(barangkali) ujung2nya ya baru nyaho ada yg sukses peralat ingat gak si habibie hehehgh MERDEKA!
--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=27283 > > 16 August 2005 - 14:05 > > > Tanggapan terhadap pidato Presiden RI di DPR: SBY kelewat optimistis > > > > > JAKARTA - Pemerintah dinilai terlalu optimistik memprediksikan angka asumsi makro dalam APBN 2006. Mematok APBN Rp539,4 triliun dengan asumsi nilai tukar rupiah Rp9.400 per dolar serta harga minyak US$40 per barel, pemerintah hanya akan mencari masalah dalam memenuhinya kelak. > > Ekonom CIDES Umar Juoro dan ekonom UGM Sri Adiningsih yang dihubungi Harian Terbit, Selasa (16/8), sama-sama memprediksikan pemerintah tak akan bisa mempertanggungjawabkan perhitungan- perhitungan dalam APBN tersebut. > > Dengan asumsi yang kurang realistis itu, katanya, makin membuktikan bahwa sebenarnya pemerintah tidak menyadari kondisi riil yang ada. Misalnya dari nilai rupiah, lalu harga minyak. Semuanya terlalu jauh termasuk APBNnya. Dalam laporan BPS diketahui dana APBN 2005 saja masih minus. > > "Artinya dana itu tak tersalurkan ke publik secara optimal. Lalu asumsi perubahan juga melonjak rupiah sekarang sudah Rp9800, minyak hampir mencapai US$70 per barel. bagaimana bisa pemerintah tak realistis begitu," ujar Juoro. > > Sri Adiningsih menambahkan optimistik pemerintah kali ini keterlaluan. "Sangat-sangat optimistik. Seharusnya pemerintah mengacu kondisi terkini sehingga kemampuan pemerintah sebenarnya bisa terefleksi dalam angka-angka yang lebih masuk akal," ujar Sri. > > Apalagi, lanjut dia, untuk satu tahun kedepan kondisi makro seperti nilai tukar dan harga minyak dunia tak terlalu banyak bergeser dari angka saat ini. "Kondisi eksternal terlalu kuat mempengaruhi makro ekonomi nasional." > > Pemerintah harusnya hati-hati dengan harga minyak. Dengan US$40 per barel berarti pemerintah memposisikan angka yang lebih besar untuk subsidi BBM, itu artinya bertolak belakang dengan kondisi saat ini. > > Umar Juoro menambahkan sebaiknya Presiden SBY melupakan figurnya yang diterima pasar saat pertama kali terpilih. Perjalanan ekonomi nasional sampai hari ini, lanjut dia, seharusnya bisa memaksa Presiden SBY lebih realistis. "Jangan sampai optimis dalam penyusunan APBN ini dibarengi 'excuse' atau permintaan maaf tak bisa memperbaiki kesalahan pemerintah lalu." > > Asumsi makro yang realistis menurut Juoro adalah tak menjauhi kondisi terkini misalnya harga minyak US$60 per barel, rupiah Rp9600 lalu SBI tak jauh dari 9 persen karena mengacu suku bunga the Fed yang terus naik sehingga dikhawatirkan dolar akan terus menguat. > > "Pemerintah belum bisa meyakinkan rakyat bahwa mereka mampumenggunakan APBN sebijaksana mungkin. Angka-angka dalam APBN 2006 ini tak bisa menyelesaikan masalah ekonomi nasional saat ini," kata dia. > > Dalam pidato Nota Keuangan 2006 di Senayan, Presiden SBY menyatakan berdasarkan asumsi makro yang telah disepakati, penerimaan negara termasuk hibah akan mencapai Rp539,4 triliun dengan rincian, penerimaan pajak Rp402,1 triliun, penerimaan bukan pajak Rp132,6 triliun dan hibah Rp4,7 triliun. > > Melalui kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil nilai tukar Rp9400 per dolar, inflasi 7 persen, suku bunga 8 persen, harga minyak US$40 per barel dengan produksi minyak 1,075 juta per barel dan pertumbuhan ekonomi 6,2 persen. (fen/end) > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hs14md8/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124260772/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

