Seorang sahabat Muslim yang saya hormati, menggoreskan pena, gambarkan keadaan
negara tercinta. Pertanyaan: adakah dampak petunjuk Ilahi yang dianut dan
diimani setiap hari, dalam kehidupan bernegara? Kurang jelaskah petunjuk sang
Kitab? atau bebalkah sang umat? atau hanyakah sang umat menggunakan agama untuk
membanggakan diri sebagai satus-atunya umat Ilahi?
Selamat membaca.
salam
Danardono
Potret Indonesiaku di Usia 60
Hasan Zein Mahmud
Di usia 60 ini
Indonesia memang belum mati
Dan dunia belum kiamat
Tapi
Telah lewat tersia sekian dekade
Telah mubazir sumber kekayaan karunia Pencipta
Telah kita bikin busuk seluruh sendi dan institusi
Nilai luhur cuma tersisa pada slogan di mulut berbuih
Di usia 60 ini
Indoensia memang belum mati
Namun ibu pertiwi kini berdiri gemetar dan goyah
Dengan wajah bopeng menatap dunia
Dikhianati anak-anaknya yang manja, pongah dan dusta
Di haribaannya tergendong sejuta penyakit dan masalah
Kemiskinan yang melahirkan busung lapar, polio dan ketebelakangan
Pengangguran yang melahirkan rentetan kriminalitas dan hukum rimba
Korupsi menyuburkan keserakahan, merusak solidaritas, melebarkan jarak antar
manusia
Praksis politik yang cuma punya satu wajah: kekuasaan
Pendidikan yang hilang arah
Pelayanan publik yang butut, prasarana yang renta, lilitan utang menggurita
Koneksitas primordial yang eksklusif, primitif, teror
Rasa keadilan yang banal
Hukum dan moral yang diperjual-belikan di pasar gelap
Barter duit dengan kekuasaan
Pekik merdeka, padahal de fakto kita terjajah
Di usia 60 ini
Indonesia memang belum mati
Ketika kita mendongak
Terpesona menatap merah-putih yang berkibar di pencakar langit dan kampung kumuh
Kita melupakan kontras yang manandai keduanya
Kita sejenak lupa bertanya tentang mimpi yang diwariskan para pendiri kepada
kita
Kita lupa bertanya makin dekatkah kita?
Atau mimpi itu tak lagi relevan untuk jaman ini?
Lalu ketika kita tertunduk dalam hening cipta yang senyap
Di depan kita terpampang potret panjang realita
Lihat itu:
Siswa belia yang putus asa
Mayat anak di gerobak pemulung
Orok merah yang dihardik di rumah sakit
Barisan pengemis di lampu merah
Gelandangan yang terkapar dalam lapar
Mendekap bumi di kolong jembatan
Di bawah tiang jalan layang
Di sepanjang bantaran kali dan rel kereta
Lihat yang ini:
Konglomerat penilap BLBI triliunan rupiah
Para pejabat yang berlimpah mewah
Sumringah wakil rakyat di pusat belanja dunia pertama
Retorika
Kenaikan upah
Dulu kita miskin, miskin bersama
Tapi kita punya sesuatu yang luhur: cita-cita bersama
Kemerdekaan harus ditebus dengan semua harga
Termasuk darah nyawa dan air mata
Demi mimpi hidup sejahtera
Kini cita-cita itu telah sirna
Bertransformasi menjadi labirin target-target pribadi
Atas nama keserakahan, atas nama ambisi
Kita gadaikan tuhan, kita gadaikan kemanusiaan
Maka kini
Di tengah pekik menggema
Bergaung pula sebuah tanya
Masihkah kemerdekaan menjanjikan peluang perbaikan?
Jakarta 17 Agustus 2005
***********************************************************************************
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west;
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.
Sidharta Gautama
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h7jbj7j/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124456159/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/