Ntare deh kalo menang lottere, kita bagi bagi ticket. Kalo India carut marut memang kenapa? pertanyaannya adalah , adakah dampak akidah dalam mentata masyarakat? Kita jawab sendiri. Malaysia memang teratur, ekonomi termaju terutama wilayah wilayah berikut: Penang (mayoritas Buddha), Malakka (aneka ragam), KL (aneka ragam). Sabah ( Buddha dan Tao), Sawarak (Buddha dan Tao). Yang paling buntut secara ekonomis adalah dua kesultanan yang paling bersyariah: Trengganu dan Kelantan. Nahhh? BTW Malaysia bukan negara agama lho. salam danardono
free share <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: mbak lina yang cerdas, kalo mbak dikasi tiket oleh bpk danar untuk pergi ke negara-negara yang disebut itu, tolong mampir ya ke india dan malaysia. sebab, india yang penduduknya hampir 600 juta itu menjadikan hindu sebagai agama resmi sedangkan di malaysia, islam sebagai agama resmi, naha di situ baru dapat gambaran mana yang carut-marut kayak benaknya bpk danar itu? fs Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Yang namanya ukuran, mBak, ya banyak. Tetapi sebagai pelaku ekonomi dan hukum yang hidup se-hari hari, ya Mbak, kita pakai ukuran yang sederhana saja. Sebelumnya, bagaimana kalau mbak ke Singapura, lalu katakan, apa bedanya dalam tata kemasyarakatan, antara Singapura dan Indonesia. lalu mBak ke Swiss, Denmark, Australia, canada, lalu kembali ke Jakarta. Ada bedanya? Atau sama amburadulnya? Point-nya adalah: apakah dampak akidah pada masyarakat penganutnya? itu saja mBak. jawabannya adalah: ada atau tak ada. Kalau mBak berpendapat, Tokyo, London, Kopenhagen, Singapura, Stuttgart, sama carut marutnya dengan kota kota kita, ya sudah, tak ada gunanya diskusi, mBak. Salam danardono Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: Apa sih ukuran yang dipakai sehingga suatu negara bisa dikatakan "berhasil membangun masyarakat manusia secara rohani" ? Adanya free sex, adanya pernikahan antara guy/lesbi, buanyaknya orang yang bunuh diri, banyaknya orang mencari keyakinan pada aliran- aliran baru semacam new age? Gereja ditinggalkan umat? Jadi, apa sih ukuran yang dipakai sehingga suatu negara bisa dikatakan "berhasil membangun masyarakat manusia"? --- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > DH:Lha iya toh gak apa apa kan? Jepang juga anggap Kitab > Tripitaka hanya akidah, Eropa juga, tapi berhasil > membangunmasyarakat manusia yang manusiawi kan? > > LD: soal membangun masyarakat manusia yang materi, gak bisa > dihuungkan dg akidah dong, mbah? > > DH: Disini menurut saya ada terdapat kekeliruan konklusi. Mengapa? > > 1) Membangun masyarakat adalah karya besar yang mencakup semua aspek, tidak saja materie, namun juga rohani. Masyarakat yang tertata, adalah masyarakat yang mempunyai mental tertata: disiplin, patuh hukum, solidaritas sosial, kritis terhadap penguasa, dan banyak lagi lainnya. Ini adalah ciri ciri masyarakat masyarakat yang sudah tertata. Ini semua adalah masalah mental, rohani, yang tak ada hubungannya dengan kekayaan materie. Warga Swiss yang patuh adalah dari yang milyarder sampai yang rakyat biasa. > > Tidak meludah dijalan, tak membuang sampah atau puntung rokok, disiplin dalam antrean bus, tram ataupun underground, bukanlah buah kekayaan. > > Semua yang keluar dari bathin kita, adalah sisi yang terpancari oleh akidah. > Tentu saja, tak semua peraturan agama di Barat, dilakukan dalam kehidupan se-hari hari dalam masyarakat madani ini, karena mereka sudah mulai kritis, untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam kehidupan se-hari hari, apalagi kalau warga berbagai budaya dan agama hidup bersama. > > 2) Akidah, seperti yang mBak Lina selalu tegaskan, terutama adalah terdiri dari peraturan rinci, yang mengatur kehidupan se-hari hari. Kalau warga atau umat agama tertentu yang memiliki peraturan rinci secara baik dan ketat, maka tak mungkinlah timbul masyarakat yang carut marut, seperti Indonesia, ataupun banyak lagi yang lain: Mesir, Tunisia, Marokko, Bangla Desh, Pakistan. Lina: Apa iya saya pernah mengatakan 'akidah terdiri dari peraturan rinci?" tolong dijelakan dan dipertanggungjawabken. > ----------------------- > Jadi, tak mungkin, tak mencari dampak kehidupan akidah dalam kehidupan se-hari hari. Kalau tak ada dampaknya samasekali, maka adalah yang something wrong disini. Lina: Kalo begini artinya impossible dong memisahkan akidah dalam negara (sekulariseme)?\ ----------------------- > > 3) Seperti kita ketahui bersama, setiap agama mempunyai dua aspekt: vertikal dan horizontal. Vertikal, yang mengatur hubungan makhluk dengan sang Khalik, ini memang sangat individual. masing masing mempunyai pengalaman spiritual sendiri. Horizontal, mengatur kehidupan mahkluk satu dan yang lain, dipancari oleh norma norma yang ditetapkan dalam akidah. Jangan mencuri, dll. Lina: Betul kah agama Kristen mempunyai aspek horizontal? apakah Kristen memiliki aspek mengatur wanita mana saja yang tidak boleh dinikahi oleh seorang pria? agama Kristen bagaimana perceraian seharusnya diatur? Ini kan utk mengatur hub horizontal juga ya? ----------------------------------> > Dari aspekt ini saja, sudah pantaslah, kita menyaksikan apa kiranya dampak suatu akidah bagi masyarakat yang mengamalkannya. > > Sebuah peringkat peraturan negara, misalnya, sebaik apapun, tak akan banyak manfaatnya bagi manusia selama, tak ada aturan yang dipatuhi. Kita tak mungkin, disatu pihak, membuang muka atas ke- carutmarutan berkat tak ditaatinya sang peraturan, dan sekaligus menyanyikan lagu lagu pujian bagi sang peraturan, yang ah begitu lengkap dan indah. > > Kalahkah mutu peringkat peraturan RI dibandingkan Singapura? Mungkin ia mungkin tidak, tetapi dampak yang nyata adalah beda antara langit dan bumi, antara tatakemasyarakatan dan tingkat Civil Society antara masyarakat kedua negara ini. > > Manusia barulah bernilai dimata sesama,selama ia mampu memanusiakan manusia. jadi, letaknya pada sang manusia. > > Salam > > Danardono > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- *********************************************************************************** It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. Sidharta Gautama --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search. Learn more. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- *********************************************************************************** It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. Sidharta Gautama --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h16rot3/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124702948/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998">1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

