http://www2.rnw.nl/rnw/id/news/gemawarta/#4543235
GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA MASIH SEPERTI JAMAN KOLONIAL PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA MASIH SEPERTI JAMAN KOLONIAL intro : Aparat penegak hukum mulai dari hakim sampai polisi yang lebih mengutamakan kepentingan korps masing-masing mengingatkan kita pada masa penjajahan kolonial Belanda. Situasi ini sangat menyedihkan disaat bangsa Indonesia pekan depan merayakan HUT kemerdekaan dari belenggu penjajahan 60 tahun lalu. Dan menurut dunia internasional kasus Munir merupakan batu ujian yang berat bagi kredibilitas pemerintahan SBY. Demikian direktur Lembaga Bantuan Hukum Uli Parulian Sihombing kepada Radio Nederland. Uli Parulian Sihombing (UPS) : Saya menggambarkan bahwa kondisi peradilan di Indonesia tidak lebih baik dibandingkan masa kolonial. Bahkan sekarang aparat penegak hukum mulai dari hakim, jaksa, polisi dan bahkan advokat (red: pengacara) punya mental seperti penjajah, karena dalam upaya penegakan hukum mereka lebih menekankan pada kepentingan-kepentingan korpsnya mereka atau masing-masing institusi. Tidak ada semangat penegakan hukum untuk pemberantasan korupsi. Kemudian juga kondisi internal peradilan Indonesia sendiri. Itu diwarnai dengan masalah-masalah tentang korupsi peradilan, masyarakat mengenal dengan instilah mafia peradilan. Itu sangat mengakar sekali di dunia peradilan di Indonesia. Kemudian juga faktor eksternal. Dulu sebelum lahir Komisi-komisi Pengawasan Internal, eksternal sangat lemah. Sekarang dengan lahirnya banyak komisi kejaksaan, dulu juga ada KomNasHAM, pengawasan eksternal itu mulai ada. Yang akhir-akhir ini mengakhawatirkan kasus di pengadilan tinggi Jawa Barat yang memenangkan sengketa Pilkada untuk partai Gollkar. Disitu kwalitas putusannya sangat rendah. Itu sudah ada bukti-bukti bahwa itu juga kena korupsi peradilan. Radio Nederland (RN) : Situasi demikian tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pertanyaanya sekarang bagaimana caranya untuk lebih menegakan hukum di Indonesia ? UPS : Yang selalu menjadi problim adalah di aparat penegak hukum itu sendiri. Untuk menghentikan itu, tidak hanya komitmen tapi juga diperlukan keberanian untuk menindak aparat penegak hukum. Kita sudah punya KPK Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK juga sudah melakukan pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan untuk kasus korupsi peradilan. Contohnya adalah kasus Abdullah Puteh (red: mantan gubernur Aceh). Ia mencoba menyuap hakim di pengadilan tinggi dan panitera. Dan akhirnya pengacara Abdullah Puteh ditangkap. KPK jangan berhenti di kasus Abdullah Puteh saja. Masih banyak kasus korupsi peradilan di Mahkamah Agung yang belum terungkap oleh KPK. Itu harus dibongkar. Dan itu butuh dukungan dari pemerintah. Presiden SBY harus melakukan upaya untuk mendukung itu. RN : Ada semacam pesimisme bahwa pemerintahan presiden SBY atau upaya-upaya yang dilakukan atau akan ditempuh SBY dilakatan sebagai "misi impossible" yang tidak mungkin. UPS : Itu kita akui. Ada yang sangat impossible (red: tidak mungkin) karena buruknya aparat penegak hukum. Hal itu sangat mengakar. RN : Di luar negeri kasus Munir disebut merupakan ujian yang berat bagi pemerintahan SBY, untuk menegakan kembali hukum di Indonesia. UPS : yang menjadi concern (red: perhatian) saya adalah mengenai aktor utamanya. Siapa yang sebenarnya memerintahkan untuk membunuh Munir, belum terungkap. (Pilot Garuda Indonesia) Polykarpus dan pramugari hanyalah orang lapangan. Saya melihat bahwa memang Munir menjadi test-case (red: batu ujian) karena Munir tidak hanya penting untuk Indonesia tetapi juga bagi dunia internasional. Munir seorang pejuang HAM. Dia punya kredibilitas internasional, jadi SBY dan jajaranya harus sungguh-sungguh mengusut kasus ini tidak hanya sekedar untuk memuaskan masyarakat tetapi juga harus mengusut sampai membawa aktor intelektualnya ke pengadilan. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hhpsn0g/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124520602/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project </a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

