--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 1) mBak LIna: Memang, untuk hidup di dunia materi ini, perlu 
sekali kerja/berbuat hal positif.
>  
> DH:Setuju mBak, bahkan berbuat baikpun kriteria untuk masuk sorga, 
jadi bukan soal dunia saja. Masak iya mbak, orang yang gak berbuat 
baik, masuk sorga? walau ibadah bukan main?

LD: Hali ini saya mau bicara panjang x lebar = luas...:-) di 
lapangan lain yang lebih luas, ya mbah ya?
> ------------------
> 2) mBak Lina:
> Bagi yang mau memperkaya khasanah beragama-nya dengan mempelajari 
> hal-hal dosa, haram/halal, biarkan saja pula.
>  
> DH: Lho kan gak ada yang larang mBak, asal juga diikuti perilaku 
baik, yang ada gunanya bagi sesama. kalau gak kan manusia yang gak 
berbuat baik, gak ada gunanya bagi masyarakat. Setuju kan mbak?

LD: Iya mbah, soalnya mbak FT bilang orang yang beragama gak usah 
mikirin soal dosa, haram/halal..dst. cmiiw? 
> ------------------
> 3) mBak Lina:
> Karena kalau dia ingin mengerjakan suatu yang positif (misalnya 
> memberi makan anak istri) tapi dengan cara haram (korupsi), 
gimana? 
> Tentu mereka harus tau apa itu haram. Apa resikonya di kampung 
> akherat. Agar suatu positif itu mempunyai nilai positif juga di 
> akhirat kelak. Tidak sia-sia...bahkan tidak menjerumuskan.
>  
> DH: mBak, semua manusia berakal sehat, tahu, mencari nafkah OK, 
tetapi dengan cara yang baik. Masak susah sih tahu yang begini, dan 
buka ayat ayat dahulu? Semua agama kan ajarkan yang sama, atau buka 
Kitab Hukum Pidana, kan juga langsung lihat..salah salah masuk 
Nusakambangan

LD: Ini emang contoh mudah yang saya ambil: korupsi. Tapi soal cari 
nafkah dengan menjual diri, haramnya menikah dengan pria non-
muslim...lah ini mesti buka ayat dulu..buat umat Islam. Soale jual 
diri, menikah dgn beda agama gak ada Hukum Pidananya kan?

> -----------------------
> 4) Soal korupsi, mungkin tak ada negara yang bebas korupsi. Tapi 
di > Indonesia ini emang dah akut banget. Makanya perlu hukuman mati.
> 
> 5) Bebas? jangan pikiran bebas dulu mBak, batasi aja deh..kami 
urus surat surat disini paling hanya beberapa menit (surat 
kependudukan misalnya). Gratis lagi..Puluhan tahun saya di Eropa, 
belum pernah SATU kalipun bayar bea tak resmi. Sungguh mBak, mBak 
gimana pengalamannya dinegara yang berakidah?

LD: Makanya tulisan saya ini menanggapi komentar nya mbak FT, mbah. 
Lihat konteks deh. Ngurus KTP sekarang disini dah cepet kok, Mbah. 
Gratis pula. Kan saya dah bilang di Indonesia ini rohani dan 
duniawinya(hukum, ekonomi) dah amburadul, jadi gak bisa disalahkan 
akidah/agamanya. Yang salah adalah manusia-manusia yang berakidah 
rendah itu. Kok susah ya memahami begini? Siapa bilang Indonesia  
itu manusianya berakidah baik, mbah?
> 
> ---------
> 
> 6)Soal gay dan lesbian, seharusnya kan mereka disembuhkan ya?. Itu 
> namanya kasih (menurut saya sih). Ini namanya ingin mengembalikan 
> manusia kepada kemanusiaannya. Bukannya diterima dimasyarakat, 
> dibela haknya utk menikah, dll Ini kasih yang kebablasan.
> 
> DH: Setuju.
> 
> --------------------
> 7) 
> Kalau orang beragama masih demen menularkan kebencian, menciptakan 
> kekerasan. Itu namanya belum sempurna beragamanya. Munafik? ya, 
> banyak manusia dapat digolongkan sebagai munafik. Kadang dalam 
diri > kitapun ada sifat munafik tsb. Bagaimanapula orang tak 
beragama tapi > juga mengembus-embuskan kebencian or kekerasan? Apa 
kita gak > beragama saja supaya gak disalahin kalo ada kebencian dan 
kekerasan?
> 
> DH: Lhooo mBak, kan kebencian adalah anugerah, dan anugerah adalah 
kata yang konnotasinya baik, apalagi kalau dari Tuhan ya kan? Jadi 
menyebarkan anugerah, kan menurut mBak, baik baik saja, juga kata 
bung Free Share itu..

LD: Konteks pembicaraan mbak FT dgn saya ini beda Mbah.
Namun kalau orang beragama tsb sempurna beragamanya mereka tak perlu 
menyebarkan/menularkan benci kok? Ntar juga timbul sendiri tuh 
perasaaan karena udah anugerah, mbah! Yang penting kan apa output 
dari kebencian itu sendiri. Menularkan kebencian kalau dalam konteks 
yang baik kan juga gak apa-apa? biar orang membenci akan perbuatan 
dzalim, gitu?..:-). Kebencian itu sudah produk manusia, mbah. benci 
yang anugerah dijadikan prahara oleh manusia yang tidak bisa 
memanage anugerah tsb.

> Salam
> 
> Danardono
> 
> 
wassalam,





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12heborvh/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124715904/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke