mbak berani menyimpulkan
saya (sepertinya mau) ngamuk? Mengapa bukan cengengesan :)
>Soal belajar, terus terang saya lebih respek pada mereka yang telah
>belajar banyak baru bicara. Waktu saya dulu insinyur geofisika, saya
>tidak berani bicara teknik penerbangan. Bukan bidang saya, dan tentu
>saja orang yang belajar teknik penerbangan lebih tahu karena telah
>mempelajari ilmu tsb. Begitu pula dg ilmu agama, lihat bagaimana
>perbedaan para milister disini berbicara, yang melewati belajar,
>berpikir dan mengkaji dengan yang penuh emosi "pokoknya".
>Sama juga dg ilmu ekonomi. Mungkin ilmu ini mudah sekali bagi banyak
>orang, tapi tidak bagi saya yang masih harus banyak belajar.
>Mungkin benar spt kata Mas Nugroho, susah mencari kerendahan hati buat
>mau belajar bersama, apalagi kata final sudah diucapkan: kebenaran
>miliknya, yg berbeda pendapat adalah penjahat ekonomi!
Kalau sekadar berbeda pendapat terus melakukan stigmatisasi memang
memprihatinkan. Perbedaan pendapat memang perlu dirayakan. Namun pendapat
yang mendasari pengambilan kebijakan publik dan berdampak bagi hajat hidup
orang banyak (untuk gampangnya saya sebut pendapat dominan), menurut saya,
yang perlu untuk mendapat porsi lebih perlu dikritisi. Bila ternyata
kebijakan tersebut menimbulkan dampak yang buruk bagi banyak orang,
biasanya dari kelompok miskin dan minim akses dalam pembuatan keputusan dan
kebijakan publik, dan tetap digunakan untuk mendasari pengambilan keputusan
dalam kebijakan publik, pendapat dominan tersebut perlu mendapat kritik
keras, bahkan pedas (apalagi kalau pendapat tersebut masih juga digunakan
dan tidak ada perbaikan keadaan), serta tidak bisa bersembunyi dalam tameng
"perbedaan pendapat".
>Btw, anda orang baru disini? Sudah pernah menyaksikan bahwa pemaparan
>hati2 bisa dimentahkan dg cap sebagai ekonom sampah?
Saya ikut milis ini sejak Kompas memberitakan tentang studi di India. Namun
ikut secara pasif saja, Mbak. Hanya baca tulisan atau pendapat yang menarik
mata dan minat saja. Kalau sempat, kapan-kapan saya akan baca email-email
lama dari milis ini, terutama tentang paparan (Anda?) tersebut.
Salam,
Otto
>Saya sih sudah males menanggapi reply penuh emosi. Tidak ada gunanya.
>Saya yakin Tuhan Maha Tahu apa yang ada dikepala dan hati saya, juga
>Dia yang bisa menilai apa yang saya perbuat.
>
>Wallahu 'a'lam,
>
>
>salam,
>fau
>
>PS. Pak Muby PhD, Pak Revrisond MBA, ...
>Komen saya sebenarnya bukan berkaitan dg personal orang2 tsb (walau
>saya dengar cerita menarik dibalik gagasan ekonomi kerakyatan tsb),
>tetapi pada email Mas Rama.
>Yang menarik bagi saya adalah org/pers mudah mengkotakkan seseorang
>berdasarkan sepotong info atau pemikiran. Jadi kalau kita mengkritik
>kelemahan konsep ekonomi kerakyatan, maka otomatis dianggap ekonom
>antek. Tidak tahu bahwa konsep ekonomi itu lebih besar lagi dan
>sekarang ini para ekonom justru ingin belajar dari segala macam
>sumber. Yang lebih parah adalah salah kaprah, memuja ekonomi sosialis
>sebagai ekonomi Islami. Membatasi diri pada satu mazhab justru spt
>memakai kacamata kuda. Dikritik marah, kapan bisa belajar?
>
>
>
>
>
>
>***************************************************************************
>Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
>yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
><http://www.ppi-india.org>http://www.ppi-india.org
>***************************************************************************
>__________________________________________________________________________
>Mohon Perhatian:
>
>1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
>2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
>3. Reading only, <http://dear.to/ppi>http://dear.to/ppi
>4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
>5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
>6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>SPONSORED LINKS
><http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Indonesian+languages&w1=Indonesian+languages&w2=Indonesian+language+learn&w3=Cultural+diversity&w4=Indonesian&c=4&s=97&.sig=MJJjJs3Gd8RiwsUgiFN-kQ>Indonesian
>
>languages
><http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Indonesian+language+learn&w1=Indonesian+languages&w2=Indonesian+language+learn&w3=Cultural+diversity&w4=Indonesian&c=4&s=97&.sig=IvwoBLCZha0OE5fI6a0keQ>Indonesian
>
>language learn
><http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Cultural+diversity&w1=Indonesian+languages&w2=Indonesian+language+learn&w3=Cultural+diversity&w4=Indonesian&c=4&s=97&.sig=BdCmjggsUYz_ceKRODrkFw>Cultural
>
>diversity
><http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Indonesian&w1=Indonesian+languages&w2=Indonesian+language+learn&w3=Cultural+diversity&w4=Indonesian&c=4&s=97&.sig=Q42nXcXKb8LjwI3JlX-_9Q>Indonesian
>
>
>
>
>----------
>YAHOO! GROUPS LINKS
> * Visit your group "<http://groups.yahoo.com/group/ppiindia>ppiindia"
> on the web.
> *
> * To unsubscribe from this group, send an email to:
> *
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED]
>
> *
> * Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> <http://docs.yahoo.com/info/terms/>Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>----------
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h9psqkq/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124176706/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Take
a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/